Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Stunting masih menjadi salah satu isu prioritas dalam Agenda Kesehatan Nasional Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting tercatat turun signifikan menjadi 19,8%, melampaui proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebesar 20,1%.
Meskipun demikian, kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan sangat penting untuk menjaga tren positif ini dan mempercepat upaya penurunan stunting guna mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2045.
Nestlé Indonesia terus mendukung agenda Pemerintah dalam percepatan penurunan dan pencegahan stunting melalui program Pendampingan Gizi yang merupakan bagian dari inisiatif global Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat (Nestlé for Healthier Kids).
Tahun ini, program Pendampingan Gizi yang difokuskan pada intervensi dan edukasi gizi anak usia dini akan dilaksanakan secara bertahap di tiga wilayah, dimulai dari Pasuruan (Jawa Timur), kemudian dilanjutkan ke Batang (Jawa Tengah) dan Karawang (Jawa Barat).
Program ini dijalankan melalui pendekatan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, serta kader dan komunitas lokal, guna memastikan intervensi gizi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Peresmian program Pendampingan Gizi yang berlangsung di Kantor Bupati Pasuruan, Jawa Timur mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah. Bupati Kabupaten Pasuruan H. Mochamad Rusdi Sutejo, S.M. menyampaikan apresiasi atas kerja sama lintas sektor dalam menurunkan angka stunting.
“Upaya penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga keluarga. Kami berterima kasih dan mengapresiasi kepedulian PT Nestlé Indonesia yang terus bersinergi mendukung kami dalam percepatan penurunan stunting dengan menyediakan asupan gizi harian yang terdiri dari susu dan telur. Ke depan, kami berharap program ini bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan intervensi gizi.”
Corporate Affairs & Sustainability Director PT Nestlé Indonesia Sufintri Rahayu mengatakan, “Nestlé Indonesia meyakini bahwa setiap anak berhak mendapatkan awal kehidupan yang sehat. Melalui program Pendampingan Gizi, kami berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mencegah risiko stunting di Indonesia, khususnya pada kelompok anak usia dini yang paling rentan. Dengan intervensi sejak dini, kami ingin memberikan anak-anak kesempatan tumbuh optimal secara fisik dan kognitif.”
Program Pendampingan Gizi ini menyasar anak usia 1 hingga 4 tahun dengan risiko stunting karena memiliki berat badan stagnan, berat badan kurang, dan gizi kurang melalui intervensi berbasis asupan protein hewani setiap hari selama 6 bulan guna meningkatkan gizi harian mereka dan berkontribusi dalam perbaikan pertumbuhan anak secara bertahap.
Selain intervensi langsung kepada anak, program ini juga memperkuat peran keluarga dan komunitas dalam upaya pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan kesehatan. Kegiatan edukasi ini ditujukan bagi orang tua penerima manfaat, kader posyandu, serta kelompok rentan seperti ibu hamil dan menyusui di sekitar area intervensi, dengan tujuan membentuk perilaku hidup sehat jangka panjang serta meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya gizi pada masa emas pertumbuhan anak.
"Sebelumnya, kami telah melakukan upaya menginspirasi masyarakat untuk hidup lebih sehat melalui program-program seperti Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kabupaten Karawang dan 100 Hari Pendampingan Gizi yang membagikan pengetahuan gizi praktis. Melalui inovasi berkelanjutan dan komitmen, kami percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan masa depan yang lebih sehat, penuh harapan, dan kesempatan yang lebih baik." tutup Sufintri. (M&B/SW/Foto: Dok. Nestlé Indonesia)
