KID

Menangani Skoliosis dengan Teknologi Terkini: Vertebral Body Tethering (VBT)


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Oleh Dr. dr. Didik Librianto, Sp. OT. (K) (Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Spine RS Pondok Indah – Pondok Indah)

Masa tumbuh kembang anak merupakan periode yang sangat vital. Dimulai sejak lahir hingga memasuki usia remaja, fase yang mencakup aspek fisik, kognitif, dan emosional ini dapat berpengaruh terhadap kesehatan anak dan remaja dalam jangka panjang. Karenanya, orang tua memiliki peran penting dalam memantau proses tumbuh anak agar berjalan secara optimal.

Tak jarang anak mengalami masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian khusus dari orang tua. Salah satunya adalah kondisi skoliosis. Skoliosis merupakan kelengkungan tulang belakang ke arah samping (kanan atau kiri) yang dapat terjadi pada area leher (servikal), punggung (torakal).

Kondisi yang lebih sering terjadi pada anak dan remaja ini sering kali tidak disadari oleh penderitanya, hingga sudah parah atau menyebabkan komplikasi, seperti nyeri punggung maupun gangguan pada organ lain yang juga mengganggu aktivitas anak dan remaja.

Skoliosis dapat disebabkan oleh faktor kongenital atau bawaan lahir, faktor neuromuskular atau gangguan otot dan saraf, atau bahkan tidak ketahui sama sekali penyebabnya (idiopatik). Untuk memperbaiki lengkungan tulang belakang, dokter spesialis ortopedi konsultan spine biasanya akan memeriksa pasien terlebih dahulu untuk mengetahui derajat kelengkungan.

Baca juga: Waspada, Skoliosis Bawaan Bisa Timbulkan Masalah Kesehatan Bayi

Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Mengingat kondisi tulang anak dan remaja yang masih mengalami masa pertumbuhan, tindakan penanganan skoliosis yang tetap mendukung pertumbuhannya sangat dibutuhkan.

Berbicara tentang skoliosis pada anak dan remaja, teknik terbaru Vertebral Body Tethering (VBT) kini menjadi sorotan di dunia medis. Metode ini tidak hanya efektif, tapi juga memungkinkan pasien tetap bergerak aktif dan melanjutkan aktivitas sehari-hari tanpa kehilangan fleksibilitas tulang belakang.

Cara kerja VBT

VBT merupakan prosedur bedah minimal invasive yang dirancang untuk memperbaiki skoliosis, yaitu kelainan berupa kelengkungan tulang belakang tanpa mengorbankan fleksibilitasnya. Berbeda dengan operasi konvensional, teknik ini memungkinkan tulang belakang anak dan remaja tetap tumbuh secara normal setelah tindakan operasi. Proses ini melibatkan pemasangan anchor di sepanjang tulang belakang, yang kemudian dihubungkan dengan tali fleksibel atau tether. Saat anak tumbuh, tali ini bekerja untuk menyesuaikan kelengkungan dan mempertahankan keseimbangan tubuh.

Teknik ini diperuntukkan bagi pasien anak dan remaja dengan skoliosis idiopatik (skoliosis tanpa penyebab yang pasti) dengan sudut kelengkungan antara 25-65 derajat. VBT sangat efektif bagi mereka yang masih dalam masa pertumbuhan, di mana penggunaan brace saja tidak cukup untuk mencegah progresivitas skoliosis.

Teknik VBT bukan hanya mengoreksi kelengkungan, tapi juga mencegah progresivitas skoliosis. Dengan penggunaan tether yang fleksibel, tulang belakang dapat tumbuh selaras dan tidak kaku. Selain itu, hasil tindakan ini bersifat permanen, sehingga pasien tidak perlu khawatir tentang kekambuhan skoliosis di masa depan.

Baca juga: 8 Makanan yang Baik untuk Pertumbuhan Tulang Anak

Keunggulan VBT dibandingkan operasi konvensional

Teknik VBT menawarkan banyak keuntungan dibandingkan metode operasi skoliosis konvensional. Salah satu kelebihannya adalah mobilisasi dini, di mana pasien dapat bergerak lebih cepat pascaoperasi. Tulang belakang tetap fleksibel, sehingga pasien dapat kembali aktif tanpa merasa kaku. Selain itu, VBT termasuk tindakan minimal invasive, sehingga risiko perdarahan lebih kecil, waktu rawat inap lebih singkat, dan pemulihan berlangsung lebih cepat.

VBT paling efektif dilakukan pada anak dan remaja yang masih dalam masa pertumbuhan dan memiliki kelengkungan tulang belakang di atas 25 derajat, tetapi belum mencapai kelengkungan 65 derajat. Karena teknik ini bekerja dengan mengikuti pertumbuhan, makin cepat prosedur dilakukan, maka makin baik hasilnya. Konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi konsultan spine sangat disarankan ketika sudut kelengkungan tulang belakang mencapai minimal 25 derajat. Hal ini penting untuk mencegah kelengkungan bertambah parah dan memastikan pasien mendapatkan penanganan tepat waktu.

Pemulihan setelah tindakan VBT terbilang cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari rawat inap. Risiko komplikasi juga minimal, sehingga pasien dapat kembali ke rutinitas sehari-hari tanpa hambatan. Pascaoperasi, anak dapat melakukan berbagai aktivitas seperti membungkuk, melompat, atau bergerak ke samping tanpa merasakan nyeri. Bahkan, olahraga ringan tetap dapat dilakukan. (M&B/SW/Foto: Freepik)