Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

4 Jenis Makanan yang Menyebabkan Bayi Lahir Prematur

4 Jenis Makanan yang Menyebabkan Bayi Lahir Prematur

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu dan masih menjadi tantangan dalam dunia medis. Meskipun tidak semua pemicu dapat diprediksi, bukti ilmiah menunjukkan ada hubungan yang kuat antara pola makan ibu hamil dan durasi kehamilan serta makanan yang menyebabkan bayi lahir prematur.

Artikel berikut ini berisi penjelasan bagaimana makanan tertentu dapat memicu mekanisme biologis yang mengarah pada persalinan dini dan kelahiran bayi prematur. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini, Moms!

Apa penyebab utama bayi lahir prematur?

Sebelum membahas spesifik tetang makanan, penting untuk memahami penyebab utama bayi lahir prematur. Secara medis, pemicu kelahiran prematur dapat dikategorikan ke dalam beberapa faktor utama, yaitu:

1. Kondisi kesehatan ibu hamil: Penyakit kronis seperti diabetes, penyakit ginjal, atau hipertensi (tekanan darah tinggi) dapat memaksa tubuh untuk melakukan persalinan lebih awal demi keselamatan ibu dan bayi.

2. Komplikasi kehamilan: Masalah pada plasenta (seperti plasenta previa atau abruptio placentae), leher rahim yang lemah, atau ketuban pecah dini.

3. Infeksi: Infeksi pada saluran kemih, cairan ketuban, atau infeksi menular seksual dapat memicu respons peradangan tubuh yang merangsang kontraksi rahim.

4. Faktor gaya hidup: Merokok, konsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang, dan stres fisik atau mental yang ekstrem.

Nutrisi berperan sebagai fondasi utama yang menopang semua faktor di atas. Pola makan yang buruk dapat memperburuk kondisi kesehatan bumil, melemahkan sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi, dan secara langsung memengaruhi kekuatan rahim.

Hubungan pola makan dengan risiko bayi prematur

Hubungan antara apa yang Anda konsumsi dan kapan Anda melahirkan sangatlah berhubungan. Makanan bukan sekadar asupan yang diproses oleh tubuh. Melainkan untuk mengatur hormon, peradangan, dan pertumbuhan sel. Ketika nutrisi ini salah, sistem tubuh dapat memberikan respons yang tidak diinginkan, Moms.

Nah, jika makanan yang dikonsumsi bumil terkontaminasi bakteri atau parasit tertentu, hal tersebut dapat menyebabkan infeksi serius. Bakteri seperti Listeria monocytogenes atau Salmonella memiliki kemampuan untuk menembus barier plasenta, menginfeksi janin, dan menyebabkan persalinan prematur atau bahkan keguguran.

Makanan yang menyebabkan bayi lahir prematur

1. Makanan mentah atau tidak matang sempurna

Daging, ikan, dan telur yang tidak dimasak hingga matang sempurna adalah ancaman bahaya untuk janin Anda. Makanan dalam kategori ini potensial bagi bakteri Toxoplasma gondii, Salmonella, dan Listeria.

Daging mentah/setengah matang: Daging mentah atau setengah matang berisiko memicu infeksi yang dapat menyebabkan kerusakan pada janin dan memicu tubuh bumil dan berisiko melahirkan lebih awal.

Sushi dan sashimi: Ikan mentah berisiko mengandung cacing parasit dan bakteri. Selain itu, beberapa jenis ikan laut dalam mengandung kadar merkuri tinggi yang merusak sistem saraf janin yang sedang berkembang.

Telur setengah matang: Telur yang kuningnya masih cair berisiko mengandung Salmonella. Keracunan makanan akibat bakteri ini menyebabkan demam tinggi, muntah, dan diare hebat yang dapat memicu kontraksi rahim.

2. Susu tanpa pasteurisasi

Produk susu mentah (susu sapi atau kambing yang diperah langsung tanpa dipanaskan) dan keju lunak tertentu (Brie, Camembert, Feta, Blue Cheese) yang dibuat dari susu mentah adalah sarang utama bakteri Listeria monocytogenes.

