Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Jessica Wijaya: My Daughter is My Little Muse

Jessica Wijaya: My Daughter is My Little Muse

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Menjalani peran ganda sebagai ibu dan profesional bukanlah perkara mudah. Namun, Jessica Wijaya membuktikan bahwa dengan passion yang kuat dan manajemen waktu yang tepat, seorang ibu bisa tetap bersinar di dunia kerja tanpa mengorbankan peran pentingnya di rumah.

Sebagai Creative Director Bimbi (luxury kids fashion store yang menghadirkan koleksi premium dan desain playful untuk anak-anak), ibu dari Deedee (9) ini menjadi sosok inspiratif bagi banyak ibu bekerja yang ingin tetap kreatif, berdaya, sekaligus hadir sepenuhnya untuk keluarga.

Dalam edisi Working Moms Lyfe bulan Agustus ini, Mother & Beyond berbincang secara intimate dengan Jessica Wijaya tentang motherhood, leadership, dan bagaimana ia tetap grounded di tengah hiruk-pikuk dunia kreatif. Yuk, simak perjalanan penuh warna dari ibu satu anak ini yang tetap stylish, produktif, dan tentunya real dalam menjalani kehidupan sehari-harinya, Moms!

Jessica Wijaya - 1

Introduce us to Bimbi, please!

Bimbi adalah multibrand kids fashion store yang membawa luxury kids fashion di Jakarta. Bimbi sudah berdiri sejak 2013, dimulai dari website, lalu akhirnya punya flagship store di Plaza Indonesia. Beberapa brand yang kami bawa (seperti Kenzo Kids dan Boss Kidswear) juga memiliki store di Plaza Indonesia dan Galeries Lafayette.

Bagaimana awal kisah memulai Bimbi?

Ide awalnya muncul saat jalan-jalan di Eropa dan menemukan salah satu brand baju anak yang sudah mau buka di Indonesia. Dari situ, aku jadi berpikir luxury brand apa lagi yang bisa dibawa ke Indonesia. Setelah memilah-milih berbagai brand baju anak, akhirnya dapat juga luxury brand yang menurutku cocok dibawa ke Indonesia.

Aku rasa ini seperti suatu anugerah Tuhan, karena aku tidak punya pengalaman di retail, tidak punya pengalaman di kids fashion industry. So, bisa membawa brand besar ke Indonesia dan membangun Bimbi itu benar-benar suatu anugerah Tuhan.

Jessica Wijaya -2
Jangan biarkan siapa pun menghentikan langkah kita untuk meraih mimpi, kejar terus mimpinya. Entah itu mimpi berkarier, bisnis, sekolah lagi, berkarya, apa pun itu. Just go for it.

Seperti apa perjuangan membangun Bimbi?

Perjuangannya adalah mulai dari mengenal pasar di Indonesia seperti apa, anak umur berapa yang mencari pakaian seperti yang Bimbi tawarkan, dan lain sebagainya. Saat ini Bimbi punya koleksi untuk berbagai usia anak, mulai dari newborn, anak usia sekolah, hingga untuk anak 16 tahun.

Mana yang lebih sulit, membangun bisnis atau mempertahankannya?

Menurutku mempertahankannya lebih susah daripada mendirikannya. Untuk aku yang orangnya visionary dan dreamer, mendirikan bisnis itu hal yang seru. Jadi, untuk menciptakan dari nol menjadi sesuatu itu seru, tapi untuk mempertahankan itu suatu perjuangan tersendiri, terlebih karena aku memiliki ADHD. Dengan kondisi tersebut, bagiku enggak mudah untuk bisa konsisten dan mengarungi pasang surut berbisnis. Bagaimana caranya kita berstrategi melewati pasar saat sedang turun, bagaimana membawa perusahaan terus berkembang, mencari peluang baru, sungguh suatu tantangan tersendiri. Perusahaan menurun itu bisa terjadi, tapi bagaimana cara kita bisa bangkit lagi, itu yang sulit.

Jessica Wijaya - 3

Seperti apa suka dukanya menjadi seorang mompreneur?

Setiap ibu pasti punya “season of life”, ya. Ada kalanya kita mungkin perlu mundur sedikit dari dunia karier untuk fokus ke keluarga, karena prioritas nomor satu kan tentu saja anak dan keluarga, bukan perusahaan. But for me personally, dalam membangun perusahaan, staf-staf di perusahaan juga sebetulnya seperti anak yang harus diperhatikan. Apa yang sudah diberi Tuhan itu kan harus kita jaga seperti anak sendiri.

