Type Keyword(s) to Search
BABY

Ini Ciri Bayi Kuning yang Sudah Sembuh, Moms

Ini Ciri Bayi Kuning yang Sudah Sembuh, Moms

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Kondisi bayi kuning, atau dalam istilah medis dikenal sebagai jaundice, adalah tantangan awal yang sering dihadapi orang tua baru. Hal ini terjadi akibat penumpukan bilirubin dalam darah bayi yang baru lahir menyebabkan kulit dan bagian putih mata tampak menguning. Meskipun umum terjadi, situasi ini harus diwaspadai dan ditangani dengan tepat agar tumbuh kembang anak tidak terhambat.

Namun, kabar baiknya, sebagian besar kasus bayi kuning akan membaik seiring dengan perkembangan fungsi hati dan asupan ASI yang cukup. Apa saja ciri bayi kuning yang sudah sembuh? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Moms!

Memahami bilirubin pada bayi

Sebelum membahas ciri bayi kuning sudah sembuh, penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh bayi. Bilirubin adalah pigmen kuning yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah. Pada bayi baru lahir, organ hati (liver) sering kali belum berfungsi dengan kapasitas penuh untuk memproses bilirubin ini secepat produksinya.

Akibatnya, pigmen ini menumpuk di jaringan kulit. Proses penyembuhan terjadi ketika fungsi hati bayi mulai matang dan sistem pencernaan bekerja lebih efektif untuk membuang bilirubin melalui feses dan urine.

Ciri-ciri bayi kuning yang sudah sembuh

1. Perubahan signifikan pada warna kulit

Ciri visual yang paling jelas dari penurunan kadar bilirubin adalah kembalinya warna kulit alami bayi, seperti: 

Hilangnya warna kuning secara bertahap: Warna kuning pada kulit biasanya menghilang dengan urutan terbalik dari kemunculannya. Jika kuning bermula dari wajah lalu turun ke dada, perut, dan kaki, maka penyembuhannya akan dimulai dari kaki, naik ke perut, dada, dan terakhir wajah. Ketika Anda melihat area kaki dan perut bayi sudah kembali ke warna aslinya, ini adalah tanda progresif yang sangat positif.

Baca juga: Ketahui Penyebab dan Tanda Bayi Kuning yang Normal

Uji tekan kulit (blanch test): Salah satu metode sederhana tetapi efektif untuk memeriksa kondisi kulit adalah dengan menekan lembut dahi atau hidung bayi, lalu melepaskannya. Pada bayi yang masih mengalami jaundice, area bekas tekanan akan terlihat kekuningan. Namun, jika bayi sudah sembuh, area tersebut akan terlihat sedikit lebih pucat dari warna kulit sekitarnya sebentar saja, lalu kembali ke warna merah muda atau warna dasar kulit bayi. Ini menandakan tidak adanya penumpukan pigmen bilirubin di bawah jaringan kulit.

2. Bagian putih mata kembali jernih

Sklera, atau bagian putih pada mata, adalah salah satu area yang paling sensitif terhadap perubahan kadar bilirubin. Pada puncak kondisi bayi kuning, area ini bisa terlihat sangat kuning.

Salah satu ciri bayi kuning sudah sembuh yang paling akurat adalah ketika sklera kembali berwarna putih bersih dan jernih. Perubahan ini menunjukkan bahwa kadar bilirubin dalam darah telah turun secara signifikan ke level yang aman. Observasi ini sebaiknya dilakukan di bawah pencahayaan alami yang cukup untuk memastikan akurasi pengamatan Anda.

3. Peningkatan kualitas dan warna feses

Sistem ekskresi memainkan peran vital dalam membuang kelebihan bilirubin. Memantau popok bayi adalah strategi krusial dalam mengevaluasi kesembuhan Si Kecil.

Perubahan warna feses: Saat bayi mengalami kuning yang parah, feses mungkin terlihat pucat atau seperti dempul. Tanda kesembuhan yang nyata adalah perubahan warna feses menjadi kuning keemasan atau kekuningan-cokelat (terutama pada bayi yang minum ASI) atau cokelat muda (pada bayi sufor). Warna kuning pada tinja ini menandakan bahwa bilirubin sedang dibuang secara efektif dari tubuh melalui saluran pencernaan.

Konsistensi dan frekuensi: Selain warna, frekuensi buang air besar yang normal (3-4 kali sehari atau lebih) menunjukkan bahwa metabolisme bayi bekerja dengan baik. makin lancar pencernaan, makin cepat bilirubin tereliminasi dari tubuh.

4. Warna urine yang jernih

Sama halnya dengan feses, urine adalah indikator kesehatan internal yang tak bisa diabaikan. Bilirubin yang berlebih dapat membuat urine bayi berwarna gelap seperti teh pekat.

Ketika bayi dalam fase pemulihan, urine akan kembali menjadi tidak berwarna atau kuning jernih. Pastikan bayi buang air kecil setidaknya 6 kali dalam 24 jam. Ini tidak hanya menandakan pembuangan bilirubin yang sukses, tetapi juga menjamin bahwa bayi mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi—faktor yang sering memperparah kondisi kuning.

5. Perbaikan pola menyusu dan aktivitas

Kadar bilirubin yang sangat tinggi dapat menyebabkan bayi menjadi lesu, mengantuk berlebihan, dan malas menyusu. Karena itu, perubahan perilaku menjadi parameter kesembuhan yang sangat penting.

Kekuatan mengisap: Ciri bayi kuning sudah sembuh ditandai dengan kembalinya nafsu makan yang kuat. Bayi akan terlihat antusias saat menyusu, dengan daya isap yang bertenaga. Nutrisi dan hidrasi yang cukup dari ASI atau susu formula sangat penting karena protein dalam susu membantu mengikat bilirubin, membawanya ke hati untuk diproses.

Baca juga: Ini Cara Mengatasi Kuning pada Bayi dengan Cepat

    Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?

    Meskipun Anda telah mengenali ciri-ciri bayi kuning sudah sembuh, konsultasi dengan tenaga medis tetaplah prioritas. Jangan ragu untuk segera membawa Si Kecil ke fasilitas kesehatan jika:

    1. Warna kuning kembali muncul atau makin pekat setelah sempat menghilang.

    2. Bayi demam atau suhu tubuhnya tidak stabil.

    3. Bayi menolak menyusu dan berat badannya turun drastis.

    4. Warna kuning menetap lebih dari dua minggu.

    Pemeriksaan laboratorium untuk mengukur kadar bilirubin total dalam darah tetap menjadi standar  untuk memastikan kesembuhan secara medis. Untuk itu, Moms perlu proaktif dalam melakukan kontrol kesehatan rutin guna memastikan tumbuh kembang bayi berada di jalur yang tepat.

    Itulah beberapa ciri bayi kuning yang sudah sembuh. Penyembuhan biasanya memakan waktu 2-3 minggu. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter anak kepercayaan Anda ya, Moms. (MB/AY/GP/Foto: Freepik)