Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Salah satu permainan yang digemari oleh balita adalah bermain air. Meskipun begitu, ternyata ada lho, anak yang takut air. Apakah hal tersebut wajar? Dan bagaimana cara mengatasi anak yang takut air tersebut?
Sebenarnya, ketakutan terhadap air adalah hal yang biasa dan alami bagi banyak anak. Meskipun begitu, jika ketakutan ini dibiarkan berlarut-larut, tentunya akan menjadi masalah dalam hidup anak di masa depan. Untuk itu, baca penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasi anak yang takut air berikut ini, Moms!
Penyebab anak takut air
Sebelum membantu anak menghadapi ketakutannya, penting untuk terlebih dahulu memahami penyebab di balik rasa takut Si Kecil terhadap air. Berikut ini beberapa alasan anak takut air.
1. Pengalaman buruk dengan air
Jika Si Kecil pernah mengalami sesuatu yang traumatis, seperti tersedak saat mandi atau jatuh ke kolam secara tidak sengaja, ingatan ini dapat menciptakan rasa takut yang mendalam terhadap air.
2. Sensitivitas terhadap air
Walaupun bermain air terlihat menyenangkan, sejumlah anak mungkin merasa tidak nyaman dengan sensasi air yang dingin, basah, atau mengenai wajah mereka. Hal ini terutama terjadi pada anak dengan kebutuhan sensorik tertentu.
3. Ketidakpastian atau kekhawatiran
Air bisa menjadi sesuatu yang menakutkan bagi anak-anak yang belum terbiasa. Mereka mungkin takut tenggelam, tidak bisa bernapas, atau tidak memiliki kendali saat berada di dalam air.
Baca juga: Penting, Ini Manfaat Aktivitas Bermain Air untuk Balita
Cara mengatasi anak yang takut air
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi anak yang takut air, yakni:
1. Bantu anak mendekat dengan air secara bertahap
Memperkenalkan air secara perlahan adalah langkah awal yang penting, Moms. Ajak Si Kecil berinteraksi dengan air dalam situasi di mana ia merasa nyaman. Mulailah dengan hal sederhana, seperti bermain dengan air menggunakan mainan kecil di wastafel atau baskom. Moms bisa mencelupkan tangan anak ke dalam mangkuk berisi air secara perlahan. Lakukan beberapa kali sehingga Si Kecil mulai terbiasa. Aktivitas ini bisa menghilangan rasa khawatirnya pada air.
2. Jadikan air sebagai hal yang seru
Cara terbaik untuk mengatasi ketakutan adalah dengan mengubahnya menjadi sesuatu yang menyenangkan. Moms bisa buat waktu bermain yang melibatkan air, seperti bermain gelembung sabun, bermain air di halaman dengan selang, atau menciptakan permainan mandi. Dengan permainan ini, anak akan menganggap air sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan lagi menakutkan.
3. Contohkan sikap positif terhadap air
Anak sering melihat dan meniru perilaku orang tuanya. Tunjukkan kepada anak bahwa air adalah sesuatu yang menyenangkan dan aman, misalnya mengajak Si Kecil main bersama di kolam renang dangkal sambil menunjukan ekspresi yang bahagia. Saat melihat Moms dan Dads bahagia, ia tentunya akan merasa lebih nyaman berada di dalam air.
4. Berikan pujian untuk anak
Ketika anak menunjukkan keberanian berinteraksi dengan air, berikan pujian untuk setiap langkah kecil yang telah ia capai. Ini akan membantu membangun rasa percaya diri SI Kecil lho, Moms. Contohnya, Anda bisa katakan, “Wah, kamu hebat sekali sudah berani mencelupkan kaki ke dalam air. Mama bangga!”
5. Jadikan waktu bermain air sebagai momen kebersamaan
Cara mengatasi anak yang takut air adalah dengan menjadikan waktu bermain air sebagai momen kebersamaan. Jadikan saat-saat ini sebagai momen untuk mempererat bonding Anda dengan Si Kecil.
6. Gunakan alat pengaman
Saat Si Kecil mulai berani bermain air, Moms tetap harus mengawasinya secara langsung. Gunakan alat pengaman seperti pelampung saat menaruh tubuh anak ke dalam air. Hal ini akan membuat Si Kecil merasa aman dan nyaman saat berada di dalam air, sehingga tidak ada ketakutan lagi di dalam dirinya.
Itulah beberapa cara untuk mengatasi anak yang takut air. Yuk, ajak anak bermain air, karena bermain air bisa menjadi cara yang menyenangkan dan efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak secara keseluruhan, Moms. (M&B/AY/GP/Foto: Pvproductions/Freepik)