Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Memasuki usia 15 tahun pengabdiannya, Yayasan Ronald McDonald House Charities Indonesia (Yayasan RMHC) kembali menghadirkan harapan baru bagi keluarga pasien anak melalui peresmian Rumah Singgah Kemanggisan di Jakarta Barat. Dengan kapasitas 66 kamar, fasilitas ini menjadi rumah singgah terbesar yang pernah dikelola Yayasan RMHC.
Rumah singgah ini ditujukan bagi keluarga pasien anak dengan penyakit kronis, khususnya Penyakit Jantung Bawaan (PJB), yang sedang menjalani pengobatan rujukan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RSAB Harapan Kita, serta RS Kanker Dharmais.
Sejak 2011, Yayasan RMHC konsisten menyediakan dukungan holistik melalui rumah singgah yang dirancang sebagai “rumah kedua”. Bukan sekadar tempat bermalam, tetapi ruang aman dan suportif agar keluarga tetap bisa mendampingi anak selama proses pengobatan jangka panjang.
Pendampingan keluarga bukan hanya soal kenyamanan emosional. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kehadiran orang tua selama perawatan medis dapat meningkatkan stabilitas psikologis anak, menurunkan tingkat kecemasan, serta membantu anak lebih kooperatif selama terapi. Dalam konteks PJB yang membutuhkan perawatan berkelanjutan, dukungan keluarga menjadi bagian penting dari proses penyembuhan.
Kolaborasi untuk menjawab tantangan PJB
Penyakit Jantung Bawaan merupakan salah satu kelainan kongenital paling serius pada anak. Data menunjukkan bahwa sekitar 45.000 bayi di Indonesia lahir dengan PJB setiap tahunnya, dan sekitar 91% di antaranya berasal dari luar Pulau Jawa. Artinya, banyak keluarga harus menempuh perjalanan jauh ke Jakarta demi mendapatkan penanganan medis terbaik.
Melihat kebutuhan yang semakin besar, sejak 2024 Yayasan RMHC menjalin kemitraan strategis bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan rumah singgah yang lebih terintegrasi dengan sistem rujukan medis, edukasi kesehatan, serta pendampingan keluarga selama masa terapi.
Rumah Singgah Kemanggisan dibangun dengan konsep ramah anak dan keluarga. Gedung empat lantai ini dilengkapi kamar privat untuk setiap keluarga, dapur dan ruang makan bersama, ruang bermain anak, ruang belajar, ruang keluarga, area ibadah, hingga layanan dukungan psikososial. Seluruh fasilitas diberikan secara gratis agar keluarga dapat fokus pada kesembuhan anak tanpa terbebani biaya tempat tinggal.
Lokasinya yang dekat dengan rumah sakit mitra serta adanya fasilitas antar-jemput siaga semakin memudahkan akses pengobatan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa dukungan medis dan dukungan emosional tidak bisa dipisahkan.
Dampak nyata bagi ribuan keluarga dan ajakan untuk terlibat
Sebelum hadirnya Rumah Singgah Kemanggisan, Yayasan RMHC telah mengelola tiga rumah singgah lainnya: Rumah Singgah Lebak Bulus, Rumah Singgah Kiara-RSCM, dan Rumah Singgah Denpasar. Secara akumulatif, keempat rumah singgah ini telah menyediakan lebih dari 62.000 malam menginap bagi lebih dari 2.600 keluarga pasien anak dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi banyak keluarga, fasilitas ini menjadi penyelamat di tengah keterbatasan biaya dan jarak. Salah satu orang tua pasien asal Lampung mengisahkan bagaimana rumah singgah membantu mereka tetap bersama anak selama menjalani pengobatan intensif di Jakarta. Kamar privat menjaga privasi keluarga, sementara suasana hangat membuat anak merasa seperti berada di rumah sendiri, bukan di kota yang asing.
Kehadiran lebih dari 300 mitra, donatur perusahaan, donatur individu, komunitas, serta relawan dari seluruh Indonesia menjadi bukti kuat semangat gotong royong yang terus hidup. Berbagai inisiatif seperti Lari untuk RMHC, Padel for Hope, Bear4Love, McHappy Socks Fundraiser, Hyrox for Hope, hingga Cinta dalam Sepotong Bata turut berkontribusi dalam mewujudkan rumah singgah ini.
Kini, melalui kampanye Make it Home, Yayasan RMHC kembali mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh harapan bagi anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk operasional, perawatan fasilitas, serta peningkatan kualitas layanan di Rumah Singgah Kemanggisan.
Karena pada akhirnya, proses penyembuhan anak bukan hanya soal tindakan medis. Ia juga tentang kehadiran, pelukan, dan rasa aman yang diberikan keluarga. Seperti komitmen yang terus dipegang Yayasan RMHC: tidak ada anak yang seharusnya menjalani perjalanan penyembuhan sendirian. No Child Heals Alone. (MB/TW/Foto: Dok. Yayasan RMHC)
