Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Ciri-Ciri Flu Singapura Sudah Sembuh dan Cara Mencegahnya

Ciri-Ciri Flu Singapura Sudah Sembuh dan Cara Mencegahnya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Flu Singapura, atau secara medis dikenal sebagai hand, foot, and mouth disease (HFMD), sering kali membuat orang tua khawatir karena gejalanya yang terlihat menyakitkan pada anak-anak. Meski penyakit ini umum dialami oleh anak-anak, tidak menutup kemungkinan orang dewasa bisa mengalaminya. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus ini memang sangat menular. Namun, dengan perawatan yang tepat, tubuh biasanya dapat pulih sepenuhnya.

Memahami kapan fase infeksi berakhir sangat penting untuk menentukan kapan penderita bisa kembali beraktivitas di sekolah atau tempat umum. Lalu, bagaimana ciri-ciri flu Singapura sudah sembuh? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Moms!

Gejala flu Singapura

Sebelum memasuki fase penyembuhan, penting untuk mengenali gejala klinisnya. Meski berbeda, gejala awal flu Singapura bisa tampak sangat mirip dengan flu biasa. Berikut ini beberapa gejala umum flu Singapura.

Demam dan sakit tenggorokan: Si Kecil mengalami demam dan sakit atau radang tenggorokan sebagai awal tanda infeksi. Gejala ini umumnya terjadi 1-2 hari sebelum timbulnya ruam.

Baca juga: Demam Anak Naik Turun Selama 3 Hari, Ini Penyebab dan Cara Penanganannya

Sariawan di mulut: Selain demam, Si Kecil juga akan mengalami sariawan, yakni munculnya luka atau benjolan kecil yang nyeri di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.

Ruam di area tertentu: Setelah demam dan radang tenggorokan, akan muncul bintik merah atau lepuhan kecil yang tidak gatal tetapi terkadang terasa nyeri. Ruam ini biasanya muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang area bokong.

Nafsu makan menurun: Akibat rasa nyeri saat menelan karena sariawan, pengidap penyakit ini dapat menolak makan atau tidak nafsu makan.

Berapa lama flu Singapura berlangsung?

Secara umum, flu Singapura adalah penyakit yang bersifat self-limiting, artinya akan sembuh dengan sendirinya seiring menguatnya sistem imun. Masa inkubasi virus biasanya berlangsung 3-6 hari. Setelah gejala pertama muncul, penyakit ini biasanya berlangsung selama 7 hingga 10 hari.

Masa paling menular adalah pada minggu pertama sejak gejala muncul. Meski bintik merah sudah mulai kering, virus terkadang masih bisa ditemukan di kotoran (feses) penderita hingga beberapa minggu setelahnya.

Baca juga: Cara Mengobati Flu Singapura pada Anak secara Alami dan Aman

Ciri-ciri flu Singapura sudah sembuh

Mengetahui kapan anak atau orang dewasa sudah benar-benar pulih bisa dilihat dari tanda-tanda klinis berikut ini.

Demam sudah reda tanpa obat: Suhu tubuh kembali normal (di bawah 37,5 derajat Celsius) selama setidaknya 24 jam tanpa bantuan obat penurun panas, seperti paracetamol maupun ibuprofen.

Sariawan mengering dan hilang: Luka di mulut sudah menutup sepenuhnya, sehingga penderita sudah bisa makan dan minum dengan nyaman tanpa rasa perih.

Ruam dan lepuhan mengering: Bintik-bintik merah atau lepuhan cair pada tangan dan kaki sudah mulai mengering, mengelupas, atau membentuk keropeng. Tidak ada lagi bintik merah baru yang muncul.

Energi dan nafsu makan kembali: Penderita terlihat lebih aktif, ceria, dan nafsu makan kembali normal karena rasa sakit di tenggorokan sudah hilang.

Kondisi kulit membaik: Setelah lepuhan mengelupas, kulit di bawahnya akan tampak merah muda sehat. Pada beberapa kasus, kulit tangan atau kaki mungkin akan mengelupas sedikit setelah sembuh, tetapi ini adalah bagian normal dari pemulihan kulit.

Cara mencegah penularan flu Singapura

Karena penyakit ini sangat menular melalui droplet (percikan air liur), cairan dari lepuhan, atau feses, maka pencegahan adalah kunci utama. Berikut ini adalah langkah tepat untuk mencegah penularan flu Singapura.

Mencuci tangan dengan sabun: Ini adalah langkah paling krusial. Pastikan Moms dan Si Kecil selalu mencuci tangan setelah memegang barang atau tubuh penderita. Misalnya, setelah mengganti popok, menggunakan toilet, atau sebelum menyiapkan makanan.

Disinfeksi area umum: Pastikan barang-barang dan area yang sering digunakan bersama dalam kondisi yang bersih. Selalu bersihkan mainan, gagang pintu, dan permukaan benda yang sering disentuh dengan cairan disinfektan.

Edukasi etika batuk dan bersin: Jangan lupa untuk ajarkan Si Kecil menutup mulut dengan siku atau tisu saat bersin atau batuk. Ini adalah salah satu langkah pencegahan yang paling efektif. 

Isolasi mandiri: Jika Moms atau Si Kecil terinfeksi flu Singapura, pastikan untuk tidak bepergian atau bertemu orang banyak. Jangan biarkan anak pergi ke sekolah atau tempat bermain hingga semua kriteria ”sembuh” di atas terpenuhi (biasanya minimal 7-10 hari).

Hindari berbagi alat pribadi: Jangan berbagi handuk, alat makan, atau sikat gigi dengan penderita. Pasalnya, virus dapat menyebar dengan cepat melalui alat-alat pribadi ini.

Flu Singapura memang tampak mengkhawatirkan. Namun dengan istirahat yang cukup dan hidrasi yang terjaga, penderita akan menunjukkan tanda-tanda kesembuhan dalam kurun waktu 10 hari. Jika demam tidak kunjung turun setelah 3 hari atau anak menunjukkan tanda dehidrasi (lemas dan jarang buang air kecil), segera konsultasikan dengan dokter. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)