BUMP TO BIRTH

Ini Perbedaan Hasil USG Bayi Laki-Laki dan Perempuan


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Bagi sebagian pasangan, salah satu momen paling mendebarkan saat hamil adalah mengetahui jenis kelamin bayi dalam kandungan. Namun, apakah Moms tahu perbedaan hasil USG (ultrasonografi) bayi laki-laki dan perempuan?

Perbedaan hasil USG bayi laki-laki dan perempuan bisa dilihat dari anatomi tubuh yang terlihat di layar, terutama bagian genital. Jenis kelamin anak laki-laki biasanya ditandai dengan identifikasi pada penis atau skrotum, sedangkan pada bayi perempuan ditandai dengan tiga garis pada area genitalia yang merupakan penanda labia.

Baca juga: Seberapa Sering Moms Perlu Melakukan USG Selama Hamil?

Kapan jenis kelamin bayi bisa terdeteksi?

Moms perlu tahu, organ reproduksi bayi mulai terbentuk sejak usia kehamilan 6 minggu. Namun, jenis kelamin baru bisa diidentifikasi melalui USG pada usia kehamilan tertentu.

Trimester kedua: waktu ideal untuk mengetahui jenis kelamin

Dokter biasanya dapat menentukan jenis kelamin bayi dengan akurat pada usia kehamilan 18-22 minggu. Pada periode ini, organ reproduksi sudah berkembang dengan cukup jelas sehingga mudah dibedakan melalui USG.

Beberapa dokter berpengalaman mungkin bisa mendeteksi jenis kelamin lebih awal, sekitar 15-16 minggu. Namun, akurasi pada usia kehamilan ini masih belum optimal karena organ reproduksi masih dalam tahap perkembangan.

Faktor yang memengaruhi ketepatan deteksi

Posisi bayi dalam kandungan sangat memengaruhi kemampuan dokter untuk melihat organ reproduksi. Kadang kala, bayi berada dalam posisi yang menutupi area genitalnya, sehingga sulit untuk memastikan jenis kelaminnya.

Kualitas mesin USG dan keahlian dokter juga berperan penting dalam akurasi hasil. Mesin USG yang lebih canggih dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan detail.

Baca juga: Moms, Yuk Ketahui Cara Membaca hasil USG!

Perbedaan hasil UGS bayi laki-laki dan perempuan

Ciri-ciri USG bayi laki-laki

1. Tanda utama: penis dan testis

Pada USG bayi laki-laki, dokter akan mencari struktur yang menyerupai "kura-kura" atau "siput". Ini adalah gambaran kepala penis yang terlihat dari ujung testis. Gambar ini cukup khas dan mudah dikenali oleh dokter berpengalaman.

Testis pada bayi laki-laki biasanya terlihat sebagai dua struktur bulat kecil. Namun, perlu diingat bahwa testis mungkin belum turun sepenuhnya pada usia kehamilan yang masih muda.

2. Sudut genital tubercle

Dokter juga akan memperhatikan sudut genital tubercle (tonjolan yang akan berkembang menjadi organ reproduksi). Pada bayi laki-laki, sudut ini biasanya lebih dari 30 derajat dari tulang belakang.

Metode ini sering digunakan pada usia kehamilan yang lebih awal, sekitar 12-15 minggu, meskipun akurasinya belum seakurat pemeriksaan di trimester kedua.

Ciri-ciri USG bayi perempuan

1. Tanda utama: labia dan klitoris

Pada USG bayi perempuan, dokter akan mencari tiga garis paralel yang merepresentasikan labia (bibir kemaluan). Struktur ini terlihat sebagai garis-garis yang sejajar dan cukup jelas pada usia kehamilan yang tepat.

Klitoris juga dapat terlihat sebagai struktur kecil di bagian atas area genital. Namun, bagian ini kadang sulit dibedakan dengan penis kecil, sehingga dokter perlu memperhatikan struktur keseluruhan.

2. Tidak adanya penis dan testis

Salah satu cara termudah mengidentifikasi bayi perempuan adalah dengan tidak adanya struktur penis dan testis yang jelas. Dokter akan memastikan tidak ada tonjolan atau struktur yang menyerupai organ reproduksi laki-laki.

3. Sudut genital tubercle pada perempuan

Pada bayi perempuan, sudut genital tubercle biasanya kurang dari 30 derajat dari tulang belakang. Sudut yang lebih datar ini menjadi salah satu indikator jenis kelamin perempuan.

Baca juga: Sering USG Berbahaya bagi Janin! Mitos atau Fakta?

Tingkat akurasi USG dalam menentukan jenis kelamin

Akurasi USG dalam menentukan jenis kelamin bayi cukup tinggi, tapi bukan 100% sempurna.Pada usia kehamilan 18-22 minggu, akurasi USG mencapai 95-99% untuk menentukan jenis kelamin. Angka ini cukup tinggi dan dapat diandalkan untuk persiapan kelahiran. Adapun pada usia kehamilan 15-17 minggu, akurasi berkisar antara 80-90%. Meskipun cukup baik, masih ada kemungkinan kesalahan yang perlu dipertimbangkan.

Kesalahan dalam menentukan jenis kelamin bisa terjadi karena berbagai faktor. Posisi bayi yang tidak ideal, tali pusat yang menutupi area genital, atau pembengkakan pada organ reproduksi bisa menyebabkan kesalahan interpretasi.

Bayi perempuan kadang bisa terdiagnosis sebagai laki-laki jika klitoris tampak membengkak atau ada struktur yang menyerupai penis. Sebaliknya, bayi laki-laki dengan penis kecil atau testis yang belum turun bisa terdiagnosis sebagai perempuan.

Itulah perbedaan hasil USG bayi laki-laki dan perempuan. Faktanya, pemeriksaan melalui USG merupakan salah satu cara terbaik untuk mengetahui jenis kelamin bayi Anda ketimbang mempraktikkan mitos yang banyak beredar di masyarakat, Moms. (MB/AY/WR/Foto: Freepik)