Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, terjadi pergeseran tren yang mengkhawatirkan di mana kelompok usia 25-34 tahun menjadi penyandang penyakit jantung tertinggi dengan 140.206 orang, disusul kelompok usia 15-24 tahun sebanyak 139.891 orang.
“Fakta ini menunjukkan bahwa penyakit jantung tidak lagi dominan pada usia lanjut, tetapi telah bergeser secara mengkhawatirkan ke usia produktif. Gaya hidup sedentari menjadi epidemi senyap yang menggerogoti kesehatan jantung generasi muda,” ungkap Annisa Pohan Yudhoyono, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia.
Sehubungan dengan itu, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) tahun ini memperingati 44 tahun pengabdian dalam upaya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia. Puncak peringatan HUT ke-44 diisi dengan Senam Jantung Sehat massal yang diikuti puluhan ribu peserta anggota Klub Jantung Sehat (KJS) dari berbagai daerah, menandai komitmen organisasi dalam memerangi ancaman penyakit jantung yang semakin mengkhawatirkan.
Baca juga: Cegah Serangan Jantung, Ini 10 Makanan untuk Kesehatan Jantung
“Don't Miss A Beat”: Lebih dari sekadar slogan
Menghadapi tantangan ini, YJI mengusung filosofi “Don't Miss A Beat” yang memiliki makna ganda. “Pertama, ini adalah seruan untuk menjaga setiap detak jantung sehat melalui langkah preventif. Kedua, ini adalah ajakan untuk tidak ketinggalan dalam merespons tantangan kesehatan jantung di era modern,” jelas Annisa.
Annisa menegaskan bahwa penyakit kardiovaskular sebenarnya dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana. “Pencegahan tidak harus rumit dan mahal. Olahraga sederhana seperti senam membuktikan bahwa hidup sehat bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan.”
Baca juga: 7 Manfaat Bersepeda untuk Kesehatan Jantung
Panca Usaha Jantung SEHAT sebagai solusi
YJI mengajak masyarakat menjadi agen perubahan melalui penerapan Panca Usaha Jantung SEHAT, yakni:
S: Seimbangkan gizi dengan memperbanyak sayur, buah, dan biji-bijian.
E: Enyahkan rokok dan hindari paparan asapnya.
H: Hindari dan atasi stres dengan pola pikir positif dan istirahat cukup.
A: Awasi tekanan darah dan lakukan pemeriksaan berkala.
T: Teratur berolahraga minimal 30 menit setiap hari.
Transformasi dan komitmen ke depan
Memasuki usia 44 tahun, YJI berkomitmen untuk bertransformasi menjadi Pusat Data dan Informasi Jantung dan Pembuluh Darah Nasional. “Kami akan memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam menekan prevalensi penyakit jantung melalui pendekatan berbasis data dan kolaborasi,” tegas Annisa.
Selain fokus pada pencegahan, YJI tetap berkomitmen menangani penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak-anak dari keluarga prasejahtera. “Ini adalah janji dari hati ke hati yang akan kami tepati,” pungkas Annisa.
Baca juga: Penyakit Jantung Bawaan pada Anak, Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya
Menjaga pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi dan rutin berolahraga bisa menjadi salah satu pencegah risiko mengalami penyakit jantung. Yuk, ajak keluarga Anda untuk melakukan gaya hidup sehat agar terhindari dari risiko penyakit jantung, Moms! (MB/SW/Foto: Jcomp/Freepik)