Type Keyword(s) to Search
KID

Jangan Sampai Salah, Begini Panduan Merawat Luka Anak dengan Aman

Jangan Sampai Salah, Begini Panduan Merawat Luka Anak dengan Aman

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Melihat anak tumbuh aktif dan gemar mengeksplorasi lingkungan tentu membuat Moms sebagai orang tua merasa bahagia melihatnya. Namun di tengah aktivitas bermain dan eksplorasi yang ia lakukan, luka kecil seperti goresan dan lecet seringkali tidak terhindarkan. 

Ketika Si Kecil terluka, rasa khawatir dan keinginan untuk segera memberikan pertolongan pertama tentu muncul. Agar tak salah langkah menyembuhkan luka Si Kecil, Moms perlu tahu panduan merawat luka anak dengan aman berikut. 

Panduan merawat luka anak

1. Tenangkan Si Kecil terlebih dahulu

Sebelum menyentuh lukanya, peluk dan tenangkan anak. Rasa sakit yang bercampur dengan ketakutan melihat darah sering kali membuat anak histeris. Berikan kata-kata yang menenangkan seperti, "Mama ada di sini, kita bersihkan lukanya supaya cepat sembuh, ya." Ketenangan Anda akan sangat membantu meredakan kepanikan Si Kecil.

2. Cuci tangan Anda sampai bersih

Pastikan tangan Anda sudah dalam keadaan benar-benar bersih sebelum menyentuh area kulit anak yang terluka. Cucilah tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Langkah sederhana ini sangat krusial untuk mencegah perpindahan bakteri dari tangan Anda ke luka anak.

3. Bersihkan luka dengan air mengalir

Bawa anak ke wastafel atau kamar mandi, lalu bilas lukanya dengan air bersih yang mengalir. Air mengalir adalah cara terbaik untuk mengangkat kotoran, debu, atau kerikil kecil yang mungkin menempel. Hindari menggunakan sabun mandi biasa pada area luka terbuka karena bisa menyebabkan rasa perih yang luar biasa dan mengiritasi jaringan kulit.

4. Keringkan dan berikan antiseptik

Setelah bersih, tepuk-tepuk area di sekitar luka secara perlahan menggunakan kasa steril atau handuk yang sangat lembut. Jangan menggosoknya karena bisa membuat luka kembali berdarah. Jika diperlukan, Moms bisa mengoleskan krim antiseptik khusus anak untuk membantu membunuh kuman. 

5. Tutup dengan plester yang tepat

Banyak mitos seputar tidak perlunya menutup luka dan membiarkannya terbuka atau “terkena angin” agar cepat kering. Namun menutup luka dengan plester justru disarankan karena memberikan lingkungan yang ideal untuk proses penyembuhan kulit. 

Luka yang dibiarkan terbuka cenderung lebih rentan mengering dan membentuk keropeng (koreng) yang keras. Keropeng ini bukan hanya membuat proses penyembuhan jaringan sel baru menjadi lebih lambat, tetapi juga meningkatkan risiko timbulnya bekas luka yang menghitam. Dengan menggunakan plester, area kulit yang terluka akan tetap terjaga kelembapannya, sehingga sel-sel kulit baru dapat tumbuh dan menyatu dengan lebih cepat.

Karenanya, untuk menutup luka Si Kecil, pilih plester dengan ukuran yang pas, di mana bagian bantalannya bisa menutupi seluruh area luka tanpa ada bagian perekat yang menempel pada luka itu sendiri. Moms bisa menggunakan plester bergambar karakter kartun favorit Si Kecil untuk mengembalikan senyum mereka.

Hansaplast hadirkan plester anti air, lindungi luka Si Kecil dengan maksimal 

Selain memastikan plester yang dipilih sesuai ukuran dan memiliki gambar karakter kegemaran Si Kecil, Moms juga bisa memberikan perlindungan ekstra dengan memberikan plester luka anti air.

Sebagai merek perawatan luka No.1, Hansaplast menghadirkan Hansaplast Aqua Protect Kids dengan teknologi Bacterial Shield yang mampu menghalang 99% bakteri dan kotoran. Fitur 100% waterproof melindungi luka dari air, bahkan saat anak bermain air atau beraktivitas di luar ruangan. 

Plester ini memiliki material yang lembut dan fleksibel, sehingga tetap nyaman digunakan dan mengikuti pergerakan aktif anak tanpa mengganggu aktivitas mereka. Desain ceria memungkinkan membantu mengurangi rasa takut saat luka kecil terjadi, sekaligus membuat proses perawatan luka menjadi pengalaman yang lebih positif bagi anak.

Vivilya Lukman, selaku BU Health Care Director PT Beiersdorf Indonesia berharap hadirnya Hansaplast Aqua Protect Kids bisa menjadi solusi bagi anak dan ibu untuk lebih nyaman dan tenang dalam merawat luka. 

“Hansaplast berharap produk ini dapat menjadi solusi praktis bagi orang tua dalam mendukung anak tetap aktif, percaya diri, dan bebas bermain tanpa khawatir terhadap luka kecil yang mereka alami, sementara Moms juga bisa merasa lebih tenang,” ujarnya saat acara peluncuran Hansaplast Aqua Protect Kids di BxSea, Bintaro, Minggu (03/05/2026)

Dalam sesi Woundcare Talkshow bersama Yosephine Carolline, Marketing Manager Healthcare Beiersdorf Indonesia, dijelaskan bahwa frekuensi penggantian plester luka juga perlu diperhatikan demi penyembuhan luka yang maksimal. 

“Setiap ganti plester, kita juga harus lihat berapa lama dia ganti plesternya. Jangan sampai plester sudah basah atau kotor banget, tidak diganti-ganti. Karenanya sesuai campaign kami, cegah infeksi, ganti plester 2 kali sehari, bilang memungkinkan,” jelasnya. (MB/Vonda Nabilla/RF/Foto: Dok. Freepik & Hansaplast)