Kenapa fashion untuk anak enggak cuma harus nyaman, tapi juga keren?

First impression is important. Walau kita bilang inner beauty is more important than outer beauty, but outer beauty is the first impression for person in a business meeting is also very important. Bagaimanapun penampilan akan memengaruhi bagaimana berjalannya business meeting tersebut. Ya, kesan pertama, penampilan, rasa percaya diri, nggak bisa dimungkiri dapat memengaruhi performa kita di dunia profesional. Fashion is part of our identity.

Aku enggak mau bilang ke anak kalau penampilan itu yang utama, tapi aku mau anakku mengerti kalau penampilan itu salah satu kunci untuk sukses di kehidupan yang sebenarnya. Penampilan penting untuk membuat kita merasa percaya diri.

Jessica Wijaya - 4

Seperti apa koleksi-koleksi fashion yang ada di Bimbi?

Kalau di Bimbi kita mencoba untuk mengkurasi lumayan banyak style. Jadi, kalau mau cari pakaian yang unik, yang enggak ada di pasaran, bisa cari di Bimbi. Mungkin gold jacket, gold shoes untuk ke pesta, atau mungkin yang kasual seperti crop top untuk anak, itu semua ada di Bimbi. So, how you unique your child is translated into fashion, and in Bimbi we try to tell the children to express themself the way they want.

As a working mom, pernah dapat komplain dari anak?

Sering sih, haha! Karena kalau enggak kerja sama sekali di weekend itu biasanya masih susah, jadi anakku sering komplain. “Mama, semuanya Bimbi lagi, Bimbi lagi, terus aku gimana?” Begitu kira-kira komplainnya. Untuk itu aku berusaha buat enggak main handphone saat mau fokus ke anak. Handphone benar-benar ditinggalkan. Karena kalau aku sedang pegang handphone untuk urusan kantor tapi juga mau bersama anak, itu pasti perhatiannya jadi setengah-setengah, kan. Jadi, misalnya aku sedang menjemput anak di sekolah, itu handphone benar-benar aku masukin tas agar fokus quality time sama anak. Lagi pula, situasi apa sih yang solusinya harus dicari sesegera itu sampai harus mengorbankan quality time kita bersama anak?

Jessica Wijaya - 5
Kesan pertama, penampilan, rasa percaya diri, enggak bisa dimungkiri dapat memengaruhi performa kita di dunia profesional. Fashion is part of our identity.

Bagaimana cara menyeimbangkan peran antara menjadi ibu, istri, dan fashionpreneur?

Tidak pernah ada keseimbangan yang ideal, dan itu harus dibuang jauh-jauh, karena tidak akan pernah ideal! Haha. Mungkin khususnya di bisnis fashion retail, ya, itu tidak pernah ada keseimbangan, selalu ada sesuatu atau masalah yang terjadi. Work-life imbalance itu sering terjadi, dan menurut aku ya, terima saja. Hari ini mungkin jalannya seperti ini, besok mungkin berbeda. Nah, ekspektasinya itu yang harus kita atur, bahwa tidak akan ada keseimbangan dalam menjalankan multiperan tersebut. Jadi, aku jalankan saja, lega dengan pengharapan bahwa apa pun yang terjadi di hari itu pasti akan berakhir dengan baik. Aku mencoba satu fokus satu hari.

Apakah mulai mengenalkan entrepreneurship sejak dini?

Secara tidak langsung anak mulai mengenal entrepreneurship sejak dini, ya. Anakku itu dari umur 6 bulan saja sudah ikut ke showroom untuk buying. Bahkan dari 1 minggu sebelum melahirkan saja tuh aku masih ke kantor, 3 bulan sudah kembali ke kantor, dan 6 bulan sudah buying trip mengajak anak. Pernah juga ketika anak masih umur 3 tahun itu dia mengajak teman-temannya masuk ke Bimbi, terus dia kasih lihat cara mix-and-match baju yang cocok untuk teman-temannya, persis seperti yang dilakukan brand manager kami di showroom. Menurutku itu sesuatu yang lucu dan aku tidak ada ekspektasi anakku bisa seperti itu.

