Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, Jika Anda sedang berada di fase awal kehamilan dan hati kecil berharap agar janinnya laki-laki, Anda tidak sendirian. Banyak orang tua berbagi perasaan yang sama: selain sehat, semoga janin yang dikandung berjenis kelamin laki-laki.
Keinginan akan anak laki-laki bisa muncul karena berbagai alasan: budaya, keinginan untuk family balancing (jika sudah punya anak perempuan), kepercayaan pribadi, atau sekadar rasa penasaran. Tidak ada yang salah dengan berharap, asalkan harapan itu tidak menjadi beban emosional atau membuat stres kehamilan.
Kesehatan ibu hamil dan janin tetap prioritas nomor satu. Karena itu, memahami fakta-fakta ilmiah sangat penting agar tidak terkecoh, misalnya dengan mitos atau praktik yang tidak aman.
Apa tanda hamil anak laki-laki?
Di masyarakat, ada banyak sekali mitos tentang ciri-ciri hamil anak laki-laki. Beberapa di antaranya adalah:
- Bentuk perut: Disebut-sebut kalau perut cenderung lebih “turun” atau runcing, maka kemungkinan bayi laki-laki.
- Ngidam makanan asin atau gurih: Diyakini kalau ngidam yang gurih, berarti hamil anak laki-laki, sedangkan manis berarti hamil anak perempuan.
- Detak jantung janin: Ada yang percaya jika detak jantung di bawah 140 bpm, itu artinya hamil anak laki-laki.
- Kondisi kulit ibu hamil: Katanya kalau kulit wajah bumil tetap bersih (tidak berjerawat), itu tanda hamil anak laki-laki.
Namun, Moms, semua tanda ini belum terbukti secara ilmiah. Menurut Mayo Clinic, satu-satunya cara akurat untuk mengetahui jenis kelamin bayi adalah melalui pemeriksaan medis, seperti USG (biasanya pada trimester kedua) atau melalui tes genetik bila memang dilakukan untuk indikasi medis. Semua “tanda” yang sering dibicarakan masyarakat lebih banyak bersifat mitos atau kebetulan.
Baca juga: 7 Cara Jitu agar Moms Hamil Anak Laki-Laki
Kapan harus hamil jika menginginkan anak laki-laki?
Berhubungan intim 12-24 jam sebelum atau tepat saat ovulasi bisa meningkatkan peluang hamil anak laki-laki. Menurut teori Shettles, sperma dengan kromosom Y (yang menghasilkan anak laki-laki) bergerak lebih cepat, tetapi umurnya lebih pendek dibandingkan sperma X (yang menghasilkan anak perempuan). Karena itu:
Berhubungan intim mendekati atau tepat saat ovulasi punya peluang sperma Y membuahi lebih tinggi, sehingga kemungkinan hamil anak laki-laki meningkat. Sedangkan berhubungan intim beberapa hari sebelum ovulasi, biasanya sperma Y mati lebih dulu, tersisa sperma X yang lebih tahan lama, sehingga peluang punya anak perempuan lebih besar.
Namun, penting diingat bahwa hingga kini bukti ilmiah soal timing konsepsi dan jenis kelamin bayi masih lemah. Beberapa studi menyebutkan tidak ada perbedaan signifikan dan peluang tetap sekitar 50:50. Tidak ada metode alami yang bisa menjamin keberhasilan memilih jenis kelamin bayi secara pasti.
Apa yang harus dilakukan jika menginginkan bayi laki-laki?
Jika Moms benar-benar berharap mendapat bayi laki-laki, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, walau harus diingat bahwa hasil akhirnya tetap tidak bisa dijamin.
1. Kenali siklus ovulasi dengan baik
Memantau masa subur melalui kalender, tes ovulasi, atau basal body temperature bisa membantu mencoba metode timing seperti Shettles. Meski belum terbukti 100% efektif, memahami siklus tetap bermanfaat untuk memperbesar peluang hamil secara umum.
2. Konsultasi dengan dokter
Jika harapan punya bayi laki-laki sangat kuat, bicarakanlah dengan dokter kandungan atau spesialis fertilitas. Mereka bisa memberi penjelasan tentang opsi medis seperti IVF dengan preimplantation genetic testing (PGT) yang secara ilmiah bisa menentukan jenis kelamin embrio.
3. Jaga kesehatan tubuh
Asupan nutrisi seimbang, olahraga rutin, dan mengelola stres sangat penting. Penelitian menunjukkan bahwa kesehatan reproduksi berperan dalam kualitas sperma dan peluang keberhasilan konsepsi.
4. Siapkan hati untuk segala kemungkinan
Sangat wajar jika Anda berharap hamil anak laki-laki, tetapi lebih penting lagi untuk menyiapkan diri menerima dengan penuh cinta apa pun hasilnya. Bayi sehat, entah laki-laki atau perempuan, adalah anugerah terbesar buat Anda dan suami.
Baca juga: Moms, Ini 10 Ciri Anda Hamil Anak Laki-Laki
Jika sudah positif hamil tapi ingin anak laki-laki
Tidak ada cara alami maupun intervensi medis setelah kehamilan terjadi yang bisa mengubah jenis kelamin bayi. Hal tersebut dijelaskan di Mayo Clinic, yang juga menegaskan bahwa jenis kelamin bayi sudah ditentukan pada saat konsepsi.
Secara ilmiah, begitu kehamilan dinyatakan positif, jenis kelamin janin sudah terbentuk sejak momen pembuahan. Hal ini karena kromosom seks yang menentukan jenis kelamin berasal dari sperma ayah: kromosom Y menghasilkan janin laki-laki (XY), sedangkan kromosom X menghasilkan janin perempuan (XX).
Satu-satunya cara untuk mengetahui jenis kelamin secara pasti adalah melalui pemeriksaan medis, seperti USG di trimester kedua atau tes genetik tertentu bila diperlukan untuk indikasi medis. Dengan kata lain, jika Moms sudah positif hamil, tidak ada metode alami, makanan, atau aktivitas yang bisa membuat janin berubah menjadi laki-laki.
Baca juga: Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi Tanpa USG
Moms, keinginan untuk memiliki bayi laki-laki adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi. Namun, secara ilmiah, jenis kelamin sudah ditentukan sejak pembuahan dan tidak bisa diubah setelah kehamilan terjadi.
Jadi, alih-alih larut dalam kekhawatiran, lebih bijak jika Moms memusatkan energi pada menjaga kesehatan diri dan Si Kecil di dalam kandungan, karena entah lahir laki-laki atau perempuan, setiap anak adalah anugerah tak ternilai yang akan memenuhi hidup dengan cinta dan kebahagiaan. (MB/TW/Foto: Katarzyna/Canva)
