Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Melihat Si Kecil rewel dan kesulitan bernapas karena flu dan hidungnya tersumbat tentu membuat hati kita sedih ya, Moms. Tenang, Anda tidak sendirian dalam menghadapi momen ini, kok. Banyak ibu baru maupun yang sudah berpengalaman merasakan kecemasan yang sama saat anak mereka flu. Untungnya, ada cara untuk mengatasi flu pada bayi secara alami.
Faktanya, bayi sangat rentan terkena flu karena sistem kekebalan tubuh Si Kecil masih dalam tahap perkembangan. Bayi belum memiliki antibodi yang cukup untuk melawan berbagai virus yang ada di sekitar. Namun, sebelum Anda terburu-buru mencari obat-obatan di apotek, ada banyak cara alami yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala Si Kecil.
Penyebab bayi mengalami flu
Flu pada bayi umumnya disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan. Karena bayi sangat aktif mengeksplorasi dunia di sekitarnya, ia mudah terpapar virus dari berbagai sumber. Berikut ini beberapa penyebab bayi lebih mudah tertular flu.
1. Sistem imun yang belum matang: Bayi belum terpapar banyak virus, sehingga tubuhnya belum memiliki pertahanan alami (antibodi) yang cukup kuat.
2. Kontak fisik dengan orang dewasa: Pelukan, ciuman, atau sentuhan dari anggota keluarga yang sedang kurang sehat bisa dengan mudah menularkan virus kepada bayi
3. Menyentuh benda yang terkontaminasi: Bayi suka memasukkan tangan atau mainan ke dalam mulutnya. Jika benda tersebut memiliki virus dari cipratan bersin atau batuk orang lain, infeksi bisa terjadi dengan cepat.
Meskipun terlihat menakutkan, mengalami flu ringan sebenarnya adalah salah satu cara tubuh Si Kecil membangun dan memperkuat sistem kekebalan tubuhnya untuk masa depan.
Baca juga: Bayi Pilek Tidak Sembuh-Sembuh? Ini Penyebab dan Solusinya
Apakah minyak telon bisa meredakan pilek pada bayi?
Minyak telon merupakan salah satu produk yang sering digunakan orang tua untuk merawat bayi, terutama ketika Si Kecil sedang pilek. Aroma khas dari minyak telon, yang biasanya mengandung campuran minyak kayu putih, minyak kelapa, dan minyak adas, dipercaya dapat membantu melegakan pernapasan bayi yang tersumbat. Selain itu, minyak telon memberikan efek hangat pada tubuh bayi, yang dapat membuatnya merasa lebih nyaman selama masa pemulihan.
Namun, penting untuk diingat bahwa minyak telon bukanlah obat medis, melainkan pelengkap untuk memberi kenyamanan. Jika bayi sedang pilek, pastikan untuk tetap menjaga hidrasi, memberikan ASI sesuai kebutuhan, serta memeriksakan kondisinya ke dokter jika gejala tidak membaik atau makin parah. Minyak telon bisa digunakan sebagai bagian dari rutinitas perawatan, seperti saat memijat bayi, untuk meningkatkan kehangatan tubuh sekaligus memberinya rasa tenang.
Apakah minyak kayu putih bisa meredakan hidung tersumbat pada bayi?
Selain minyak telon, banyak orang tua secara turun-temurun menggunakan minyak kayu putih saat anak sedang flu. Aromanya yang kuat memang dikenal mampu memberikan sensasi melegakan pada saluran pernapasan. Namun, mengoleskan minyak kayu putih murni langsung ke kulit bayi bukanlah langkah yang tepat.
Kulit bayi sangat sensitif dan tipis. Minyak kayu putih murni memiliki kandungan yang terlalu keras dan dapat memicu iritasi, kemerahan, atau rasa panas yang membuat bayi makin rewel. Sebagai gantinya, Anda bisa memilih produk baby oil atau minyak telon khusus bayi yang memang diformulasikan aman untuk kulit Si Kecil.
Jika Anda tetap ingin memanfaatkan aroma kayu putih untuk melegakan hidung tersumbat, Anda bisa meneteskan sedikit minyak tersebut ke dalam diffuser atau wadah berisi air hangat di sudut ruangan. Cara ini memungkinkan bayi menghirup uapnya dengan aman tanpa risiko iritasi kulit.
Cara mengatasi flu pada bayi secara alami
1. Tingkatkan asupan cairan
Cairan sangat penting untuk mengencerkan lendir dan mencegah dehidrasi, terutama jika flu disertai dengan sedikit demam. Jika bayi Anda berusia di bawah 6 bulan, berikan ASI sesering mungkin. ASI tidak hanya memberikan hidrasi, tetapi juga mengandung antibodi dari Moms yang dapat membantu tubuh bayi melawan infeksi. Untuk bayi yang sudah mulai makan MPASI (di atas 6 bulan), selain memberikan ASI, Anda bisa memberikan air putih hangat atau kaldu ayam yang bernutrisi.
2. Gunakan pelembap udara (humidifier)
Udara yang kering dapat membuat hidung Si Kecil makin tersumbat dan tenggorokannya terasa tidak nyaman. Memasang humidifier atau pelembap udara di kamar tidur bayi dapat menambah kelembapan pada udara yang dihirupnya. Udara yang lembap sangat membantu mengencerkan lendir di saluran pernapasan, sehingga Si Kecil bisa bernapas dan tidur dengan lebih tenang.
3. Tetes hidung saline dan aspirator
Karena bayi belum bisa mengeluarkan ingus atau membuang lendir sendiri, Moms bisa membantunya dengan menggunakan tetes hidung saline (larutan garam khusus bayi). Teteskan perlahan ke dalam lubang hidung bayi untuk mengencerkan lendir yang keras. Setelah beberapa saat, gunakan alat penyedot ingus bayi (nasal aspirator) yang berbahan lembut untuk mengeluarkan lendir tersebut secara hati-hati.
4. Terapi uap air hangat
Jika Anda tidak memiliki humidifier, terapi uap di kamar mandi bisa menjadi alternatif yang luar biasa. Nyalakan pancuran air panas di kamar mandi hingga ruangan dipenuhi uap. Bawa bayi Anda duduk di dalam kamar mandi (bukan di bawah air panas) selama 10-15 menit. Anda bisa sambil memangku dan menyanyikan lagu untuknya. Uap hangat akan bekerja secara alami membuka saluran napas yang tersumbat.
Baca juga: Cara Mengobati Flu pada Bayi dengan Bawang Merah
5. Pastikan waktu istirahat bayi maksimal
Tidur adalah waktu di mana tubuh secara aktif menyembuhkan dirinya sendiri. Pastikan Si Kecil mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Moms mungkin perlu lebih sering menggendong atau memeluknya, karena posisi kepala yang sedikit lebih tinggi saat digendong dapat membantunya bernapas lebih lega dibandingkan saat berbaring datar.
Itulah beberapa cara mengatasi flu pada bayi secara alami. Flu ringan umumnya akan membaik dalam beberapa hari. Namun, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak jika bayi Anda berusia di bawah 3 bulan dan mengalami demam, atau jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda kesulitan bernapas (napas sangat cepat atau dada terlihat tertarik ke dalam), Moms. (MB/SW/RF/Foto: Jcomp/Freepik)
