Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Masa menyusui merupakan perjalanan yang luar biasa setelah momen melahirkan. Di masa ini, salah satu masalah umum ibu menyusui adalah mengembalikan berat badan seperti pada saat sebelum hamil. Meskipun begitu, tak sedikit ibu baru yang mengalami penurunan berat badan drastis di masa menyusui.
Nah, Jika ternyata Anda mengalami hal serupa, tak usah khawatir, Moms. Ini merupakan hal yang wajar terjadi, kok. Yuk, simak penjelasan berikut ini mengenai penyebabnya dan bagaimana mengatasinya dengan efektif.
Mengapa berat badan turun drastis saat menyusui?
Berat badan turun drastis saat menyusui umumnya disebabkan oleh hal-hal berikut ini, Moms.
1. Peningkatan pembakaran kalori untuk produksi ASI
Menyusui membutuhkan energi yang sangat besar. Tubuh Anda membakar sekitar 300-500 kalori tambahan per hari untuk memproduksi ASI. Ini setara dengan jogging selama 45 menit lho, Moms! Pembakaran kalori yang intens ini bisa menyebabkan penurunan berat badan yang cepat, terutama jika asupan makanan tidak mencukupi kebutuhan energi baru Anda.
Baca juga: Perlukah Minum Susu Khusus untuk Ibu Menyusui?
2. Perubahan hormon
Hormon prolaktin dan oksitosin yang bertanggung jawab untuk produksi ASI bisa memengaruhi metabolisme tubuh. Fluktuasi hormon ini kadang mempercepat proses pembakaran lemak, terutama di area perut dan pinggul. Perubahan ini adalah respons alami tubuh untuk mendukung proses menyusui yang optimal.
3. Kelelahan dan stres
Merawat bayi baru lahir bisa menguras energi fisik dan mental. Kelelahan, kurang tidur, dan stres yang dialami bisa meningkatkan produksi hormon kortisol, yang dapat mempercepat penurunan berat badan. Kombinasi ini menciptakan siklus yang memengaruhi nafsu makan dan metabolisme tubuh.
4. Pola makan tidak teratur
Kesibukan merawat bayi sering membuat busui melupakan kebutuhan nutrisinya sendiri. Melewatkan waktu makan atau makan dengan porsi yang tidak mencukupi dapat memperparah penurunan berat badan yang sudah terjadi akibat menyusui, Moms.
Cara menjaga berat badan sehat di masa menyusui
1. Optimalkan asupan nutrisi
Fokuslah pada makanan bergizi tinggi. Pilih makanan yang kaya protein, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks. Konsumsi ikan, telur, kacang-kacangan, alpukat, dan biji-bijian utuh untuk mendukung produksi ASI yang berkualitas. Anda juga bisa makan dalam porsi kecil tapi sering. Daripada tiga kali makan besar, cobalah makan 5-6 kali dalam porsi lebih kecil. Ini membantu menjaga energi sepanjang hari dan mencegah penurunan gula darah.
Baca juga: Moms, Ini Menu Diet Ibu Menyusui Selama 1 Minggu
2. Jaga hidrasi optimal
Air adalah kunci produksi ASI yang lancar. Minumlah 8-10 gelas air per hari, atau lebih jika Anda merasa haus. Dehidrasi dapat memperburuk kelelahan dan memengaruhi kualitas ASI Anda lho, Moms.
3. Kelola stres dengan bijak
Untuk mengatasi stres, praktikkan teknik relaksasi. Luangkan waktu 10-15 menit setiap hari untuk meditasi, pernapasan dalam, atau yoga ringan. Ini membantu menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan kesejahteraan mental. Jangan ragu untuk minta bantuan keluarga atau teman. Berbagi tanggung jawab merawat bayi bisa mengurangi beban stres yang Anda alami.
4. Istirahat yang cukup
Tidur saat bayi tidur memang terdengar klise, tapi sangat efektif. Kualitas tidur yang baik membantu tubuh memulihkan energi dan mengatur hormon dengan lebih baik.
Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?
Penurunan berat badan adalah hal yang normal, tapi waspadai tanda-tanda berikut ini, Moms.
- Kehilangan lebih dari 1 kg per minggu setelah bulan pertama
- Merasa sangat lemah atau pusing
- Produksi ASI menurun drastis
- Kehilangan nafsu makan total
- Gejala depresi atau kecemasan berlebihan.
Baca juga: Waspada Obesitas pada Ibu Menyusui, Ini Dampaknya, Moms
Jika Anda mengalami ini, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh dan memberikan rekomendasi yang tepat sesuai kebutuhan Anda.
Penurunan berat badan saat menyusui adalah hal wajar dan bisa dikelola dengan pendekatan yang tepat. Dengan nutrisi yang optimal, hidrasi yang cukup, dan dukungan memadai, Moms akan bisa menikmati proses menyusui sambil menjaga kesehatan diri Anda sendiri. (MB/SW/Foto: Freepik)