Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Perut wanita yang membesar kerap dianalogikan sebagai kehamilan. Namun, belum tentu seperti itu, lho. Bisa jadi kondisi tersebut merupakan perut buncit. Yuk, cari tahu perbedaan perut besar karena buncit dan hamil!
Sekilas, perut buncit dan perut hamil terlihat sama. Namun, jika diperhatikan, keduanya memiliki perbedaan dan ciri khasnya masing-masing.
Apa penyebab perut buncit?
Perut buncit pada umumnya berkaitan dengan penumpukan lemak, gas, atau gangguan pencernaan. Berikut ini beberapa alasan utama perut bisa menjadi buncit.
1. Penimbunan lemak.Konsumsi makanan tinggi kalori yang berlebih, kurangnya aktivitas fisik, dan gaya hidup yang kurang sehat bisa menyebabkan lemak menumpuk di area perut.
2. Kembung atau penumpukan gas.Pola makan yang salah, seperti kebiasaan makan terlalu cepat atau konsumsi makanan yang memicu gas (seperti minuman berkarbonasi), bisa memicu kembung.
3. Gangguan pencernaan.Masalah seperti sembelit atau sindrom iritasi usus (Irritable Bowel Syndrome/IBS) juga bisa membuat perut terasa penuh dan terlihat lebih besar.
4. Retensi cairan.Kondisi medis tertentu atau perubahan hormonal, seperti menstruasi, bisa menyebabkan tubuh menahan cairan yang membuat perut tampak membesar.
Baca juga: 5 Olahraga Paling Efektif untuk Mengecilkan Perut Buncit
Perbedaan perut buncit dan hamil berdasarkan bentuknya
Moms, perut buncit biasa dipicu karena adanya timbunan lemak di area tersebut. Perut buncit terasa empuk saat ditekan, terlihat bergelambir, dan bisa dicubit. Saat duduk, perut yang buncit akan membentuk lipatan yang menonjol. Satu hal lagi, perut buncit tidak menyebabkan pusar menonjol, seperti yang biasanya dialami ibu hamil.
Jika perut buncit terjadi karena adanya penumpukan gas, maka akan terdapat sensasi tertekan dan penuh pada perut. Lain halnya jika perut buncit disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti tumor atau kanker. Kedua kondisi ini menyebabkan perut membesar, terasa kencang, dan tidak nyaman, karena adanya penumpukan cairan.
Sementara itu, perut besar karena hamil akan terasa keras dan berat serta sulit dicubit. Perut juga tetap terlihat kencang dan tidak berlipat saat duduk. Selain itu, sebagian wanita mengalami pusar yang menonjol saat hamil.
Perbedaan perut buncit dan hamil berdasarkan gejala yang menyertai
Bukan hanya dari bentuk, perut buncit dan hamil juga bisa dibedakan dari keluhan yang menyertai. Perut buncit yang terjadi akibat penumpukan lemak biasanya diikuti dengan komplikasi seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, atau kanker. Gejalanya bisa berbeda, tergantung pada gangguan kesehatan yang dialami.
Apabila perut buncit dipicu penumpukan gas, biasanya perut akan terasa nyeri, penuh, hingga muncul kram perut. Kondisi ini juga bisa membuat penderitanya sering bersendawa atau buang angin.
Di sisi lain, perut besar yang menandakan kehamilan akan dibarengi dengan banyak gejala. Tanda awal kehamilan yang paling jelas adalah keterlambatan atau tidak menstruasi. Hal ini biasanya terjadi pada minggu ke-4 setelah terjadinya pembuahan.
Tanda-tanda kehamilan lainnya, meliputi:
- Payudara terasa lebih padat, kencang, dan nyeri
- Mual dan muntah (morning sickness)
- Frekuensi buang air kecil meningkat
- Tubuh cepat lelah
- Lebih sensitif terhadap bau tertentu
- Sembelit atau sulit buang air besar
- Sakit kepala
- Nyeri di bagian punggung
- Perubahan suasana hati atau mood swing yang disebabkan oleh perubahan hormon.
Baca juga: 7 Gejala Kehamilan yang Bisa Jadi Tanda Bahaya bagi Bumil
Tips mengatasi perut buncit
Selain bisa menjadi indikasi adanya gejala gangguan medis, perut buncit bisa menyebabkan rasa tak nyaman dan tak percaya diri. Jika Moms mengalami perut buncit, Anda bisa mencoba beberapa langkah berikut ini untuk mengatasinya.
1. Memperbaiki pola makan. Hindari makanan yang mengandung banyak gas, kurangi konsumsi gula dan makanan berlemak.
2. Olahraga teratur. Aktivitas fisik bisa membantu membakar lemak dan meningkatkan kesehatan pencernaan.
3. Minum cukup air. Dehidrasi bisa menyebabkan tubuh menahan cairan. Jadi, pastikan tubuh tetap terhidrasi.
4. Mengelola stres. Stres dapat memengaruhi hormon dan menyebabkan gangguan pencernaan, yang berkontribusi pada perut kembung.
Baca juga: Good Bye, Perut Buncit! Ini 8 Cara Efektif untuk Hilangkan Lemak di Perut
Itulah perbedaan perut buncit dan hamil. Meski sekilas terlihat sama, perut buncit dan perut hamil adalah kondisi yang berbeda. Bukan sekadar jeli melihat perbedaan antara perut buncit dan indikasi kehamilan, Moms juga perlu mengambil tindakan yang sesuai dengan kondisi yang dialami. Jika perlu, lakukan pemeriksaan medis agar dapat ditentukan penanganan yang terbaik. (M&B/AY/WR/Foto: Freepik)