Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Tips agar Cepat Melahirkan di Usia Kandungan 38 Minggu

Tips agar Cepat Melahirkan di Usia Kandungan 38 Minggu

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Moms, saat usia kehamilan Anda sudah 38 minggu, rasanya pasti campur aduk, antara bahagia, tidak sabar, dan mungkin sedikit lelah dengan perut yang makin membesar. Tidur mulai sulit, punggung terasa pegal, dan pertanyaan “Kapan bayiku akan lahir?” mungkin terus terngiang di kepala. Anda juga mungkin mulai mencari cara untuk “membujuk” Si Kecil keluar dari dalam perut.

Kabar baiknya, ada beberapa tips alami yang bisa Moms coba untuk membantu merangsang persalinan dan mebantu cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu. Namun, ingatlah bahwa setiap kehamilan itu unik. Artikel ini akan membantu Anda memahami apa yang sedang terjadi pada tubuh Anda, tanda-tanda persalinan sudah dekat, dan tips aman untuk memancing kontraksi alami.

Apakah kehamilan 38 minggu aman untuk melahirkan?

Jawabannya ya, umumnya aman, Moms. Menurut standar medis, kehamilan dianggap cukup bulan (full term) mulai dari usia 39 minggu hingga 40 minggu dan 6 hari. Namun, usia 37 minggu hingga 38 minggu 6 hari disebut sebagai early term atau cukup bulan awal.

Pada usia 38 minggu, perkembangan organ vital bayi, seperti paru-paru dan otak, biasanya sudah matang dan siap berfungsi di luar rahim. Berat badan bayi pun sudah cukup ideal. Jadi, jika Si Kecil memutuskan untuk lahir sekarang, ia sudah siap. Namun, perlu diingat bahwa membiarkan bayi menentukan waktu lahirnya sendiri (selama kondisi bumil dan bayi sehat) sering kali adalah pilihan terbaik, karena perkembangan otak dan paru-paru masih terus terjadi hingga detik-detik terakhir.

Ciri-ciri seminggu lagi mau melahirkan

Terkadang, tubuh Moms sebenarnya sudah memberikan “kode” bahwa persalinan tinggal menghitung hari, bahkan tanpa perlu dipancing. Coba perhatikan perubahan pada tubuh Anda, apakah Anda merasakan tanda-tanda berikut ini?

1. Posisi bayi turun panggul

Moms mungkin merasa bernapas jadi lebih lega dan tidak sesak lagi di bagian ulu hati. Ini karena kepala bayi sudah turun masuk ke rongga panggul (istilah medisnya lightening). Namun, sebagai gantinya, Moms mungkin akan lebih sering buang air kecil karena tekanan pada kandung kemih meningkat.

2. Keluar lendir kental (mucus plug)

Selama hamil, leher rahim tersumbat oleh gumpalan lendir untuk melindungi bayi dari bakteri. Menjelang persalinan, leher rahim mulai melunak dan menipis, sehingga sumbatan lendir ini bisa lepas. Bentuknya bisa seperti keputihan yang sangat kental, terkadang disertai sedikit bercak darah (bloody show).

3. Naluri nesting yang kuat

Tiba-tiba Anda merasa sangat berenergi untuk membersihkan rumah, menata ulang kamar bayi, atau mencuci baju bayi lagi? Ini disebut nesting instinct. Ini adalah cara alami tubuh untuk mempersiapkan rumah guna menyambut anggota keluarga baru.

4. Gangguan pencernaan ringan

Beberapa bumil mengalami buang air besar yang lebih sering atau feses yang lebih lunak menjelang persalinan. Ini adalah cara alami tubuh untuk mengosongkan usus guna memberikan ruang lebih bagi bayi saat melewati jalan lahir nanti.

Apa saja yang bisa merangsang bayi cepat lahir?

Jika Moms belum merasakan tanda-tanda di atas dan ingin mencoba induksi alami, kuncinya ada pada dua hal: hormon oksitosin dan pematangan serviks (leher rahim).

Oksitosin adalah hormon cinta yang bertugas memicu kontraksi rahim. Segala aktivitas yang membuat Moms merasa rileks, dicintai, dan nyaman dapat meningkatkan produksi hormon ini. Di sisi lain, hormon prostaglandin membantu melunakkan leher rahim agar siap membuka.

