TODDLER

Ini Suhu Normal Anak 2 Tahun dan Cara Tepat Mengukurnya


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Punya anak 2 tahun adalah pengalaman penuh warna. Namun, ada satu momen yang pasti membuat hati Moms berdebar kencang: saat menyentuh dahi Si Kecil dan terasa lebih hangat dari biasanya. Perasaan cemas langsung menyelimuti, apalagi jika anak mulai rewel atau terlihat lesu, “Apakah ini demam?” atau “Apakah saya perlu segera ke dokter?”. Untuk itu, Moms perlu tahu suhu normal anak 2 tahun dan cara tepat mengukurnya.

Memahami suhu tubuh anak, khususnya pada usia aktif seperti 2 tahun, memang memerlukan perhatian khusus. Pada usia ini, anak sangat aktif bergerak, yang terkadang bisa memengaruhi suhu tubuhnya secara alami tanpa adanya infeksi.

Berapa suhu normal anak usia 2 tahun?

Sebelum kita berbicara tentang demam, penting untuk mengetahui patokan “normal” terlebih dahulu. Pada umumnya, suhu tubuh normal untuk anak usia 2 tahun berkisar 36,5 hingga 37,5 derajat Celsius.

Namun, perlu diingat bahwa suhu tubuh bukanlah angka statis. Suhu tubuh anak bisa berfluktuasi sepanjang hari. Biasanya, suhu tubuh akan sedikit lebih rendah di pagi hari saat bangun tidur dan sedikit meningkat di sore atau malam hari.

Selain waktu, aktivitas fisik juga sangat berpengaruh. Anak usia 2 tahun yang baru saja selesai berlarian, menangis kencang, atau berada di ruangan yang panas dan pengap mungkin akan memiliki suhu tubuh yang sedikit lebih tinggi. Karena itu, jika Si Kecil baru saja aktif bermain, Moms disarankan untuk menunggu sekitar 15-20 menit agar tubuhnya rileks sebelum melakukan pengukuran suhu untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Cara tepat mengukur suhu tubuh anak

1. Gunakan termometer digital untuk hasil paling akurat.

2. Ketiak (aksila): Letakkan ujung termometer di tengah ketiak, pastikan kulit menyentuh termometer, tahan lengan anak.

3. Mulut (oral): Tunggu setelah anak makan/minum, letakkan di bawah lidah, bibir tertutup rapat.

4. Dubur (rektal): Hasilnya paling akurat, tetapi lakukan dengan hati-hati menggunakan pelumas.

Berapa suhu anak 2 tahun dikatakan demam?

Banyak orang tua yang langsung panik begitu melihat angka di termometer naik sedikit saja di atas 37 derajat. Sebenarnya, kapan sih, anak dikatakan demam? Secara medis, anak dikatakan mengalami demam jika suhu tubuhnya mencapai angka-angka berikut, tergantung dari metode pengukurannya:

Pengukuran ketiak (aksila): Di atas 37,2-37,5 derajat Celsius. Ini adalah metode yang paling umum dan aman dilakukan di rumah.

Pengukuran telinga (timpani): Di atas 38 derajat Celsius.

Pengukuran rektal (anus): Di atas 38 derajat Celsius. Pengukuran ini dianggap paling akurat untuk suhu inti tubuh, tetapi mungkin kurang nyaman untuk anak usia 2 tahun.

Penting untuk dipahami bahwa demam sebenarnya bukanlah sebuah penyakit. Demam adalah mekanisme pertahanan alami tubuh—sebuah tanda bahwa sistem imun Si Kecil sedang bekerja keras melawan ancaman virus atau bakteri. Jadi, demam sebenarnya adalah bukti bahwa tubuh anak Anda sedang berfungsi dengan baik, Moms.

Baca juga: Obat-obatan Tradisional Penurun Demam Alami buat Anak

Suhu 37,5 derajat Celsius pada anak apakah demam?

Ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering membuat orang tua bingung. Angka 37,5 derajat Celsius sering dianggap sebagai area abu-abu.

