Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Ini Manfaat Membacakan Dongeng untuk Bayi dalam Kandungan dan Cara Melakukannya

Ini Manfaat Membacakan Dongeng untuk Bayi dalam Kandungan dan Cara Melakukannya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Moms, pernahkah Anda berbisik lembut ke perut yang membuncit, lalu bertanya-tanya—apakah bayi yang sedang dalam kandungan Anda benar-benar mendengar? Jawabannya: ya, dan lebih cepat dari yang Anda bayangkan.

Membacakan cerita untuk bayi dalam kandungan bukan sekadar ritual belaka. Ada alasan ilmiah yang kuat di balik kebiasaan ini. Dari perkembangan sistem pendengaran janin hingga manfaat bonding yang berlangsung jauh sebelum kelahiran, dongeng sederhana yang Anda bacakan setiap malam bisa menjadi hadiah berharga bagi Si Kecil.

Kapan janin mulai bisa mendengar suara dan dongeng dari luar rahim?

Banyak ibu hamil yang belum tahu bahwa telinga janin mulai berkembang lebih awal dari yang diperkirakan. Menurut American Pregnancy Association, telinga janin mulai terbentuk sejak minggu ke-18 kehamilan, dan pada minggu ke-25 hingga ke-26, janin sudah mampu merespons suara dari luar rahim dengan gerakan atau perubahan detak jantung.

Namun, suara yang paling jelas terdengar oleh janin adalah suara ibunya. Mengapa? Karena suara ibu tidak hanya merambat melalui udara, tetapi juga melalui getaran tulang dan jaringan tubuh. Itu sebabnya, ketika bayi lahir, mereka sudah sangat mengenali suara ibunya dan cenderung lebih tenang saat mendengarnya.

Suara ayah dan orang-orang di sekitar ibunya juga bisa didengar janin, meski dengan intensitas lebih rendah. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Infant and Child Development menunjukkan bahwa bayi baru lahir mampu membedakan suara yang sering ia dengar selama dalam kandungan—termasuk suara cerita yang rutin dibacakan.

Baca juga: Posisi Janin saat Ibu Tidur Telentang, Ini yang Perlu Moms Tahu

Apa yang dirasakan janin saat mendengar suara?

Janin tidak hanya "mendengar" dalam artian pasif. Ia merespons. Pada trimester ketiga, banyak ibu hamil melaporkan bahwa janin bergerak atau menendang saat mendengar suara yang familier atau musik yang dimainkan berulang kali. Ini adalah tanda bahwa sistem sensorik janin sudah aktif bekerja dan sedang belajar mengenali dunia luar.

Apa manfaat membacakan dongeng untuk bayi dalam kandungan?

Manfaat membacakan dongeng untuk janin bukan hanya soal stimulasi sensorik. Ada manfaat yang lebih dalam—baik untuk tumbuh kembang Si Kecil maupun untuk kesehatan mental orang tua.

1. Merangsang perkembangan otak dan bahasa janin

Paparan suara dan bahasa sejak dalam kandungan memberikan stimulasi awal bagi otak janin yang sedang berkembang pesat. Penelitian dari University of Helsinki menemukan bahwa janin yang terpapar kata-kata tertentu secara berulang selama kehamilan menunjukkan respons otak yang lebih kuat terhadap kata-kata tersebut setelah lahir, dibandingkan bayi yang tidak mendapat paparan serupa.

Artinya, cerita yang Anda bacakan hari ini bisa menjadi fondasi kemampuan bahasa anak Anda di masa depan, Moms.

2. Mempererat bonding emosional sejak dini

Membacakan dongeng adalah cara orang tua untuk membangun koneksi dengan janin jauh sebelum kelahiran. Suara yang akrab dan penuh cinta membantu janin merasa aman dan dicintai, bahkan dari dalam rahim. Ikatan emosional ini, yang sering disebut prenatal bonding, terbukti berdampak positif pada perkembangan sosial-emosional anak di tahun-tahun pertama kehidupan.

3. Membantu bayi lebih mudah ditenangkan setelah lahir

Saat bayi lahir dan mendengar suara yang sudah ia kenal dari dalam kandungan—termasuk ritme dan nada cerita favorit—ia cenderung lebih cepat tenang. Ini bukan kebetulan. Otak bayi mengasosiasikan suara tersebut dengan rasa aman yang ia rasakan selama dalam rahim.

4. Menjaga kesehatan mental ibu hamil

Rutin membacakan dongeng juga memberikan manfaat bagi bumil. Aktivitas ini mendorong Anda untuk memperlambat ritme hari, bernapas lebih tenang, dan terhubung secara emosional dengan kehamilannya. Bagi banyak bumil, momen ini menjadi waktu meditasi alami yang membantu mengurangi stres dan kecemasan selama kehamilan.

Baca juga: Apakah Tendangan dan Gerakan Janin Pertanda Ia Sehat?

