Type Keyword(s) to Search
TODDLER

Cara Jitu Mengatasi Anak Susah Makan Usia 2 Tahun

Cara Jitu Mengatasi Anak Susah Makan Usia 2 Tahun

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Menyiapkan makanan penuh nutrisi untuk balita merupakan salah satu bentuk cinta seorang ibu. Namun, rasanya pasti menguras emosi ketika hidangan yang sudah Anda buat dengan susah payah justru ditolak, dilempar, atau Si Kecil menutup mulutnya rapat-rapat. Moms mungkin mulai khawatir apakah asupan gizinya sudah tercukupi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Lantas, apa yang mesti kita lakukan untuk mengatasi anak susah makan usia 2 tahun?

Fase gerakan tutup mulut (GTM) atau menolak makanan pada anak usia 2 tahun adalah tantangan yang dihadapi oleh hampir setiap orang tua. Di usia ini, anak mulai mengeksplorasi dunia di sekitarnya, termasuk menunjukkan preferensi dan kemauannya sendiri. Perubahan perilaku makan tersebut sering kali membuat Moms sebagai orang tua bingung mengatasi anak susah makan ini.

Apakah wajar anak 2 tahun tidak mau makan?

Sangat wajar jika anak berusia 2 tahun tiba-tiba menjadi pemilih makanan atau tampak kehilangan minat untuk makan. Memasuki usia balita, tingkat pertumbuhan fisik anak sebenarnya mulai melambat dibandingkan saat ia masih bayi. Penurunan kecepatan pertumbuhan ini secara alami berdampak pada penurunan nafsu makannya. Anak tidak lagi membutuhkan kalori sebanyak sebelumnya secara proporsional.

Selain itu, usia 2 tahun adalah masa di mana anak mulai menyadari kemandiriannya. Si Kecil belajar menggunakan kata "tidak" sebagai bentuk kontrol terhadap dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Meja makan sering kali menjadi tempat pertama bagi anak untuk mempraktikkan hal ini. Jadi, ketika Si Kecil menolak makan, itu bukan berarti ia tidak menyukai masakan Moms, tetapi ia sedang belajar mengendalikan apa yang masuk ke dalam tubuhnya.

Baca juga: Anak Makan Banyak Tapi Tetap Kurus? Cek Penjelasan Medisnya

Penyebab anak susah makan usia 2 tahun

1. Masalah fisik dan kesehatan

Tumbuh gigi adalah salah satu penyebab paling umum anak menolak makan. Gusi yang bengkak dan nyeri membuat aktivitas mengunyah menjadi sangat tidak nyaman. Kondisi tubuh yang sedang tidak fit, seperti flu, radang tenggorokan, atau masalah pencernaan, juga bisa membuat nafsu makan anak menurun drastis.

2. Terlalu banyak camilan dan susu

Memberikan camilan atau susu yang terlalu dekat dengan waktu makan utama bisa membuat perut Si Kecil sudah terisi penuh. Anak usia 2 tahun memiliki kapasitas lambung yang kecil, sehingga segelas susu saja bisa membuatnya merasa kenyang dan tidak memiliki ruang lagi untuk nasi, sayur, atau lauk-pauk.

3. Sensitivitas terhadap tekstur dan rasa

Anak-anak memiliki indra pengecap yang sangat sensitif. Mereka mungkin menolak makanan tertentu karena teksturnya yang terlalu lembek, keras, atau rasanya yang terlalu kuat. Fase ini dikenal sebagai food neophobia, yaitu ketakutan atau keengganan untuk mencoba makanan baru yang belum mereka kenal.

4. Suasana makan yang penuh tekanan

Memaksa anak untuk menghabiskan makanan justru bisa menciptakan trauma. Jika waktu makan selalu identik dengan paksaan, kemarahan, atau negosiasi yang alot, anak akan mengasosiasikan makanan dengan pengalaman negatif dan makin enggan untuk makan.