Jika Anda mengukur suhu Si Kecil melalui ketiak dan hasilnya menunjukkan angka 37,5 derajat Celsius, kondisi ini sering disebut sebagai sumer-sumer atau demam ringan (low-grade fever). Pada titik ini, Anda belum perlu terburu-buru memberikan obat penurun panas, kecuali jika anak terlihat sangat tidak nyaman atau memiliki riwayat kejang demam.

Pada suhu 37,5 derajat Celsius, langkah terbaik yang bisa Moms lakukan adalah melakukan observasi ketat, yakni:

1. Perhatikan perilaku anak: Apakah anak masih mau bermain? Apakah ia masih ceria? Atau ia mulai terlihat lemas dan mengantuk?

2. Cek asupan cairan: Pastikan anak minum cukup air putih atau susu. Dehidrasi bisa membuat suhu tubuh naik.

3. Kenyamanan pakaian: Pakaikan baju yang tipis dan menyerap keringat. Hindari menyelimuti anak dengan selimut tebal karena justru akan menahan panas tubuh.

Jika anak masih aktif dan mau makan minum seperti biasa meski suhunya 37,5 derajat Celsius, Moms bisa bernapas lega. Cukup pantau suhunya secara berkala setiap 1-2 jam.

Baca juga: 7 Makanan dan Minuman yang Bantu Turunkan Demam Anak

Penanganan pertama demam di rumah

Sebelum memutuskan ke dokter, ada beberapa langkah perawatan yang bisa Anda lakukan di rumah untuk membuat Si Kecil merasa lebih nyaman.

1. Kompres hangat

Kompreslah lipatan tubuh (ketiak dan lipatan paha) dengan air hangat (suhu suam-suam kuku). Air hangat membantu pori-pori kulit terbuka sehingga panas tubuh bisa keluar melalui penguapan. Air dingin justru membuat pori-pori menutup dan anak menggigil, yang malah bisa menaikkan suhu tubuhnya.

2. Hidrasi adalah kunci

Saat demam, tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Tawarkan minum lebih sering dari biasanya. Jika anak menolak makan, tidak apa-apa, asalkan asupan cairannya terjaga. Jus buah encer, sup hangat, atau susu bisa menjadi pilihan.

3. Istirahat yang cukup

Kondisikan lingkungan kamar agar nyaman, tidak terlalu dingin (AC jangan langsung menyorot ke badan) dan cahayanya redup agar anak bisa tidur nyenyak. Tidur adalah obat alami terbaik untuk pemulihan.

Kapan anak panas dibawa ke IGD?

Meskipun sebagian besar demam pada anak bisa ditangani di rumah, ada kondisi-kondisi tertentu di mana Anda harus segera mencari pertolongan medis darurat. Insting orang tua sangatlah kuat, jadi jika Moms merasa ada yang “salah” dengan kondisi anak, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter atau Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Berikut ini tanda bahaya (red flags) yang perlu diwaspadai pada anak usia 2 tahun.

Suhu tubuh sangat tinggi: Jika suhu mencapai 40 derajat Celsius atau lebih dan tidak turun setelah pemberian obat penurun panas.

Kejang demam: Jika anak mengalami kejang, matanya mendelik ke atas, dan tubuhnya kaku atau menyentak-nyentak.

Tanda dehidrasi berat: Mulut dan bibir kering, menangis tanpa air mata, cekung di sekitar mata, atau tidak buang air kecil selama lebih dari 8 jam.

Sesak napas: Anak terlihat kesulitan bernapas, napasnya cepat dan dangkal, atau terdengar bunyi “ngik” saat bernapas.

Penurunan kesadaran: Anak sangat sulit dibangunkan, sangat lemas, tidak merespons saat dipanggil, atau tampak bingung.

Ruam kulit: Muncul bintik-bintik merah atau ungu yang tidak memudar saat ditekan.

Demam berlangsung lama: Demam yang tidak kunjung reda selama lebih dari 3 hari (72 jam).

Muntah atau diare hebat: Anak terus menerus muntah atau diare sehingga tidak ada cairan yang bisa masuk.

Nah, dengan memahami suhu normal anak 2 tahun dan tanda-tanda waspada di atas, diharapkan Moms bisa lebih percaya diri dalam merawat buah hati. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak jika kekhawatiran Anda tidak kunjung reda, Moms. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)