Dongeng pendek dan hangat yang bisa dibacakan kepada janin

Tidak ada aturan baku soal dongeng apa yang cocok untuk dibacakan. Yang terpenting adalah kenyamanan Anda dan ketulusan yang mengalir dalam suara Anda. Namun, jika Anda butuh inspirasi, berikut ini beberapa dongeng yang bisa Anda bacakan untuk momen ini.

1. Dongeng klasik dengan narasi tenang

Pilihan seperti Putri Salju, Timun Mas, atau Si Kancil cocok karena memiliki alur yang sederhana dan penuh irama. Anda bisa menyesuaikan nada berceritanya—lebih pelan, lebih lembut—agar terasa seperti nyanyian pengantar tidur.

2. Buku bergambar sederhana

Buku seperti Goodnight Moon karya Margaret Wise Brown sangat populer di kalangan ibu hamil karena kalimatnya pendek, berima, dan menenangkan. Meski janin belum bisa melihat gambarnya, irama bahasanya memberikan stimulasi yang menyenangkan.

3. Cerita yang Anda ciptakan sendiri

Anda bisa bercerita tentang hari-hari Anda, rencana yang Anda siapkan untuknya, atau sekadar mendeskripsikan langit sore yang indah yang Anda lihat tadi. Janin tidak memahami kata-katanya—tapi ia merasakan kehangatan suara Anda, Moms.

Cara membacakan cerita: suara natural, durasi singkat, dan rutinitas yang nyaman

Banyak orang tua yang ragu memulai karena merasa suaranya "tidak bagus" atau tidak tahu harus mulai dari mana. Padahal, tidak perlu standar khusus untuk ini. Berikut ini panduan praktis yang bisa langsung Anda coba.

Gunakan suara natural Anda

Tidak perlu mendramatisir atau berpura-pura menjadi penyiar radio. Suara normal Anda—hangat, jujur, dan familier—adalah yang paling berarti bagi janin. Berbicaralah seperti Anda sedang mengobrol dengan sahabat dekat.

Mulai dengan durasi 5–10 menit

Tidak mesti bercerita panjang lebar setiap malam. Sesi singkat 5 hingga 10 menit sudah cukup efektif, terutama jika dilakukan secara konsisten. Konsistensi jauh lebih penting daripada durasi.

Pilih waktu yang sama setiap hari

Janin mulai mengembangkan ritme sirkadian (siklus tidur-bangun) sekitar trimester ketiga. Membacakan dongeng di waktu yang sama setiap hari—misalnya malam sebelum tidur—membantu membangun rutinitas yang terasa familier bagi janin dan menenangkan bagi bumil.

Posisi yang nyaman

Duduklah atau berbaringlah dalam posisi yang paling nyaman. Letakkan tangan di perut sambil bercerita. Sentuhan fisik ini menambah kehangatan pada momen bonding yang ada.

Tidak perlu suara keras: cara menjadikan dongeng sebagai momen bonding

Salah satu mitos yang paling umum adalah bahwa Anda perlu berbicara keras agar janin bisa mendengar. Nyatanya, tidak demikian. Suara bumil sudah terdengar jelas bagi janin karena merambat langsung melalui tubuh. Berbicara dengan nada normal—bahkan bisikan lembut—sudah lebih dari cukup.

Libatkan ayah dan anggota keluarga lain

Bonding prenatal tidak hanya bisa dilakukan bumil. Moms bisa ajak suami untuk membacakan cerita secara rutin, minimal beberapa kali seminggu. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang sudah mengenal suara ayahnya sejak dalam kandungan cenderung lebih responsif terhadap ayahnya setelah lahir.

Sang kakak juga bisa dilibatkan. Biarkan ia berbicara atau bernyanyi kepada adik yang masih di dalam perut. Selain mempersiapkannya secara emosional untuk menyambut anggota baru keluarga, momen ini menciptakan kenangan indah yang akan selalu diingat.

Jadikan sebagai rutinitas keluarga

Rutinitas malam yang sederhana—bumil berbaring dan suami duduk di samping, bersama-sama membacakan satu cerita pendek—bisa menjadi rutinitas keluarga yang bermakna. Ritual ini tidak berakhir saat bayi lahir. Kebiasaan yang dibangun selama kehamilan ini tetap bisa dilanjutkan setelah Si Kecil lahir nanti.

Tidak ada cara yang salah

Yang paling penting untuk diingat: Tidak ada cara yang "salah" dalam membacakan dongeng untuk janin. Selama Anda melakukannya dengan penuh kasih dan konsisten, manfaatnya akan terasa. Percayai insting Anda sebagai orang tua, karena Anda sudah melakukan sesuatu yang luar biasa hanya dengan mau memulai.

Itulah manfaat membacakan dongeng untuk bayi dalam kandungan. Bagi janin di dalam kandungan, suara orang tuanya adalah dunia pertama yang ia kenal—penuh rasa aman, cinta, dan kehangatan. (MB/SW/RF/Foto: Magnific)