Cara mengatasi anak susah makan usia 2 tahun

Setelah mengetahui penyebabnya, Moms bisa menerapkan beberapa strategi berikut untuk membantu Si Kecil kembali menikmati waktu makannya tanpa drama.

1. Ciptakan rutinitas makan yang teratur

Anak-anak sangat menyukai rutinitas karena memberikan rasa aman dan prediktabilitas. Jadwalkan tiga kali makan utama dan dua kali waktu camilan di jam yang sama setiap harinya. Jarak waktu yang konsisten akan membantu tubuh anak mengenali sinyal lapar secara alami sebelum waktu makan tiba.

2. Sajikan porsi kecil tetapi padat gizi

Melihat piring yang penuh dengan makanan bisa membuat anak merasa terintimidasi. Cobalah untuk menyajikan makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu. Jika anak berhasil menghabiskannya, Moms bisa menawarkan tambahan. Pastikan porsi kecil tersebut mengandung nutrisi lengkap, seperti protein, lemak sehat, dan serat.

Baca juga: Ini Menu Makanan Sehat untuk Anak Usia 2 Tahun

3. Makan bersama sebagai keluarga

Anak adalah peniru ulung yang belajar melalui observasi. Usahakan untuk makan bersama di meja makan tanpa gangguan televisi atau gawai. Ketika ia melihat orang tua dan anggota keluarga lainnya menikmati berbagai jenis makanan dengan lahap, ia akan lebih termotivasi untuk mencoba makanan yang ada di piringnya sendiri.

4. Terapkan aturan bebas paksaan

Berikan tanggung jawab kepada anak untuk menentukan seberapa banyak ia ingin makan dari apa yang sudah Moms sajikan. Jika Si Kecil mengatakan sudah kenyang, hargai keputusannya meskipun ia baru makan beberapa suap. Memaksa hanya akan memicu penolakan yang lebih keras di kemudian hari.

Cara menambah nafsu makan anak usia 2 tahun

Selain mengatasi penolakan, Moms juga bisa melakukan langkah proaktif untuk meningkatkan selera makan Si Kecil melalui pendekatan yang menyenangkan.

1. Libatkan anak dalam persiapan makanan

Ajak Si Kecil ikut serta saat Moms menyiapkan hidangan. Biarkan ia membantu mencuci sayuran, mengaduk adonan, atau menyusun buah di atas piring. Anak-anak cenderung lebih antusias untuk mencicipi makanan yang mereka bantu buat sendiri. Ini juga menjadi momen bonding yang luar biasa.

2. Variasikan bentuk dan warna makanan

Presentasi makanan sangat memengaruhi selera makan balita. Gunakan cetakan makanan berbentuk bintang, beruang, atau mobil untuk memotong sayuran, buah, atau roti. Padukan berbagai warna cerah di atas piring agar makanan terlihat lebih menarik dan menggugah selera di mata Si Kecil.

3. Batasi cairan sebelum waktu makan

Hindari memberikan minuman, terutama susu atau jus, setidaknya satu jam sebelum waktu makan utama. Tawarkan air putih jika Si Kecil merasa haus. Langkah sederhana ini memastikan lambung anak dalam keadaan kosong dan siap menerima asupan makanan padat.

4. Tingkatkan aktivitas fisik

Anak yang aktif bergerak akan membakar lebih banyak energi, yang secara alami akan memicu rasa lapar. Ajak anak bermain di luar rumah, berlari, melompat, atau bersepeda. Aktivitas fisik yang cukup tidak hanya mendukung perkembangan motoriknya, tetapi juga menjadi cara ampuh untuk mendongkrak nafsu makan.

Itulah cara mengatasi anak susah makan usia 2 tahun. Mengatasi anak susah makan memang membutuhkan kesabaran ekstra dan konsistensi. Namun, Moms mesti ingat, preferensi makan anak bisa berubah dari hari ke hari. Tugas kita sebagai orang tua adalah terus menyediakan pilihan makanan bergizi dan menciptakan suasana makan yang positif, sementara anak yang memutuskan seberapa banyak ia ingin makan. (MB/SW/Foto: Gpointstudio/Freepik)