Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Penting Dikenali Tandanya, Alergi Susu Sapi Bisa Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Penting Dikenali Tandanya, Alergi Susu Sapi Bisa Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Alergi susu sapi (ASS) pada anak kini menjadi isu kesehatan penting karena gejalanya sering kali menyerupai kondisi ringan lainnya sehingga sulit dikenali. Akibatnya, banyak anak yang memiliki alergi susu sapi mengalami keterlambatan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Secara global, diperkirakan sekitar 2-3% anak mengalami alergi susu sapi pada tahun pertama kehidupannya. Di Indonesia, berdasarkan data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), angka kejadiannya bahkan lebih tinggi, yakni mencapai 2-7,5% pada anak.

Kondisi ini dapat memengaruhi tumbuh kembang anak karena gangguan penyerapan nutrisi penting yang berisiko menyebabkan kekurangan gizi. Karena itu, deteksi dini, pencegahan dan tata laksana kebutuhan nutrisi bagi anak dengan alergi susu sapi menjadi sangat penting untuk memastikan anak tetap mendapatkan asupan nutrisi yang tepat dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan yang sehat.

Saatnya Orang Tua SADAR Alergi Susu Sapi pada Anak

Untuk menanggapi hal tersebut dan dalam rangka World Allergy Awareness Day yang jatuh pada tanggal 16 Oktober lalu, Danone Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan edukasi Bicara Gizi dengan mengusung tema “Listen to The Little Sign: Saatnya Orang Tua SADAR Alergi Susu Sapi pada Anak”, yang bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya peka terhadap gejala alergi susu sapi pada anak sejak dini.

Melalui ajakan SADAR Alergi (Screening Awal dan Asupan Rekomendasi Alergi), Danone Indonesia ingin menekankan pentingnya deteksi dini dan konsultasi dengan dokter anak untuk memastikan diagnosis yang tepat, penanganan optimal, serta rekomendasi nutrisi sesuai kebutuhan anak.

“Alergi susu sapi masih menjadi salah satu tantangan kesehatan anak, baik di Indonesia maupun di dunia. Momentum World Allergy Awareness Day 2025 menjadi kesempatan penting bagi kami untuk mendorong kesadaran orang tua agar lebih mengenali tanda-tanda awal alergi susu sapi dan memahami pentingnya berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini, agar anak-anak tetap dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Corporate Communications Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin. 

Selain menghambat pertumbuhan fisik, alergi susu sapi juga berpotensi memengaruhi fungsi kognitif dan kualitas hidup anak. Kondisi ini juga sering menimbulkan stres emosional bagi orang tua, terutama para ibu.

Penelitian Annals of Medical Research juga mengungkapkan bahwa para ibu dengan anak yang memiliki alergi susu sapi sering kali merasa khawatir terhadap pemenuhan gizi anak, terutama karena asupan nutrisi yang tidak optimal dan keterbatasan informasi yang akurat. Karena itu, anak dengan alergi susu sapi memerlukan rekomendasi nutrisi yang tepat dari dokter anak untuk mendukung tumbuh kembang optimal sekaligus mengurangi kekhawatiran orang tua.

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Tiara Nien Paramita, Sp.A, masih banyak orang tua yang belum menyadari bahwa gejala awal alergi susu sapi sering menyerupai flu, kolik, iritasi kulit atau gangguan pencernaan ringan. “Tanda-tanda seperti ruam pada kulit, muntah, diare, atau anak yang tampak lebih rewel bisa menjadi sinyal alergi yang perlu diperhatikan. Saat ini, makin banyak orang tua yang mencari informasi kesehatan melalui internet, perlu diingat bahwa setiap anak memiliki kondisi alergi yang berbeda, sehingga tidak semua informasi dapat diterapkan secara umum. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter anak menjadi langkah penting agar diagnosis dapat diberikan secara tepat.”

Anak dengan riwayat keluarga alergi memiliki risiko lebih tinggi mengalami alergi susu sapi. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda gejala sekecil apa pun. Mengingat gejala alergi susu sapi sering mirip kondisi lain dan proses diagnosis bisa memerlukan waktu serta observasi, orang tua yang peka terhadap tanda awal akan membantu dokter menentukan diagnosis lebih cepat dan tepat.

Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH menjelaskan bahwa anak dengan alergi susu sapi tetap membutuhkan nutrisi lengkap dan seimbang untuk tumbuh kembang optimal.

“Melalui inisiatif SADAR Alergi (Screening Awal dan Asupan Rekomendasi Alergi), Danone Indonesia ingin mengedukasi orang tua agar lebih memahami pentingnya mengenali tanda-tanda awal alergi dan memastikan tata laksana nutrisi yang tepat sesuai rekomendasi dokter sehingga anak mendapatkan asupan yang paling sesuai untuk kondisi masing-masing anak,” ujar dr. Ray.

“SADAR Alergi menekankan bahwa setiap anak memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, sehingga konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting untuk menentukan jenis nutrisi dan formula yang paling tepat bagi kondisi masing-masing anak. Dengan demikian, orang tua dapat lebih proaktif dalam mendeteksi gejala sejak dini dan berkonsultasi dengan dokter agar anak mendapatkan penanganan serta rekomendasi nutrisi yang tepat,” tutup dr. Ray. (MB/SW/Foto: Dok. Danone Indonesia)