Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Meja yang dulunya menjadi tempat berbagi kebahagiaan di restoran McDonald's Indonesia, kini memiliki misi baru: menopang mimpi anak-anak Indonesia di ruang kelas. Melalui program donasi furnitur, McDonald's Indonesia memberi kehidupan kedua bagi furnitur layak pakai dari restoran dan kantor, sekaligus menghadirkan semangat baru di sekolah-sekolah yang membutuhkan.
Di banyak daerah, sering kita jumpai anak-anak usia sekolah masih terkendala akan akses ke pendidikan yang layak. Bukan karena kurangnya kemauan, tapi karena keterbatasan fasilitas, meja dan kursi yang rusak, ruang kelas sempit, hingga rak buku yang sudah tidak layak pakai.
Namun, di tengah keterbatasan ini, hadir sekolah-sekolah inklusif seperti SDIT Nurul Huda di Cipinang, Jakarta Timur, serta PKBM Binar dan SMK Maleo di Bintaro, Tangerang Selatan, yang membuka pintu selebar-lebarnya tanpa memandang latar belakang ekonomi siswa.
PKBM Binar dan SMK Maleo, dua mitra lama McDonald’s Indonesia, telah bertahun-tahun memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak yang membutuhkan. Tak hanya mendapatkan pelajaran akademis, murid-murid juga dibekali keterampilan dan kepercayaan diri untuk masa depan yang lebih baik. Namun, semangat pengabdian itu kerap terbentur pada satu tantangan besar: keterbatasan fasilitas belajar.
Langkah nyata untuk pendidikan yang lebih baik
Melihat kebutuhan tersebut, McDonald's Indonesia menyalurkan total 256 furnitur dan fasilitas belajar layak pakai berupa meja, kursi, lemari, rak buku, proyektor, laptop, hingga playland untuk ketiga sekolah penerima. Setiap peralatan dipilih, dikurasi, dan disiapkan agar aman serta nyaman digunakan di kelas untuk mendukung konsentrasi belajar.
“Pendidikan adalah fondasi penting bagi masa depan generasi bangsa. Kami memilih sekolah penerima bantuan bukan hanya berdasarkan kebutuhan fasilitas, tapi juga semangat dan dedikasi pengelola serta para pengajarnya yang sejalan dengan visi kami: mendukung dunia pendidikan yang inklusif dan menciptakan lingkungan belajar yang memadai,” ujar Yulianti Hadena, Director of Human Resources & General Services McDonald's Indonesia.
Dampak nyata di ruang kelas
Bagi sebagian orang, meja dan kursi mungkin hanyalah sebuah furnitur semata. Namun, bagi siswa yang selama ini belajar di tengah keterbatasan fasilitas, kehadiran furnitur dan fasilitas belajar yang memadai berarti konsentrasi yang lebih baik, dan semangat belajar yang makin besar.
Di SDIT Nurul Huda, ruang tambahan untuk kelas 5 dan 6 kini dilengkapi furnitur yang layak, menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif. Sementara, di PKBM Binar, rak buku baru menggantikan kardus yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan koleksi perpustakaan. SMK Maleo juga merasakan perubahan serupa. Dengan meja dan kursi baru, siswa dapat mengikuti pelajaran praktik dengan lebih fokus dan nyaman, sementara guru bisa mengatur kelas dengan lebih efektif.
Bagian dari komitmen berkelanjutan
Inisiatif ini sejalan dengan semangat “Mekdi untuk Kemanusiaan”, sebuah program yang dirancang untuk membantu masyarakat dan komunitas yang membutuhkan, termasuk di bidang pendidikan, dengan membangun hubungan jangka panjang yang saling menguatkan antara dunia usaha dan dunia pendidikan.
Lebih lanjut, melalui program donasi furnitur layak pakai ini, McDonald’s Indonesia bukan hanya membantu sekolah yang membutuhkan mewujudkan ruang belajar yang lebih layak dan nyaman, tapi juga mencerminkan komitmen perusahaan untuk memanfaatkan kembali sumber daya secara bertanggung jawab, mengurangi limbah, dan memperpanjang umur pakai barang demi manfaat sosial.
“Kami percaya bahwa ruang belajar yang lebih nyaman dan memadai dapat mendukung para siswa lebih fokus, semangat, dan percaya diri di sekolah. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, bisa membawa dampak besar bagi masa depan mereka,” tutup Yulianti. (M&B/SW/Foto: Dok. McDonald’s Indonesia)
