Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Hiperlaktasi, atau produksi ASI berlebih, bisa menjadi masalah tersendiri buat ibu menyusui. Meskipun ASI yang melimpah sering dianggap sebagai keberuntungan, kondisi ini justru bisa memberikan ketidaknyamanan pada busui maupun bayi jika tidak ditangani dengan baik, Moms.
Hiperlaktasi adalah kondisi di mana kelenjar susu ibu menyusui memproduksi ASI dalam jumlah yang melebihi kebutuhan bayi. Hal ini bisa menyebabkan bayi kesulitan menyusu dan busui pun merasa tidak nyaman. Dalam beberapa kasus, hiperlaktasi bisa terjadi karena stimulasi berlebihan pada payudara atau ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi produksi ASI.
Penyebab hiperlaktasi pada ibu menyusui
Beberapa penyebab utama hiperlaktasi pada ibu menyusui meliputi:
1. Stimulasi berlebihan
Penggunaan pompa ASI dalam frekuensi yang terlalu sering atau menyusui sebagai cara untuk menenangkan bayi tanpa mengandalkan sinyal alami kebutuhan menyusu Si Kecil merupakan salah satu penyebab hiperlaktasi pada ibu menyusui.
2. Ketidakseimbangan hormon prolaktin
Hormon prolaktin yang bertugas mengatur produksi ASI bisa saja bekerja terlalu aktif atau berlebihan pada sebagian busui dan menyebabkan terjadinya hiperlaktasi.
3. Posisi menyusui yang tidak tepat
Posisi menyusui yang keliru, seperti menyusui bayi dengan posisi menyusu yang tidak optimal, bisa memicu kelenjar susu terus memproduksi ASI tanpa terkendali.
4. Genetik atau faktor individual
Beberapa ibu menyusui memiliki predisposisi alami untuk memproduksi lebih banyak ASI daripada yang dibutuhkan bayi mereka.
Baca juga: Ibu Menyusui Wajib Tahu, Ini 5 Ciri Produksi ASI Berkurang
Gejala hiperlaktasi pada ibu menyusui
Busui dengan hiperlaktasi mungkin mengalami beberapa gejala berikut ini:
- Payudara terasa selalu penuh dan berat.
- Rasa nyeri akibat pembengkakan pada payudara.
- Kebocoran ASI yang tidak terkontrol.
- Bayi sering terlihat rewel saat menyusu karena aliran ASI terlalu deras.
- Kemungkinan terjadinya mastitis, yaitu infeksi pada jaringan payudara akibat penumpukan ASI.
Bagi bayi, aliran ASI yang deras bisa menyebabkan Si Kecil sering tersedak, mengalami kolik, hingga sulit merasa nyaman saat menyusu.
Baca juga: Mastitis pada Ibu Menyusui, Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Cara mengatasi hiperlaktasi pada ibu menyusui
Menangani hiperlaktasi membutuhkan pendekatan yang hati-hati dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu menyusui. Berikut ini beberapa tips praktis yang bisa Anda lakukan, Moms.
1. Cobalah feeding block technique
Menyusuilah dari satu sisi payudara dalam kurun waktu tertentu (misalnya 2-3 jam) untuk mengatur produksi ASI. Cara ini membantu tubuh mengurangi produksi ASI berlebih.
2. Kurangi stimulasi yang berlebihan
Jika Moms menggunakan pompa ASI, pastikan tidak memompa terlalu sering atau dalam durasi panjang jika bayi Anda sudah kenyang.
3. Posisi menyusui yang tepat
Gunakan posisi menyusui yang lebih rileks, seperti posisi berbaring, sehingga aliran ASI lebih terkontrol dan bayi bisa menyusu dengan nyaman.
4. Kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan
Gunakan kompres dingin pada payudara untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan akibat hiperlaktasi.
5. Perhatikan sinyal bayi
Kenali kebutuhan menyusu bayi Anda, Moms. Jangan memaksa Si Kecil menyusu jika ia merasa sudah cukup.
Baca juga: Panduan Perawatan Payudara agar Tidak Bengkak saat Menyusui
Kapan harus ke dokter?
Jika cara-cara yang Moms lakukan tidak memberikan hasil atau jika hiperlaktasi menyebabkan komplikasi serius, seperti mastitis atau gangguan pada bayi, segera konsultasikan dengan dokter anak atau konselor laktasi. Ahli laktasi dapat memberikan solusi yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.
Demikianlah penjelasan mengenai hiperlaktasi pada ibu menyusui. Hiperlaktasi memang bisa menjadi masalah buat busui, tapi kondisi tersebut bisa diatasi dengan cara yang tepat. Jangan ragu juga untuk meminta bantuan ahli jika diperlukan ya, Moms. Ingat, menyusui bukan sekadar memberikan ASI untuk bayi Anda, tapi juga menciptakan momen yang nyaman dan penuh cinta untuk Anda dan Si Kecil. (M&B/SW/Foto: Freepik)