Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Waspada Kolesterol Tinggi saat Hamil, Kenali Ciri-cirinya Sejak Dini

Waspada Kolesterol Tinggi saat Hamil, Kenali Ciri-cirinya Sejak Dini

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Kehamilan adalah momen berharga yang penuh kebahagiaan. Namun, di balik itu, tubuh ibu hamil juga mengalami banyak perubahan, termasuk kadar kolesterol yang bisa melonjak lebih tinggi daripada biasanya. Jika tidak disadari sejak awal, kolesterol tinggi saat hamil bisa menimbulkan risiko bagi bumil maupun janin. Untuk mencegahnya, kenali ciri-ciri kolesterol tinggi pada ibu hamil berikut ini, Moms!

Ciri-ciri kolesterol tinggi pada ibu hamil sering kali tidak spesifik atau tidak ada gejala sama sekali, sehingga penting bagi bumil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan rutin guna mendeteksinya melalui tes darah.

Batas normal kolesterol ibu hamil

Mengutip Alodokter, sebaiknya kadar kolesterol ibu hamil adalah kurang dari 240 mg/dL. Kadar kolesterol yang normal pada orang dewasa sendiri adalah 120-190 mg/dL. Namun, saat hamil, kadar kolesterol dapat meningkat hingga lebih dari 200 mg/dL. Biasanya, kadar kolesterol akan meningkat sekitar 20-50%, khususnya pada trimester kedua dan ketiga.

Tidak ada gejala khusus yang menandakan tingginya kadar kolesterol dalam tubuh. Karena itu, bumil harus rutin berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui kadar kolesterol dalam tubuh. Bila kadar kolesterol bumil melebihi 240 mg/dL, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menilai risikonya bagi kesehatan bumil, baik selama kehamilan maupun setelah melahirkan.

Apa bahayanya kolesterol terlalu tinggi pada ibu hamil?

Kolesterol tinggi yang dialami bumil bisa berbahaya karena meningkatkan risiko komplikasi seperti preeklampsia, diabetes gestasional, dan kelahiran prematur yang dapat membahayakan bumil dan janin, serta meningkatkan risiko penyakit jantung di kemudian hari.

Kadar kolesterol yang terlalu tinggi pada bumil juga bisa mengganggu aliran darah ke plasenta dan memengaruhi pertumbuhan janin, sehingga sangat penting untuk mengelola kadar kolesterol selama kehamilan.

Baca juga: 7 Kebiasaan Makan yang Bisa Picu Kolesterol Tinggi

Ciri-ciri kolesterol tinggi pada ibu hamil

Ciri-ciri kolesterol tinggi pada ibu hamil seringkali tidak spesifik atau tidak ada gejala sama sekali, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan kehamilan rutin guna mendeteksinya melalui tes darah. Beberapa tanda yang mungkin muncul akibat kolesterol tinggi pada ibu hamil antara lain:

1. Sakit kepala: Pembuluh darah yang mengeras akibat kolesterol tinggi bisa menyebabkan sakit kepala yang persisten.

2. Kelelahan: Kurangnya aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh akibat penumpukan plak di pembuluh darah bisa menyebabkan bumil mudah merasa lelah.

3. Kesemutan atau mati rasa: Penumpukan plak kolesterol dapat menghambat aliran darah ke kaki dan tangan, menyebabkan kesemutan atau kram.

4. Nyeri dada: Penumpukan lemak pada arteri jantung dapat mengganggu aliran darah ke jantung dan memicu nyeri dada.

5. Sesak napas: Jantung harus bekerja lebih keras saat aliran darah terganggu, yang bisa menyebabkan sesak napas, terutama setelah aktivitas ringan.

6. Xanthelasma: Munculnya bercak kuning pada sudut kelopak mata yang merupakan penumpukan kolesterol.

Bagaimana cara menjaga kadar kolesterol saat hamil?

Untuk menjaga kadar kolesterol saat hamil, bumil perlu menerapkan gaya hidup sehat dan membatasi makanan tinggi gula dan lemak jenuh; serta rutin melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang aman untuk bumil seperti jalan kaki atau yoga prenatal. Selain itu, kelola stres dengan baik, istirahat cukup, dan pastikan untuk berkonsultasi rutin dengan dokter guna memantau kadar kolesterol saat hamil.

1. Pola makan sehat 

Perbanyak serat: Konsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran, buah-buahan, gandum utuh, dan biji-bijian untuk membantu menurunkan kolesterol.

Pilih lemak sehat: Masukkan alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun ke dalam menu Anda, serta konsumsi ikan yang kaya omega-3 seperti salmon dan tuna.

Batasi makanan tidak sehat: Hindari makanan yang digoreng, tinggi lemak jenuh, serta makanan yang banyak mengandung gula.

Cukupi air putih: Pastikan bumil minum air putih yang cukup guna mendukung metabolisme dan membantu menurunkan kolesterol.

Baca juga: Makanan Penurun Kolesterol Tinggi untuk Ibu Hamil

2. Gaya hidup aktif dan sehat

Olahraga rutin: Lakukan olahraga yang aman untuk ibu hamil, seperti jalan kaki, berenang, atau yoga prenatal, untuk membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kolesterol.

Kelola stres: Latihan pernapasan dalam dan meditasi bisa membantu mengurangi stres, yang juga berpengaruh pada kadar kolesterol Anda.

Istirahat cukup: Tidur yang cukup (minimal 7-8 jam per hari) bisa membantu menyeimbangkan hormon dalam tubuh.

3. Konsultasi medis

Periksakan diri secara rutin: Lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memantau kadar kolesterol Anda dan pastikan dokter mengetahui kondisi Anda.

Jangan konsumsi obat penurun kolesterol tanpa anjuran dokter: Beberapa obat penurun kolesterol tidak aman dikonsumsi selama kehamilan dan dapat membahayakan janin.

Itulah ciri-ciri kolesterol tinggi pada ibu hamil. Jika Moms khawatir dengan kadar kolesterol saat hamil, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan. Dokter akan memberikan saran yang paling aman dan sesuai dengan kondisi Anda agar kehamilan berjalan sehat dan lancar hingga persalinan nanti. (MB/YE/SW/Foto: Serhii_bobyk/Freepik)