Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Mendapatkan hasil tes kehamilan positif tentu menjadi momen membahagiakan bagi banyak Moms. Namun, dalam beberapa kasus, kehamilan tidak berkembang sebagaimana mestinya. Salah satunya adalah kondisi yang dikenal sebagai hamil kosong. Kondisi ini sering kali sulit disadari sejak awal karena gejalanya bisa menyerupai kehamilan normal.
Karena itu, penting bagi Moms untuk mengenali ciri-ciri hamil kosong agar dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Dengan pemahaman yang baik, Moms bisa lebih waspada terhadap perubahan yang terjadi pada tubuh dan tidak menunda konsultasi dengan dokter spesialis kandungan.
Apa itu hamil kosong?
Hamil kosong atau dalam istilah medis disebut blighted ovum adalah kondisi kehamilan di mana kantong kehamilan terbentuk, tetapi embrio tidak berkembang di dalamnya. Artinya, proses pembuahan memang terjadi dan tes kehamilan bisa menunjukkan hasil positif, tetapi janin tidak tumbuh sebagaimana seharusnya.
Pada awalnya, hamil kosong sering kali menunjukkan tanda-tanda kehamilan normal, seperti telat haid, mual, atau payudara terasa nyeri. Kondisi ini biasanya baru diketahui saat pemeriksaan USG, ketika dokter tidak menemukan embrio di dalam kantong kehamilan.
Hamil kosong umumnya terjadi pada trimester pertama dan sering disebabkan oleh kelainan kromosom, sehingga embrio tidak dapat berkembang dengan baik.
Meski terdengar mengkhawatirkan, hamil kosong bukan disebabkan oleh kesalahan Moms. Dengan pemeriksaan dan pendampingan dokter spesialis kandungan, kondisi ini dapat ditangani dengan aman dan Anda tetap memiliki peluang untuk hamil kembali di kemudian hari.
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Hamil Anggur, Ini Bedanya dengan Hamil Normal
Penyebab hamil kosong
Hamil kosong umumnya terjadi pada trimester awal kehamilan dan sering kali tidak disadari sejak awal. Kondisi ini bukan disebabkan oleh kesalahan Moms, melainkan dipicu oleh beberapa faktor medis berikut ini.
1. Kelainan kromosom pada embrio
Penyebab paling umum hamil kosong adalah kelainan kromosom yang terjadi sejak proses pembuahan. Embrio menerima jumlah atau susunan kromosom yang tidak normal sehingga tidak dapat berkembang. Tubuh secara alami menghentikan perkembangan embrio yang tidak sehat. Inilah mekanisme alami tubuh untuk melindungi Anda.
2. Kualitas sel telur atau sperma yang kurang baik
Sel telur atau sperma yang kualitasnya kurang optimal dapat memengaruhi perkembangan embrio. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh usia, gaya hidup, atau faktor kesehatan tertentu. Akibatnya, meski pembuahan terjadi, embrio tidak berkembang sempurna. Hal ini dapat berujung pada hamil kosong.
3. Gangguan pembelahan sel di awal kehamilan
Pada fase awal kehamilan, embrio seharusnya membelah dan berkembang dengan cepat. Jika terjadi gangguan pada proses pembelahan sel, embrio bisa berhenti berkembang sejak dini. Kantong kehamilan tetap terbentuk, tetapi embrio tidak terlihat. Kondisi inilah yang dikenal sebagai hamil kosong.
4. Faktor usia ibu
Risiko hamil kosong cenderung meningkat pada Moms dengan usia di atas 35 tahun. Seiring bertambahnya usia, kualitas sel telur dapat menurun. Hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya kelainan kromosom pada embrio. Meski begitu, hamil kosong tetap bisa terjadi pada usia berapa pun.
5. Kondisi kesehatan tertentu
Beberapa kondisi kesehatan, seperti diabetes yang tidak terkontrol, gangguan hormon, atau infeksi tertentu, dapat memengaruhi perkembangan awal kehamilan. Kondisi ini bisa menghambat pertumbuhan embrio sejak awal. Karena itu, pemeriksaan kesehatan sebelum dan selama kehamilan sangat penting.
Baca juga: Telat Haid 4 Hari Apakah Hamil? Ini Penjelasan Medisnya
Tanda-tanda kehamilan kosong
Ada beberapa tanda yang bisa menjadi sinyal bahwa kehamilan tidak berkembang sebagaimana mestinya, yakni:
1. Tes kehamilan positif tetapi janin tidak terlihat di USG
Pada hamil kosong, hasil test pack biasanya tetap menunjukkan positif karena hormon hCG masih diproduksi. Namun, saat dilakukan pemeriksaan USG, dokter tidak menemukan embrio di dalam kantong kehamilan. Kondisi ini umumnya baru diketahui pada usia kehamilan 6-8 minggu. Inilah tanda paling khas dari kehamilan kosong.
2. Gejala kehamilan tiba-tiba berkurang atau hilang
Moms mungkin sempat merasakan mual, muntah, atau payudara nyeri di awal kehamilan. Namun seiring waktu, gejala tersebut bisa berkurang drastis atau menghilang. Hal ini terjadi karena kadar hormon kehamilan mulai menurun. Perubahan ini patut diwaspadai dan perlu diperiksakan.
3. Perdarahan dari vagina
Perdarahan ringan hingga cukup banyak bisa menjadi tanda kehamilan kosong. Biasanya darah keluar berwarna merah atau cokelat dan bisa disertai gumpalan. Meski tidak selalu terjadi, perdarahan perlu segera dikonsultasikan dengan dokter, terutama jika disertai nyeri perut.
4. Kram atau nyeri di perut bawah
Sebagian Moms merasakan kram atau nyeri di perut bawah yang mirip nyeri haid. Rasa nyeri ini bisa muncul akibat rahim mulai berkontraksi untuk mengeluarkan jaringan kehamilan. Intensitas nyeri bisa berbeda pada setiap wanita. Jika nyeri terasa hebat, segera cari pertolongan medis.
5. Ukuran kantong kehamilan tidak sesuai usia kehamilan
Pada pemeriksaan USG lanjutan, dokter dapat menemukan ukuran kantong kehamilan yang tidak berkembang sesuai usia kehamilan. Kantong bisa tampak kosong atau tidak menunjukkan tanda pertumbuhan embrio. Kondisi ini menjadi indikasi kuat terjadinya hamil kosong. Pemeriksaan lanjutan biasanya diperlukan untuk memastikan diagnosis.
Penanganan kehamilan kosong
Penanganan kehamilan kosong
Jika Moms mengalami kehamilan kosong, Anda disarankan untuk menjalani penanganan di bawah pengawasan dokter spesialis kandungan agar aman dan sesuai kondisi tubuh. Observasi dan pemantauan dokter sangat diperlukan untuk memastikan jika tidak ada keluhan berat dan jaringan kehamilan berpotensi keluar secara alami.
Dengan penanganan yang tepat dan pendampingan dokter spesialis kandungan, kondisi ini dapat ditangani dengan aman. Moms tetap memiliki peluang besar untuk merencanakan kehamilan yang sehat di kemudian hari. Jadi, jangan ragu untuk terus berkonsultasi dan menjaga kesehatan tubuh. (MB/YE/SW/Foto: Partystock/Freepik)
