BUMP TO BIRTH

Tips Posisi Tidur yang Aman saat Bayi di Dalam Kandungan Melintang


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Posisi bayi dalam kandungan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan, terutama saat kehamilan sudah memasuki trimester ketiga. Beberapa bayi berada dalam posisi melintang di kandungan bahkan hingga jelang persalinan. Sehingga Moms perlu memperhatikan posisi tidur jika bayi melintang.

Idealnya pada periode akhir kehamilan, bayi akan berada dalam posisi kepala di bawah menjelang persalinan. Namun, tak sedikit ibu hamil yang mengalami kondisi di mana posisi bayi justru melintang atau transverse lie, yakni tubuh bayi berada horizontal di dalam rahim. Selain mempengaruhi rencana kelahiran, posisi bayi melintang juga berisiko menimbulkan komplikasi tertentu jika tidak segera ditangani.

Nah, bagi Anda yang sedang hamil dan mengalami kondisi ini, yuk cari tahu posisi tidur yang aman dan nyaman saat bayi melintang di dalam kandungan dalam artikel berikut ini.

Penyebab bayi melintang dalam kandungan

Sebelum mengetahui posisi tidur yang tepat jika bayi melintang, penting untuk mengetahui penyebabnya. Beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi berada dalam posisi melintang di antaranya:

  • Bentuk atau kelainan rahim
  • Jumlah air ketuban yang terlalu sedikit atau terlalu banyak
  • Kehamilan kembar
  • Riwayat persalinan sebelumnya
  • Plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir)

Baca juga: Plasenta Previa, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tips posisi tidur jika bayi melintang

Salah satu hal sederhana namun penting yang bisa dilakukan untuk membantu memperbaiki posisi bayi adalah dengan memperhatikan posisi tidur seperti di bawah ini.

1. Tidur miring ke kiri

Menurut American Pregnancy Association, posisi tidur miring ke kiri disarankan untuk ibu hamil karena bisa melancarkan aliran darah ke rahim, ginjal, dan janin. Posisi ini juga membantu mengurangi tekanan pada organ vital dan memberi ruang lebih bagi bayi untuk bergerak.

Baca juga: Waspadai Efek Samping Terlalu Banyak Tidur saat Hamil!

2. Gunakan bantal penopang

Gunakan bantal kehamilan atau guling di antara kedua kaki dan di punggung bagian bawah saat tidur miring. Cara ini bisa membantu ibu lebih nyaman serta menjaga posisi tubuh tetap stabil, mencegah ibu berguling ke posisi telentang.

3. Hindari tidur telentang di trimester akhir

Tidur telentang saat kehamilan trimester ketiga bisa membuat berat rahim menekan pembuluh darah besar, mengganggu aliran darah ke janin, dan mempersempit ruang gerak bayi, termasuk saat bayi masih melintang.

Baca juga: 7 Perubahan Tubuh saat Hamil Trimester Ketiga

4. Lakukan posisi forward-leaning inversion

Beberapa ahli menyarankan teknik posisi miring ke depan (forward-leaning inversion) untuk membantu bayi melintang berputar ke posisi kepala di bawah. Namun, teknik ini sebaiknya dilakukan dengan pendampingan dokter atau bidan.

Itulah beberapa tips posisi tidur jika bayi melintang. Perlu diingat Moms, bahwa tips ini hanya sebagai pelengkap, bukan pengganti anjuran medis. Jika posisi bayi tetap melintang mendekati usia persalinan, dokter mungkin akan menyarankan tindakan medis tertentu seperti persalinan sesar demi keamanan ibu dan bayi. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter ya, Moms. (M&B/YE/RF/Foto: Cottonbro/Pexels)