Metode induksi alami bekerja dengan cara menstimulasi salah satu atau kedua hal tersebut. Jadi, fokus utamanya bukan memaksakan bayi keluar, melainkan mempersiapkan tubuh Anda agar lebih siap untuk proses persalinan.

Baca juga: Mengenal Proses Induksi Persalinan untuk Mempercepat Kelahiran

Tips agar cepat kontraksi asli

Berikut ini beberapa langkah aman yang bisa Anda praktikkan di rumah untuk merangsang kontraksi alami di usia kehamilan 38 minggu. Namun, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum mencoba metode-metode ini ya, Moms.

1. Banyak bergerak dan berjalan kaki

Cara paling sederhana dan cukup efektif adalah berjalan kaki. Saat Moms berdiri tegak dan bergerak, gaya gravitasi akan membantu menekan kepala bayi ke arah leher rahim. Tekanan ritmis dari kepala bayi ini akan merangsang pelepasan oksitosin dan membantu penipisan serviks. Anda cukup jalan santai di pagi atau sore hari keliling kompleks atau taman selama 30 menit. Namun, jangan sampai terlalu lelah, karena Anda butuh tenaga untuk persalinan nanti.

2. Stimulasi puting payudara

Ini adalah salah satu cara yang terbukti secara ilmiah cukup ampuh. Menstimulasi puting susu dapat memicu pelepasan hormon oksitosin yang kuat. Moms bisa melakukannya sendiri dengan memijat lembut area areola atau meminta bantuan suami Anda. Lakukan secara bergantian pada payudara kiri dan kanan. Hentikan stimulasi saat kontraksi mulai terasa, dan lanjutkan kembali saat kontraksi mereda.

3. Berhubungan intim

Meskipun mungkin terasa canggung atau sulit dilakukan dengan perut besar, berhubungan intim bisa menjadi induksi alami yang menyenangkan. Ada dua alasan cara ini berhasil:

1. Sperma mengandung prostaglandin: Cairan sperma mengandung hormon prostaglandin yang tinggi, yang berfungsi melunakkan dan mematangkan leher rahim.

2. Orgasme memicu oksitosin: Saat Moms mencapai orgasme, rahim akan berkontraksi akibat pelepasan oksitosin.

Namun, metode ini tidak disarankan jika ketuban Anda sudah pecah, karena dapat meningkatkan risiko infeksi.

4. Mengonsumsi kurma

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Obstetrics and Gynaecology menunjukkan bahwa ibu hamil yang rutin mengonsumsi kurma (sekitar 6 butir per hari) di 4 minggu terakhir kehamilan memiliki leher rahim yang lebih matang dan proses pembukaan yang lebih cepat saat melahirkan. Kurma memberikan energi instan yang sangat dibutuhkan tubuh saat menghadapi persalinan.

Baca juga: 12 Makanan yang Bisa Menjadi Induksi Alami Persalinan Anda

5. Menggunakan birthing ball (bola gym)

Duduklah di atas bola gym (bola persalinan) sambil memutar panggul atau memantul-mantul lembut. Posisi ini membantu membuka panggul Anda dan memberikan ruang bagi bayi untuk turun ke posisi lahir yang optimal. Posisi duduk tegak dengan kaki terbuka lebar juga sangat baik untuk mempersiapkan jalan lahir.

6. Relaksasi dan pijat

Stres adalah musuh utama persalinan. Saat Anda stres, tubuh memproduksi adrenalin yang dapat menghambat produksi oksitosin. Cobalah untuk rileks. Mintalah suami memberikan pijatan lembut di punggung (pijatan oksitosin), mandi air hangat, mendengarkan musik yang menenangkan, atau melakukan meditasi. Makin Anda rileks, makin mudah bagi tubuh untuk memulai proses persalinan.

Itulah tips yang bisa dilakukan agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu. Namun, jika Anda sudah mencoba tips di atas tetapi Si Kecil belum juga memberikan sinyal ingin keluar, jangan kecewa. Bayi paling tahu kapan waktu yang tepat untuk lahir. Percayakan prosesnya pada tubuh dan bayi Anda, Moms. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)