BUMP TO BIRTH

Bunda Parenting Convention Soroti Hak Ibu Menyusui dan Peran Support System


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


PT Bundamedik Tbk (BMHS) memperkuat komitmen untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus membangun support system bagi ibu melalui penyelenggaraan Bunda Parenting Convention di Jakarta (02/08/2025).

Diselenggarakan dalam rangka Hari Anak Nasional sekaligus World Breastfeeding Week 2025 yang berlangsung pada 1-7 Agustus 2025 dengan tema “Prioritise Breastfeeding: Creating Sustainable Support Systems”, kegiatan ini merupakan forum advokasi dan edukasi yang mempertemukan para ibu dan komunitas support system ibu, seperti ayah, pengelola daycare hingga manajemen perkantoran dengan para tenaga kesehatan profesional.

Support system bagi ibu menyusui dari keluarga, teman, lingkungan kerja hingga tenaga kesehatan sangatlah penting, agar ibu dapat memberikan ASI secara optimal. Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 mencatat lebih dari 60% ibu bekerja mengalami kesulitan mempertahankan pemberian ASI setelah kembali bekerja, terutama akibat tidak tersedianya ruang laktasi di tempat kerja. Temuan Health Collaborative Center (HCC) juga menunjukkan bahwa ibu bekerja yang tidak memiliki akses ruang laktasi berisiko lebih tinggi memiliki anak dengan malnutrisi.

Hak ibu menyusui dan peran support system untuk tumbuh kembang optimal anak

“BMHS percaya bahwa dukungan nyata bagi ibu menyusui, baik dari keluarga, lingkungan kerja, maupun tenaga kesehatan adalah fondasi penting dalam memastikan tumbuh kembang optimal anak di masa depan. Bunda Parenting Convention adalah wujud komitmen kami dalam mendukung keluarga Indonesia membangun ekosistem menyeluruh yang lebih ramah bagi Ibu,” ujar Agus Heru Darjono - President Director PT Bundamedik Tbk.

Dokter Elizabeth M.H.Kes., Chief of Medical, Nursing & Quality Officer PT Bundamedik Tbk, menyampaikan, “Penyediaan ruang laktasi di tempat kerja bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan ibu menyusui, melainkan juga menyangkut hak anak untuk mendapatkan nutrisi terbaik. ASI sendiri telah diakui sebagai nutrisi sempurna yang juga membentuk ikatan emosional kuat antara ibu dan anak, sehingga berpengaruh besar terhadap kesehatan fisik, perkembangan emosional, dan kecerdasan anak di masa depan.”

Sementara itu, dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS atau yang akrab disapa dr. Tiwi, Dokter Spesialis Anak RSIA Bunda Jakarta, mengatakan, “ASI eksklusif selama 6 bulan bukanlah pilihan, tapi kebutuhan dasar setiap anak. ASI adalah nutrisi sempurna, perlindungan alami, dan jembatan penting dalam membangun ikatan (bonding) antara ibu dan anak. Bonding yang kuat sejak awal kehidupan terbukti menjadi fondasi penting bagi perkembangan emosional, kecerdasan, dan kesehatan jangka panjang. Ketika kita mendukung ibu untuk menyusui, ini berarti kita sedang membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia.”

Dokter Tiwi menambahkan bahwa keberhasilan menyusui tidak hanya tanggung jawab ibu saja melainkan diperlukan support system yang kuat, dari keluarga, tenaga kesehatan, hingga lingkungan kerja, agar Ibu dapat menyusui secara optimal. “Pemerintah menjamin hak Ibu menyusui melalui UU No. 4/2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak. Maka diperlukan langkah dan kolaborasi nyata untuk membangun sistem dukungan yang kuat dan berkelanjutan mulai dari kebijakan, layanan kesehatan, hingga dukungan di komunitas dan tempat kerja, karena ini cara yang efektif untuk dapat menjadikan menyusui menjadi norma yang didukung dan dilestarikan secara global,” tambahnya. (M&B/SW/Foto: Dok. BMHS)