Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Di momen kehamilan, tak sedikit dari ibu hamil yang harus menghadapi tantangan kesehatan, salah satunya preeklampsia. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi dan dapat membahayakan ibu maupun janin jika tidak ditangani dengan tepat. Maka, makanan untuk ibu preeklampsia perlu diperhatikan dengan cermat.
Kabar baiknya, selain pengawasan medis dari dokter, asupan nutrisi yang tepat bisa membantu dan menjadi kunci penting untuk membantu mengontrol gejala preeklampsia dan menjaga kesehatan ibu serta janin yang berada di dalam kandungan.
5 Jenis makanan untuk ibu hamil preeklampsia
Pola makan yang sehat dan seimbang sangat penting untuk membantu mengontrol tekanan darah dan memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil. Berikut adalah beberapa makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat ibu hamil mengalami preeklampsia:
1. Makanan kaya kalsium
Makanan dengan kandungan kalsium tinggi dapat membantu menurunkan risiko preeklampsia dan menjaga tekanan darah ibu agar tetap stabil. Makanan yang kaya akan kalsium di antaranya adalah susu rendah lemak, yoghurt, keju, tempe, tahu, brokoli, dan kacang almond.
Baca juga: Ini Manfaat dan Pentingnya Kalsium untuk Ibu Hamil
2. Makanan tinggi antioksidan
Kandungan antioksidan dapat melawan radikal bebas yang dapat memperburuk kondisi preeklampsia. Konsumsilah makanan yang mengandung tinggi antioksidan seperti blueberry, stroberi, jeruk, wortel, bayam, tomat, atau paprika.
3. Sumber magnesium
Magnesium dapat membantu pembuluh darah dalam tubuh terelaksasi. Tak hanya itu, kandungan magnesium juga bisa mengontrol tekanan darah. Makanan dengan sumber magnesium seperti pisang, alpukat, biji labu, kacang mete, dan sayuran hijau.
4. Makanan kaya serat
Serat dapat menjaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap stabil. Dapatkan serat dengan konsumsi makanan seperti oatmeal, ubi, sayur bayam, brokoli, apel, dan pir.
Baca juga: 10 Makanan Tinggi Serat untuk Mengatasi Sembelit Pasca Melahirkan
5. Asupan protein seimbang
Protein yang seimbang dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung pertumbuhan janin di dalam kandungan. Konsumsilah makanan seperti ikan berlemak rendah (salmon), ayam tanpa kulit, telur, dan kacang-kacangan.
Makanan yang sebaiknya dihindari ibu hamil preeklampsia
Selain harus mengonsumsi makanan tertentu, bumil juga sebaiknya menghindari makanan yang dapat memperburuk kondisi preeklampsia. Beberapa makanan yang harus dihindari tersebut di antaranya adalah:
1. Makanan tinggi garam (natrium)
Makanan dengan kandungan garam atau natrium yang tinggi dapat meningkatkan retensi cairan dan memperparah hipertensi.
2. Makanan cepat saji dan gorengan
Makanan cepat saji dan gorengan mengandung lemak trans dan lemak jenuh tinggi yang dapat meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan pembuluh darah.
3. Makanan tinggi gula
Gula menyebabkan risiko obesitas meningkat. Tak hanya itu, konsumsi makanan tinggi gula terlalu sering juga dapat menyebabkan diabetes gestasional, serta berpotensi memperparah tekanan darah tinggi.
4. Makanan mentah atau setengah matang
Makanan yang tidak dimasak dengan baik berisiko mengandung bakteri seperti Listeria dan Toxoplasma, yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin.
Baca juga: 9 Makanan yang Harus Dihindari saat Hb Rendah pada Ibu Hamil
Itulah beberapa makanan untuk ibu hamil preeklampsia dan yang perlu dihindari. Preeklampsia memang bisa menjadi tantangan selama masa kehamilan, tetapi dengan pola makan yang tepat dan seimbang, kondisi ini dapat dikelola dengan baik. Dengan nutrisi yang tepat dan dukungan medis yang optimal, kehamilan bisa tetap sehat dan nyaman hingga persalinan tiba. (M&B/YE/RF/Foto: Freepik)