Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Demam berdarah (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang paling menakutkan bagi orang tua, terutama karena gejalanya bisa muncul secara tiba-tiba dan berkembang cepat tanpa disadari. Moms tentu ingin selalu siap menghadapi situasi darurat seperti ini. Untuk itu, Anda perlu tahu pertolongan pertama demam berdarah pada anak, Moms.
Ketika anak mulai menunjukkan tanda-tanda DBD, pertolongan pertama yang tepat menjadi kunci untuk mencegah kondisinya memburuk. Mengetahui langkah-langkah awal yang aman dan efektif tidak hanya membantu menjaga kesehatan Si Kecil, tetapi juga memberi ketenangan bagi Moms dan keluarga.
Pertolongan pertama demam berdarah pada anak
Dalam kondisi seperti ini, mengetahui pertolongan pertama demam berdarah pada anak yang tepat bisa membantu mencegah kondisi anak memburuk sebelum mendapatkan penanganan dokter. Berikut ini langkah-langkah darurat yang aman dan harus Moms lakukan.
1. Berikan banyak cairan seperti air putih, oralit, cairan elektrolit, jus encer, atau sup hangat secara teratur untuk mencegah dehidrasi dan membantu tubuh anak tetap stabil.
2. Turunkan demam dengan paracetamol (acetaminophen) sesuai dosis anak. Pastikan pemberian obat sesuai aturan agar aman dan efektif.
3. Hindari aspirin, ibuprofen, dan obat antiinflamasi lain karena dapat meningkatkan risiko perdarahan, yang berbahaya bagi anak dengan DBD.
4. Lakukan kompres hangat atau sponge bath untuk membantu menurunkan panas tubuh tanpa membuat anak menggigil atau tidak nyaman.
5. Biarkan anak istirahat total (bed rest) agar tubuh bisa fokus memulihkan daya tahan dan melawan infeksi.
6. Pantau jumlah cairan yang diminum, frekuensi buang air kecil, dan tanda-tanda dehidrasi agar bisa mendeteksi lebih awal jika kondisi anak memburuk.
7. Amati tanda bahaya, seperti muntah terus-menerus, perdarahan (mimisan, gusi berdarah, memar), nyeri perut hebat, anak sangat lemas, atau menolak minum. Jika muncul, segera bawa ke IGD atau fasilitas kesehatan terdekat.
8. Bawa anak ke dokter secepatnya jika demam tidak turun dalam 2-3 hari, atau sejak awal jika Moms mencurigai gejala DBD. Penanganan medis lebih awal dapat mencegah komplikasi serius.
Baca juga: Demam Turun Setelah Minum Obat Kemudian Naik Lagi? Ini Alasannya
Apa ciri-ciri anak kena DBD?
Moms, demam berdarah pada anak bisa berkembang cepat dan kadang sulit dikenali di tahap awal. Berikut ini ciri-ciri khas dari DBD yang perlu Moms ketahui.
1. Demam tinggi mendadak. Suhu tubuh bisa mencapai 39-40 °C, muncul secara tiba-tiba, dan berlangsung 2-7 hari.
2. Nyeri kepala dan tubuh. Anak sering mengeluh sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot, dan nyeri sendi.
3. Muncul ruam di kulit. Bintik merah atau ruam bisa muncul pada kulit, kadang menyerupai campak.
4. Mual, muntah, atau tidak nafsu makan. Gejala pencernaan umum yang membuat anak kehilangan nafsu makan.
5. Perdarahan ringan. Bisa berupa mimisan, gusi berdarah, atau memar di kulit.
6. Nyeri perut atau perut keras. Tanda serius yang bisa menunjukkan komplikasi, harus segera ditangani tenaga medis.
Namun, jika anak mengalami tanda peringatan berat seperti lemas, gelisah, napas cepat, atau kulit tampak pucat dan dingin, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis segera.
Baca juga: 10 Cara Mengatasi Anak Demam di Malam Hari
Fase demam berdarah pada anak
Demam berdarah biasanya berkembang melalui tiga fase utama, yang penting diketahui oleh orang tua untuk memantau kondisi anak, yakni:
1. Fase demam (febrile phase)
Durasi: 2-7 hari.
Ciri-ciri: Demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, nyeri di belakang mata, mual, muntah, lemas.
Penting: Hidrasi yang cukup sangat diperlukan agar anak tidak dehidrasi.
2. Fase kritis (critical phase)
Durasi: Biasanya 24-48 jam setelah demam mulai turun.
Ciri-ciri:
- Cairan dari pembuluh darah bisa bocor ke jaringan tubuh dan menyebabkan penurunan tekanan darah atau syok.
- Perdarahan ringan atau berat (mimisan, gusi berdarah, memar).
- Anak bisa tampak pucat, lemah, napas cepat, atau gelisah.
Penting: Fase ini berisiko tinggi, perlu penanganan medis intensif di rumah sakit.
3. Fase pemulihan (recovery phase)
Durasi: 2-3 hari setelah fase kritis.
Ciri-ciri:
- Kondisi anak mulai membaik
- Demam hilang, nafsu makan kembali normal
- Kadar cairan dalam tubuh kembali stabil
- Kadang muncul ruam kulit sebagai tanda pemulihan.
Penting: Tetap pantau anak, beri cukup cairan dan nutrisi, serta pastikan istirahat cukup.
Itulah penjelasan mengenai pertolongan pertama demam berdarah pada anak. Demam berdarah pada anak bisa berkembang cepat dan membutuhkan perhatian serius. Pertolongan pertama di rumah, seperti memberikan banyak cairan, menurunkan demam dengan aman, dan memastikan anak istirahat cukup, akan membantu.
Namun, langkah paling penting adalah segera membawa anak ke dokter atau fasilitas kesehatan begitu muncul gejala DBD atau tanda bahaya, sehingga Si Kecil mendapatkan perawatan yang aman dan mencegah komplikasi serius. (MB/YE/SW/Foto: Freepik)
