Type Keyword(s) to Search
BABY

Begini Bentuk Kaki Bayi Normal yang Perlu Moms Ketahui

Begini Bentuk Kaki Bayi Normal yang Perlu Moms Ketahui

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Moms, saat memandangi bayi Anda yang sedang tertidur lelap, pernahkah pandangan Anda tertuju pada kakinya dan bertanya-tanya, apakah bentuk kaki bayiku normal, ya? Banyak ibu yang tiba-tiba merasa cemas saat melihat tungkai kaki bayinya tampak sedikit melengkung dan bertanya apakah pertumbuhan fisik Si Kecil berjalan dengan semestinya.

Perasaan ini sangat wajar dialami para orang tua. Tubuh mungil bayi terus mengalami perubahan dari bulan ke bulan. Untuk menjawab pertanyaan dan rasa penasaran Anda mengenai bentuk kaki bayi yang normal, simak penjelasannya di artikel berikut ini, Moms!

Seperti apa bentuk kaki bayi yang normal?

Perkembangan fisik bayi memiliki ritme dan keunikannya tersendiri yang tentunya berbeda dengan orang dewasa. Untuk memahami bentuk kaki yang sehat pada bayi, kita perlu mengingat kembali dari mana mereka berasal: ruang rahim yang hangat tetapi sangat sempit.

Selama berbulan-bulan di dalam kandungan, bayi harus melipat tubuhnya sedemikian rupa agar muat di dalam rahim. Posisi meringkuk dengan lutut ditekuk ke arah perut ini membuat tulang kakinya, yang masih sangat lunak dan fleksibel, menyesuaikan diri dengan ruang yang terbatas. Akibatnya, saat lahir hingga beberapa bulan pertama kehidupannya, kaki bayi secara alami akan terlihat melengkung ke dalam.

Namun, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya kekuatan otot, bentuk kaki ini akan mengalami perubahan. Saat Si Kecil mulai belajar merangkak, berdiri, dan akhirnya berjalan, beban tubuh serta gravitasi akan membantu meluruskan tulang kaki tersebut.

Baca juga: Moms, Lakukan Cara Ini untuk Melatih Bayi Berjalan Sendiri

Bagaimana cara mengetahui apakah kaki bayi normal?

Meskipun kelengkungan pada kaki bayi sering kali merupakan hal yang alamiah, ada beberapa indikator yang bisa Moms perhatikan untuk memastikan bahwa perkembangan tulang dan sendi Si Kecil berada di jalur yang tepat.

1. Perhatikan kesimetrisan kaki bayi

Salah satu tanda paling kuat dari perkembangan kaki yang sehat adalah kesimetrisan. Cobalah luruskan kedua kaki bayi Anda secara perlahan saat ia sedang berbaring santai atau tidur. Pada kondisi yang sehat, lengkungan pada kaki kanan dan kiri harus terlihat seimbang dan serupa. Jika kedua kaki memiliki derajat lengkungan yang sama, ini biasanya merupakan proses fisiologis yang sangat wajar.

2. Amati rentang gerak dan fleksibilitas bayi

Bayi yang sehat memiliki sendi yang cukup fleksibel. Moms seharusnya bisa menggerakkan kaki dan pinggul bayi dengan lembut tanpa merasakan tahanan yang keras atau mendapati Si Kecil menangis kesakitan. Rentang gerak yang bebas dan nyaman menandakan bahwa tidak ada masalah struktural pada persendiannya.

3. Pantau pencapaian motorik kasar bayi

Bentuk kaki yang sehat akan mendukung bayi dalam mencapai milestones motoriknya. Apakah Si Kecil mulai aktif menendang? Apakah ia bisa tengkurap, merangkak, atau mencoba menarik tubuhnya untuk berdiri sesuai dengan rentang usianya? Pencapaian tahapan motorik yang sesuai dengan usianya adalah bukti nyata bahwa kakinya berfungsi dengan baik untuk menopang tubuhnya.

Normalkah kaki bayi berbentuk O?

Jawabannya ya, sangat normal. Kondisi kaki berbentuk O, atau dalam istilah medis disebut genu varum, adalah fase yang hampir pasti dilewati oleh semua anak yang sehat. Seperti dibahas sebelumnya, posisi janin di dalam rahim menyebabkan kakinya melengkung. Ketika bayi mulai berdiri dan mengambil langkah pertamanya di usia 12-18 bulan, bentuk O ini mungkin akan terlihat makin jelas karena kaki kini harus menahan berat badan.

Namun, bentuk O ini tidak akan bertahan selamanya. Para ahli kesehatan anak dan dokter ortopedi mencatat bahwa kaki bayi akan mulai melurus secara bertahap saat usianya mencapai 2-3 tahun. Menariknya, setelah fase lurus ini, kaki anak mungkin akan berbalik menjadi berbentuk X (genu valgum) di usia 3-4 tahun, sebelum akhirnya menjadi benar-benar lurus secara permanen pada usia sekitar 7 tahun.

Baca juga: Ketahui 7 Penyebab Bentuk Kaki O dan X pada Anak

Kapan perlu khawatir tentang kaki bayi?

Meskipun sebagian besar perubahan bentuk kaki adalah bagian dari pertumbuhan yang wajar, Moms tetap perlu memperhatikan kondisi kaki bayi. Ada beberapa kondisi spesifik yang memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis anak atau ortopedi, yakni:

1. Asimetri yang mencolok: Jika hanya satu kaki yang melengkung, atau lengkungan pada satu kaki jauh lebih parah dibandingkan kaki lainnya.

2. Lengkungan bertambah parah setelah usia 2 tahun: Alih-alih mulai melurus, kaki berbentuk O justru terlihat makin melengkung ekstrem setelah anak melewati ulang tahun keduanya.

3. Tinggi badan berada di bawah kurva normal: Jika anak terlihat sangat pendek dibandingkan anak seusianya dan disertai lengkungan kaki yang tidak wajar.

4. Adanya rasa sakit atau kesulitan berjalan: Jika anak sering mengeluh sakit di area lutut atau pinggul, atau berjalan dengan pincang yang tidak kunjung membaik.

Jika Moms menemukan salah satu dari tanda-tanda di atas, Anda perlu berkonsultasi dengan tenaga medis profesional. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik atau rontgen untuk mengatasi kemungkinan kondisi medis tertentu, seperti penyakit Blount (gangguan pertumbuhan pada tulang kering) atau rakitis (kekurangan vitamin D yang parah).

Itulah penjelasan mengenai bentuk kaki bayi yang normal. Dengan memahami bentuk kaki bayi normal, Moms bisa lebih tenang dalam memantau tumbuh kembang Si Kecil. Penting untuk diingat, setiap bayi memiliki tahapan perkembangan yang berbeda-beda, termasuk dalam hal bentuk dan kesehatan kakinya. Karena itu, jangan lupa untuk selalu memantau tumbuh kembang Si Kecil secara rutin ya, Moms. (MB/SW/RF/Foto: Pvproductions/Freepik)