Type Keyword(s) to Search
KID

Anak Makan Banyak Tapi Tetap Kurus? Cek Penjelasan Medisnya

Anak Makan Banyak Tapi Tetap Kurus? Cek Penjelasan Medisnya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Moms pasti senang melihat anak makan dengan lahap tanpa pilih-pilih makanan tertentu saja. Rasanya lega saat piring Si Kecil kosong dan nutrisi harian terpenuhi dengan baik. Namun, perasaan lega ini sering kali berubah menjadi kekhawatiran ketika postur tubuh anak tetap terlihat kurus dibandingkan teman-teman seusianya. Lantas apa yang menyebabkan anak makan banyak tapi tetap kurus?

Sebagai orang tua, sangat wajar jika Moms merasa cemas dan bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan kesehatan atau pola asuh yang diberikan. Faktanya, setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang unik dan tidak selalu bisa disamakan dengan standar umum atau anak-anak lain di sekitarnya. Jadi jangan buru-buru panik, Moms.

Apa penyebab badan anak kurus padahal makan banyak?

Ada berbagai faktor alami yang membuat anak tetap kurus meski porsi makannya besar. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu mengurangi rasa cemas yang berlebihan.

1. Faktor genetik dan keturunan

Genetika memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan bentuk tubuh anak. Jika Moms atau Dads memiliki riwayat bertubuh kurus pada masa kanak-kanak, sangat besar kemungkinannya Si Kecil mewarisi sifat tersebut. Tubuh mereka secara alami diprogram untuk memiliki postur yang lebih ramping.

2. Tingkat aktivitas fisik yang tinggi

Anak-anak yang sedang dalam masa eksplorasi biasanya sangat aktif bergerak, mulai dari berlarian di halaman, memanjat, hingga bermain sepanjang hari tanpa henti. Aktivitas fisik yang tinggi ini membakar banyak kalori. Energi dari makanan yang Si Kecil konsumsi langsung digunakan untuk bergerak, sehingga tidak ada sisa kalori yang disimpan sebagai lemak tubuh.

3. Metabolisme tubuh yang cepat

Setiap anak memiliki tingkat metabolisme basal yang berbeda. Beberapa anak dilahirkan dengan mesin pembakaran kalori yang sangat efisien. Ia memproses dan menggunakan energi dari makanan jauh lebih cepat daripada anak lainnya.

Baca juga: Tabel Berat Badan Anak Usia 1-5 Tahun Menurut WHO

Makan banyak tapi tetap kurus disebut apa?

Dalam dunia medis, kondisi di mana seseorang makan banyak namun tetap kurus tanpa adanya penyakit bawaan sering disebut sebagai constitutional thinness (kekurusan konstitusional) atau memiliki metabolisme tubuh yang cepat.

Anak dengan kondisi ini benar-benar sehat. Organ tubuhnya berfungsi dengan baik, tingkat energinya optimal, dan perkembangan kognitifnya berjalan normal. Tubuh Si Kecil hanya memiliki cara yang berbeda dalam memproses asupan makanan, sehingga peningkatan berat badan terjadi secara lambat namun tetap dalam kurva pertumbuhan yang aman.

Kapan harus mengkhawatirkan anak yang kurus?

Meskipun sebagian besar kasus anak kurus adalah hal yang normal, ada beberapa tanda bahaya (red flags) yang memerlukan perhatian medis. Segera konsultasikan ke dokter anak jika Si Kecil menunjukkan gejala berikut:

  • Berat badan anak tiba-tiba turun drastis tanpa alasan yang jelas.
  • Anak terlihat sangat lemas, pucat, dan tidak bersemangat untuk bermain.
  • Garis pertumbuhannya di Kartu Menuju Sehat (KMS) terus menurun atau berada di bawah garis merah.
  • Sering mengalami sakit, seperti demam berkepanjangan atau diare kronis.
  • Anak mengeluh sakit perut yang terus-menerus atau masalah pencernaan lainnya setelah makan.

Makan apa biar BB anak cepat naik?

Jika Si Kecil dalam kondisi sehat namun Moms ingin mendukung peningkatan berat badannya dengan cara yang aman, kuncinya adalah memberikan makanan padat kalori dan kaya nutrisi, yaitu: 

1. Lemak sehat

Tambahkan sumber lemak baik ke dalam menu harian Si Kecil. Alpukat, minyak zaitun, mentega tanpa garam, dan selai kacang adalah pilihan yang tepat. Anda bisa mengoleskan mentega pada roti gandum Si Kecil atau menambahkan irisan alpukat ke dalam porsi makan siangnya.

2. Protein berkualitas

Protein sangat penting untuk membangun massa otot, bukan sekadar lemak. Pastikan ada porsi daging ayam, ikan, telur, atau daging sapi tanpa lemak di piring Si Kecil. Tahu dan tempe juga merupakan sumber protein nabati yang sangat baik dan mudah dicerna oleh anak-anak.

3. Produk olahan susu

Susu full cream, keju, dan yoghurt adalah cara lezat untuk menambah kalori. Taburkan keju parut di atas pasta atau berikan yoghurt dengan potongan buah manis sebagai camilan sore yang menyegarkan.

Baca juga: Moms, Ini Ciri-Ciri Bayi Kurus Tapi Sehat

Apakah anak perlu mengonsumsi vitamin agar tidak kurus?

Banyak orang tua terburu-buru memberikan suplemen atau vitamin penambah nafsu makan saat melihat anaknya kurus. Padahal, jika anak sudah makan dengan porsi yang banyak dan bergizi, vitamin tambahan biasanya tidak diperlukan.

Vitamin bukanlah sumber kalori yang bisa menaikkan berat badan secara langsung. Fungsi utama vitamin adalah melengkapi mikronutrisi yang mungkin kurang dari makanan. Jika Moms merasa anak membutuhkan suplemen karena alasan tertentu, sangat disarankan untuk berdiskusi dengan dokter anak terlebih dahulu. Dokter akan menilai apakah ada kekurangan nutrisi spesifik seperti zat besi atau zinc yang memang membutuhkan intervensi medis.

Moms, menghadapi fase pertumbuhan anak memang membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Ingatlah bahwa kesehatan anak tidak hanya dinilai dari angka di timbangan atau seberapa berisi pipinya. Sebagian anak sudah makan banyak tapi tetap kurus.

Selama Si Kecil aktif, ceria, dan tumbuh sesuai dengan kurva kesehatannya sendiri, artinya Moms sudah melakukan pekerjaan yang sangat hebat sebagai orang tua. Jangan lupa untuk terus menyadikan hidangan bergizi untuk Si Kecil agar tumbuh kembangnya bisa optimal. (MB/WR/RF/Foto: MDJaff/Freepik)