Listeriosis adalah infeksi serius yang sering kali memiliki gejala ringan pada bumil (seperti flu biasa), tetapi dampaknya pada janin sangat fatal. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi darah pada janin, persalinan prematur, hingga lahir mati (stillbirth). Jadi, pastikan setiap produk susu yang Anda konsumsi memiliki label "pasteurisasi" yang jelas, Moms.

Baca juga: Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil yang Baik Dikonsumsi

3. Makanan ultra-proses

Makanan ultra-proses (ultra-processed foods) seperti sosis, nugget, keripik kemasan, dan makanan instan mengandung kadar garam (natrium), gula tambahan, dan lemak trans sangat tinggi. Ini menyebabkan beberapa komplikasi kehamilan, seperti:

1. Hipertensi dan preeklampsia: Kandungan natrium yang berlebihan meningkatkan tekanan darah secara drastis. Hipertensi gestasional bisa menyebabkan preeklampsia, kondisi serius yang sering kali mengharuskan dokter melakukan induksi persalinan prematur demi menyelamatkan nyawa bumil.

2. Peradangan sistemik: Lemak trans dan pengawet kimia memicu respons imun yang menyebabkan peradangan. Peradangan merupakan sinyal bagi tubuh yang dapat memicu kontraksi dini.

4. Alkohol dan kafein

Alkohol adalah zat teratogenik yang harus dihapus total dari daftar list minuman Anda. Tidak ada batas aman konsumsi alkohol selama kehamilan. Alkohol dapat menembus plasenta dan meningkatkan risiko kelahiran prematur serta berat badan lahir rendah.

Mengenai kafein, kuncinya adalah moderasi. Kafein merupakan stimulan yang meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, dua kondisi ini tidak ideal selama kehamilan. Konsumsi kafein berlebihan (lebih dari 200 mg per hari, setara dengan satu cangkir kopi besar) dapat berisiko keguguran dan kelahiran prematur. Perlu diingat bahwa kafein tidak hanya ada dalam kopi, tetapi juga teh, cokelat, dan minuman berenergi.

Bagaimana cara mencegah bayi lahir prematur melalui pola makan?

1. Cukupkan nutrisi pada ibu hamil

Ada beberapa nutrisi spesifik yang terbukti secara klinis dapat mencegah persalinan dini:

1. Asam lemak omega-3 (DHA & EPA): Studi menunjukkan bahwa suplemen yang mengandung omega-3 dapat menurunkan risiko kelahiran prematur. Zat ini bekerja dengan mengurangi peradangan pada rahim. Sumber asam lemak omega-3 meliputi ikan matang rendah merkuri (seperti salmon), biji chia, dan kenari.

2. Zat besi: Anemia defisiensi besi meningkatkan risiko berat badan lahir rendah dan bayi lahir prematur. Tingkatkan asupan daging merah tanpa lemak (yang sudah matang sempurna), bayam, dan kacang-kacangan.

3. Asam folat: Selain mencegah cacat tabung saraf, asam folat berperan penting dalam pembentukan plasenta yang sehat. Sayuran hijau gelap, jeruk, dan biji-bijian adalah sumber yang sangat baik.

Baca juga: Ini Ciri-Ciri Ibu Hamil Kekurangan Asam Folat

2. Cairan yang cukup 

Dehidrasi dapat menurunkan volume darah, yang kemudian memicu pelepasan hormon oksitosin. Oksitosin adalah hormon yang bertanggung jawab atas kontraksi rahim. Memastikan asupan cairan yang cukup (minimal 8-10 gelas per hari) adalah cara termudah dan paling efektif untuk mencegah kontraksi palsu maupun kontraksi prematur.

3. Menjaga berat badan ideal saat masa kehamilan

Berat badan yang ekstrem berhubungan dengan kelahiran prematur. Obesitas meningkatkan risiko preeklampsia dan diabetes gestasional, sementara berat badan kurang (underweight) menandakan kurangnya nutrisi pendukung bagi janin. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk memantau grafik kenaikan berat badan Anda dan sesuaikan asupan kalori berdasarkan kebutuhan Anda.

Itulah beberapa makanan yang menyebabkan bayi prematur. Ingatlah bahwa setiap pilihan makanan yang Anda konsumsi adalah bentuk kasih sayang Anda untuk buah hati di masa depan. (MB/AY/GP/Foto: Freepik)