Dari situ aku melihat kalau anakku juga into-fashion dan artsy, sehingga aku mulai ajak dia untuk berkontribusi di photoshoot dan di beberapa aktivitas Bimbi. Bahkan kita mau bikin summer campaign itu dia jadi director dan sudah ikut meeting juga. “Mama, boleh enggak kalau setiap liburan, aku membuat project di Bimbi?” Begitu katanya. Dia memang suka bereksperimen dengan seni dan aku mengagumi itu. My daughter is my little muse.

Tema summer campaign di Bimbi kali ini juga berawal dari anakku. Jadi ketika kita liburan tuh aku enggak membolehkan anak memegang handphone setiap saat, aku maunya ini menjadi waktu kita untuk terhubung, ngobrol. Saat itu dia hanya punya satu sketch book sebagai pengganti handphone. Mulailah anakku membuat sketsa ruangan yang dia lihat menarik. Dari situ aku terinspirasi untuk membuat Summer Sketch Book campaign untuk Bimbi. Ini juga yang menginspirasi aku untuk sharing ke sesama orang tua untuk mengenal bagaimana kita membawa anak menikmati liburan dengan mengurangi gadget. So, summer campaign di Bimbi nanti ada banyak aktivitas, art activity. Kita kasih konten seru di mana orang tua bisa mencontohkan di rumah aktivitas apa yang seru untuk anak-anak. Menurutku summer holiday atau liburan kenaikan kelas itu salah satu momen untuk anak mencari talenta atau pengalaman baru yang mereka tidak bisa temukan saat sedang sekolah.

Jessica Wijaya - 7

Apa saja ups and downs yang pernah dirasakan selama membangun bisnis?

Work-life balance itu benar-benar enggak ada, di mana tenaga kita sebagai ibu benar-benar habis. Aku bicara begini tidak hanya mewakili mompreneur, tapi juga semua ibu. Saat merasa “habis” itu kita sebagai manusia memang harus banyak self-care dan tahu apa yang ingin kita achieve dalam hidup. Nah, untuk itu, perspektif kita harus berganti, bagaimana caranya ketika sudah merasa mentok atau jaded, tetap bisa melihat sesuatu yang sudah biasa-biasa saja menjadi baru lagi.

Salah satu trik yang aku rasakan adalah dengan melakukan sesuatu setiap hari dengan situasi yang sama. Latih otak dan mata untuk bisa melihat sesuatu yang baru setiap hari, dalam keseharian yang begitu-begitu saja. Contohnya, ketika anakku bilang bosan, maka aku ajak dia ke supermarket untuk mencari 5 hal yang dia nggak pernah beli sama sekali. Cara ini membantu melatih otak untuk bisa melihat sesuatu yang sebenarnya biasa saja, menjadi hal yang baru. Tujuannya sederhana saja, itu membantu kita bisa melewati creative block atau fase burn-out karena stuck di aktivitas yang itu-itu saja. Jangan lupa untuk mengisi diri sendiri dulu sebelum kita bisa membimbing orang lain.

Apa achievement terbesar sebagai ibu?

Tiba-tiba anakku bilang, “Mommy, you’re so wise.” Wah, rasanya itu pujian terbaik, terindah, yang pernah aku rasakan di hidupku. Kenapa menurut aku ini indah sekali didengar di telingaku, karena menurutku untuk menjadi bijak harus sadar dulu kalau kita bukan manusia yang sempurna, dan harus bisa berani belajar dari ketidaksempurnaan tersebut hingga akhirnya bisa achieve sesuatu.

Jessica Wijaya - 7
Komunikasi dan aktivitas yang seru antara orang tua dan anak tentu bisa memberi dampak pada nurturing skills, dan ini yang juga berperan membangun inner beauty anak.

Seperti apa quality time favorit Anda dan Deedee?

She's my museum date! Deedee itu memang artsy, dia suka explore seni seperti menggambar, sketching, interior design, dan lainnya. Sedangkan aku tidak bisa art, aku mungkin lebih seperti thinker, makanya jadi kurator. Haha. Sekarang di Bimbi aku jadi kurator baju, kurator seni, kurator tempat.

Sebagai mompreneur, pernahkah merasa burnout?

Tentu pernah burnout, bahkan sampai merasa hidupku datar. Aku bahkan pernah mengalami dibilang depresi, melihat suatu cahaya mata saat melihat kota abu-abu itu aku pernah mengalami di titik itu. Bagaimana cara overcome burnout? Caraku adalah dengan belajar sesuatu yang baru. Saat itu aku sampai sabbatical leave dari Bimbi untuk ambil S-2 Museum Studies and Curatorial Practice di Singapura.

