Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Apa Firasat dan Arti Bersin Menurut Jam? Ini Penjelasannya

Apa Firasat dan Arti Bersin Menurut Jam? Ini Penjelasannya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Pernahkah Moms tiba-tiba bersin di tengah malam atau di pagi hari saat sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk Si Kecil? Bersin memang merupakan refleks alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari debu atau iritasi. Namun, dalam berbagai budaya yang dekat dengan keseharian kita, arti bersin menurut jam punya makna tersendiri, terutama jika terjadi pada waktu-waktu tertentu.

Moms mungkin pernah mendengar nasihat atau celetukan dari nenek maupun kerabat saat kita bersin. Ada yang bilang ada orang yang sedang membicarakan kita atau bahkan pertanda rezeki akan datang.

Memahami beragam makna di balik bersin ini bisa menjadi obrolan ringan yang menyenangkan di tengah keluarga, sekaligus memperkaya wawasan kita tentang budaya leluhur. Yuk, kita telusuri bersama arti bersin menurut jam dari berbagai sudut pandang berikut ini.

Arti bersin menurut jam dalam Primbon Jawa

Dalam budaya Jawa, Primbon sering kali menjadi rujukan untuk membaca pertanda alam, termasuk reaksi tubuh seperti bersin. Masyarakat tradisional Jawa meyakini bahwa bersin yang terjadi pada rentang waktu tertentu membawa pesan spesifik bagi orang yang mengalaminya.

Jika Moms bersin di pagi hari, misalnya antara pukul 06.00 hingga 08.00, Primbon Jawa sering mengartikannya sebagai pertanda baik. Ini bisa berarti akan ada kabar gembira atau rezeki yang tak terduga datang menghampiri keluarga. Tentu saja, hal ini bisa menjadi penyemangat tersendiri saat Anda bersiap memulai aktivitas harian ya, Moms.

Sebaliknya, bersin pada waktu menjelang magrib atau malam hari terkadang dikaitkan dengan datangnya tamu dari jauh atau kerinduan dari seseorang di masa lalu. Meskipun tafsir ini hanyalah bagian dari warisan budaya yang diwariskan turun-temurun, banyak keluarga yang masih menjadikannya sebagai bahan candaan hangat saat berkumpul di ruang keluarga.

Baca juga: Gaya Bersin Bisa Menandakan Kepribadian, Ini 8 Jenisnya!

Arti bersin menurut jam dalam tradisi Melayu

Tidak jauh berbeda dengan masyarakat Jawa, tradisi Melayu juga memiliki pandangan unik mengenai arti bersin. Dalam budaya Melayu, bersin sangat lekat dengan kepercayaan bahwa ada seseorang yang sedang menyebut nama kita atau mengingat kita dari kejauhan.

Bila bersin terjadi pada siang hari, masyarakat Melayu sering mengartikannya sebagai tanda bahwa ada saudara atau teman yang sedang membicarakan kebaikan kita. Ini sering kali disambut dengan senyuman dan harapan baik.

Namun, jika bersin terjadi secara beruntun tanpa sebab yang jelas (seperti debu atau flu), orang tua zaman dahulu sering menasihati agar kita memperbanyak doa dan menjaga kesehatan, karena bisa jadi itu adalah alarm alami tubuh yang mulai kelelahan.

Baca juga: 7 Cara Mudah Mengatasi Hidung Tersumbat Secara Alami

Arti bersin dalam Islam

Berbeda dengan primbon dan tradisi lokal yang mengaitkan bersin dengan prediksi kejadian berdasarkan jam, Islam memandang bersin dari sudut pandang kesehatan dan rasa syukur. Dalam ajaran Islam, tidak ada makna spesifik dari bersin yang dikaitkan dengan jam atau waktu tertentu.

Islam mengajarkan bahwa bersin adalah nikmat dari Allah SWT. Saat bersin, tubuh secara otomatis mengeluarkan kotoran, bakteri, atau benda asing yang berpotensi membahayakan sistem pernapasan. Karena itu, bersin dianggap sebagai anugerah kesehatan yang patut disyukuri, bukan sebagai ramalan masa depan.

Saat anak bersin, misalnya, Moms juga bisa menjelaskan kepada Si Kecil bahwa tubuh kita memiliki sistem perlindungan alami yang luar biasa, dan bersin adalah salah satu cara tubuh menjaga dirinya tetap sehat agar kita bisa terus beraktivitas dan bermain bersama.

Hukum mengucapkan alhamdulillah saat bersin

Karena bersin dianggap sebagai bentuk pembersihan tubuh dan nikmat kesehatan, Islam memberikan tuntunan khusus saat seseorang bersin. Hukum mengucapkan "Alhamdulillah" (segala puji bagi Allah) setelah bersin adalah sunah yang sangat dianjurkan. Mengucapkan tahmid (pujian) ini merupakan bentuk pengakuan dan rasa syukur kita atas nikmat kesehatan yang diberikan oleh Sang Pencipta.

Mengajarkan kebiasaan ini kepada anak-anak sejak usia dini akan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang pandai bersyukur atas hal-hal kecil dalam hidupnya. Moms bisa memberikan contoh nyata di rumah. Setiap kali Anda bersin, ucapkanlah dengan suara yang jelas agar Si Kecil bisa mendengar dan menirunya.

Doa ketika bersin dan mendengar orang bersin

Selain mengucapkan alhamdulillah untuk diri sendiri, ada adab sosial yang sangat indah dalam Islam ketika kita mendengar orang lain bersin. Tuntunan ini tidak hanya mempererat tali persaudaraan, tetapi juga menumbuhkan rasa empati dan kasih sayang di antara sesama anggota keluarga maupun teman. Berikut ini panduan doa yang bisa Moms terapkan dan ajarkan di rumah.

Bagi yang bersin, ucapkanlah "Alhamdulillah" (Segala puji bagi Allah).

Bagi yang mendengar orang bersin dan mengucapkan alhamdulillah, kita dianjurkan untuk menjawab dengan doa yang baik, "Yarhamukallah" (Semoga Allah merahmatimu). Doa ini berisi harapan agar Allah memberikan kasih sayang dan kesehatan kepada orang yang bersin.

Setelah mendengar doa yang baik tersebut, orang yang bersin dianjurkan untuk membalasnya lagi dengan ucapan "Yahdikumullah wa yushlihu baalakum" (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).

Itulah penjelasan mengenai arti bersin menurut jam. Mengetahui berbagai arti bersin dari kacamata Primbon Jawa dan tradisi Melayu bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenal kekayaan budaya leluhur kita. Namun, kita tentu mengutamakan pandangan yang lebih rasional dan spiritual, seperti yang diajarkan dalam Islam, di mana bersin adalah nikmat kesehatan yang harus disyukuri. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)