Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, setelah menyusui bayi Anda, Anda mungkin kerap mendengar suara keroncongan dari perut Si Kecil padahal ia sudah minum ASI. Anda mungkin jadi bertanya-tanya, “Apakah bayiku sudah kenyang?” atau “Mengapa perutnya masih berbunyi padahal sudah minum ASI?”.
Suara perut bayi yang keroncongan setelah minum ASI sebenarnya adalah hal yang sangat normal dan umum terjadi. Sistem pencernaan bayi yang masih berkembang memiliki cara kerja yang berbeda dengan orang dewasa, sehingga berbagai suara dari perut Si Kecil adalah bagian alami dari proses pencernaan.
Untuk itu, simak penjelasan mengenai penyebab perut bayi keroncongan, kapan Anda perlu khawatir, dan tips untuk mengatasi kondisi tersebut berikut ini, Moms!
Penyebab perut bayi keroncongan padahal sudah minum ASI
1. Sistem pencernaan bayi masih berkembang
Bayi baru lahir memiliki sistem pencernaan yang belum matang sepenuhnya. Ususnya masih belajar memproses ASI dengan efisien, dan otot-otot pencernaan belum sepenuhnya terkoordinasi. Hal ini menyebabkan udara dan cairan bergerak melalui usus dengan cara yang bisa menimbulkan suara keroncongan. Namun, proses ini biasanya membaik seiring bertambahnya usia bayi. Pada usia 3-4 bulan, sistem pencernaan bayi sudah lebih matang dan suara keroncongan akan berkurang secara alami.
2. Udara yang tertelan saat menyusu
Ketika bayi menyusu, ia sering kali menelan udara bersamaan dengan ASI. Udara yang terperangkap di dalam perut dan usus inilah yang kemudian menimbulkan suara keroncongan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi yang:
- Menyusu dengan terburu-buru
- Memiliki posisi menyusu yang kurang tepat
- Menggunakan dot dengan lubang yang terlalu besar (untuk bayi yang diberi susu formula)
- Menangis sebelum menyusu.
3. Refleks gastrokolik
Refleks gastrokolik adalah respons alami tubuh ketika perut menerima makanan. Ketika bayi minum ASI, perutnya mengirimkan sinyal ke usus untuk mulai bergerak dan mempersiapkan ruang untuk makanan baru. Pergerakan usus inilah yang menimbulkan suara keroncongan. Refleks ini sangat aktif pada bayi dan dapat terjadi bahkan saat bayi baru saja selesai menyusu. Ini adalah tanda bahwa sistem pencernaan bayi berfungsi dengan normal.
Baca juga: Kenapa Bayi Sering Kentut? Ternyata Ini Penjelasannya, Moms
Kapan suara keroncongan dianggap normal?
Suara keroncongan pada perut bayi dianggap normal jika disertai dengan kondisi berikut ini.
- Bayi terlihat tenang dan nyaman
- Pola makan dan tidur bayi normal
- Pertambahan berat badan sesuai kurva pertumbuhan
- Frekuensi buang air besar dan buang air kecil normal
- Tidak ada tanda-tanda bayi kesakitan atau merasa tidak nyaman.
Tanda-tanda yang perlu diwaspadai
Meskipun suara keroncongan umumnya normal, ada beberapa kondisi yang perlu Anda waspadai, yakni:
- Bayi menangis terus-menerus dan sulit ditenangkan
- Perut bayi terasa kencang atau kembung
- Bayi muntah berlebihan
- Diare atau konstipasi yang berkepanjangan
- Penurunan berat badan atau pertumbuhan yang terhambat
- Bayi menolak menyusu atau tampak kesakitan saat menyusu.
Dalam kasus yang jarang terjadi, suara keroncongan yang berlebihan dapat mengindikasikan:
- Kolik: Kondisi di mana bayi menangis berlebihan tanpa penyebab yang jelas, biasanya terjadi pada sore atau malam hari.
- Refluks gastroesofageal: Kondisi di mana isi perut naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi.
- Intoleransi laktosa atau alergi: Meskipun jarang pada bayi yang mendapat ASI eksklusif, kondisi ini dapat menyebabkan masalah pencernaan.
Tips mengurangi suara keroncongan pada perut bayi
1. Teknik menyusui yang tepat. Pastikan posisi menyusui sudah benar untuk mengurangi jumlah udara yang tertelan bayi. Pastikan juga Si Kecil melekat dengan baik pada payudara dan posisikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dari tubuhnya. Selain itu, pastikan bayi menyusu dengan tenang dan tidak terburu-buru.
2. Sendawakan bayi. Menyendawakan bayi setelah menyusu adalah langkah penting untuk mengeluarkan udara yang tertelan. Moms juga bisa sendawakan bayi di tengah-tengah sesi menyusu.
3. Pijat perut bayi dengan lembut. Pijat bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan dan melancarkan pencernaan Si Kecil.
Baca juga: Kenapa Bayi Tidak Sendawa Tapi Kentut? Ini Penyebabnya, Moms
Itulah penjelasan mengenai kenapa perut bayi keroncongan padahal sudah minum ASI. Suara keroncongan dari perut bayi baru lahir adalah bagian normal dari perkembangan Si Kecil. Namun, memahami kondisi ini akan membantu Anda lebih tenang dan percaya diri dalam merawat bayi Anda, Moms. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)