Aku memang suka sekolah, suka sejarah seni, cultural studies. Sempat bingung juga apa hubungannya jurusan S-2 ini dengan bisnis retail, ya? Ternyata hubungannya sangat erat, karena kuratorial di seni itu berangkatnya dari toko. Visual merchandising di toko itu sama seperti di museum. Apa yang aku pelajari di S-2 itu enggak hanya membantu bangkit dari burnout, tapi juga membuat Bimbi bisa maju selangkah lebih baik lagi.

Menurut Anda, kenapa para Moms harus berdaya?

Belum lama ini aku pernah interview seseorang. Aku tanya kenapa setelah punya anak masih ingin bekerja? Jawabannya bagus sekali, karena ia ingin memberi contoh ke anaknya kalau jadi perempuan itu masih bisa meraih impian. Aku sangat sependapat dengan orang itu, karena semua orang memang harus punya visi, misi, mimpi. Aku pun support para perempuan yang ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik. Pokoknya jangan biarkan siapa pun menghentikan langkah kita untuk meraih mimpi, kejar terus mimpinya. Entah itu mimpi berkarier, bisnis, sekolah lagi, berkarya, apapun itu. Just go for it.

Apa sih kunci sukses menekuni bisnis fashion retail?

Fashion itu bergerak cepat banget, kita harus punya keterampilan dan kelincahan untuk mengarungi badai apa pun itu. Enggak semua brand punya koleksi yang bagus di setiap season, jadi setiap season ada tantangannya masing-masing. Kita harus bisa mengkurasi agar brand itu masih langgeng, customer mau beli, dengan kondisi yang kita enggak selalu bisa kontrol.

Jessica Wijaya - 8

Apa big goals dalam membangun Bimbi?

Melihat visi misi Bimbi setelah 10 tahun berdiri, ternyata kita sudah achieve. Menurutku banyak kemurahan hati Tuhan untuk ada di sini dan bisa achieve visi misi saat awal membangun Bimbi. Dari situ baru mulai berpikir apa lagi yang mau diraih Bimbi. Akhirnya aku mengarah lebih ke komunitas. Karena Bimbi sudah punya komunitas parents yang kuat, jadi kita empower parents untuk meningkatkan parenting skills. Upgrade how we communicate with our children, main lagi dengan anak karena kita harus melihat hidup sebagai sesuatu yang seru. Komunikasi dan aktivitas yang seru antara orang tua dan anak tentu bisa memberi dampak pada nurturing skills, dan ini yang juga berperan membangun inner beauty anak.

Apa lagi yang sedang berusaha diraih seorang Jessica Wijaya?

Tahun ini kita sedang re-envisioning Bimbi dengan membuka satu tempat lagi, full flagship store di Pacific Place. Ini bukan cuma flagship store Bimbi, tapi juga akan ada tempat F&B di mana akan ada semacam galeri dengan instalasi seni juga di dalamnya, ada artwork shop untuk anak hingga dewasa. Harapannya tempat ini bisa membuat orang mencoba bereksperimen dengan makanan dan minuman baru, tempat main baru di mana anak bisa mencoba dressing up experience, tapi juga bermain seru di tempat itu. Itu yang sedang diolah dengan baik agar bisa buka di Oktober 2025 ini. Ini tempat yang tidak hanya seru, tapi juga sejalan dengan visi misi baru Bimbi. So parents, don’t forget to create moments of play with your children and nurture them with style.

Dalam 3 kata, seorang Jessica Wijaya adalah ibu yang...

Hopefully menjadi ibu yang fun dan wise, tapi akan lebih penting menjadi ibu yang bisa melewati badai. Karena sebagai wanita, ibu, fashionpreneur, itu kita harus tangguh. Bukan sekadar kokoh, tapi juga harus agile and nimble at the same time. Untuk aku yang orangnya visual banget, aku menggambarkan kita itu seperti bambu: Kokoh, enggak akan mudah patah, tapi bisa melewati berbagai situasi seperti badai. As a fashionpreneur and as a woman, I think that's very important. (M&B/TW/Foto: Lintang Sukmana/Digital Imaging: Erlangga Namaskoro/Stylist: Gabriela Agmassini)