BUMP TO BIRTH

6 Jenis Minuman yang Tidak Boleh Diminum Ibu Hamil Muda


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Trimester pertama adalah tahap awal kehamilan yang sangat krusial, karena di masa ini organ vital janin mulai terbentuk, sistem saraf berkembang pesat, dan detak jantung mulai terdengar. Salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah menjaga asupan yang masuk ke dalam tubuh ibu hamil.

Tak hanya makanan, cairan yang masuk ke dalam tubuh juga harus diperhatikan ya, Moms. Beberapa jenis minuman memiliki potensi bahaya yang lebih besar besar daripada makanan. Kesalahan dalam memilih asupan cairan dapat memicu risiko keguguran, cacat lahir, hingga gangguan perkembangan bayi dalam jangka panjang.

Lalu, apa saja minuman yang tidak boleh diminum ibu hamil muda? Untuk tahu lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut ini, Moms!

Minuman yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil

1. Alkohol

Alkohol merupakan minuman yang jelas sangat dilarang untuk ibu hamil. Tidak ada jumlah alkohol yang aman selama kehamilan. Alkohol adalah zat yang dapat menyebabkan perkembangan tidak normal pada janin.

Organ hati janin yang masih dalam tahap awal pembentukan belum memiliki kapasitas untuk memproses alkohol. Akibatnya, konsentrasi alkohol dalam darah bayi bisa bertahan lebih lama daripada di tubuh ibunya. Konsumsi alkohol, sekecil apa pun, meningkatkan risiko keguguran dan kematian janin dalam kandungan (stillbirth).

Dampak paling serius adalah fetal alcohol spectrum disorders (FASD). Sindrom ini menyebabkan kerusakan permanen pada sistem saraf pusat bayi, memicu keterlambatan perkembangan fisik, gangguan perilaku, hingga ketidakmampuan belajar yang bersifat seumur hidup. Jangan pernah mengonsumsi alkohol baik hamil ataupun tidak! Ini adalah langkah preventif paling krusial yang harus Anda ambil.

2. Susu mentah (susu yang tidak dipasteurisasi)

Susu sering dianggap sebagai simbol nutrisi kehamilan karena kandungan kalsiumnya. Namun, bumil harus cerdas membedakan jenis susu yang aman. Susu mentah atau susu yang tidak melalui proses pasteurisasi, adalah risiko besar bagi ibu hamil muda.

Susu mentah berpotensi mengandung bakteri berbahaya seperti Listeria, Salmonella, E. coli, dan Campylobacter. Bagi orang dewasa sehat yang tidak hamil, infeksi bakteri ini mungkin hanya menyebabkan gangguan pencernaan ringan. Namun, bagi bumil, sistem kekebalan tubuh yang berubah membuat Anda lebih rentan terkena gangguan kesehatan yang lebih serius.

Infeksi Listeria (Listeriosis) sangat berbahaya, karena bakteri ini dapat menembus plasenta. Hal ini bisa menyebabkan infeksi serius pada janin, keguguran, atau kelahiran prematur. Pastikan Anda hanya mengonsumsi produk susu yang berlabel "dipasteurisasi" untuk menjamin keamanan Anda dan janin.

Baca juga: Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil yang Baik Dikonsumsi

3. Minuman berenergi (energy drinks)

Gaya hidup modern yang dinamis sering menuntut energi ekstra. Namun, minuman berenergi bukanlah solusi bagi ibu hamil. Produk ini diformulasikan dengan kadar kafein yang sangat tinggi, gula berlebih, serta berbagai suplemen tambahan seperti taurin, guarana, dan ginseng yang keamanannya bagi janin belum sepenuhnya teruji secara klinis.

Kafein dalam jumlah besar menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang dapat mengurangi aliran darah ke plasenta. Hal ini berisiko menghambat suplai oksigen dan nutrisi ke janin, yang berpotensi menyebabkan berat badan lahir rendah. Selain itu, lonjakan gula dan stimulan dapat meningkatkan tekanan darah bumil, memicu risiko hipertensi gestasional.

Alihkan kebutuhan energi Anda pada istirahat yang cukup dan hidrasi air mineral yang optimal. Tubuh Anda sedang bekerja keras membentuk kehidupan baru, jangan membebani sistem metabolisme dengan stimulan kimiawi.

4. Jus buah tanpa pasteurisasi

Tren cold-pressed juice atau jus segar pinggir jalan memang terlihat menyehatkan, tetapi memiliki risiko tersembunyi. Sama seperti susu mentah, jus buah yang tidak dipasteurisasi rentan terkontaminasi bakteri berbahaya dari kulit buah atau peralatan yang kurang higienis.

Bakteri seperti Toxoplasma gondii dapat hidup di permukaan buah yang tidak dicuci bersih. Jika masuk ke dalam tubuh bumil, parasit ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan mata janin yang sedang berkembang.

Jika Anda menginginkan jus buah, strategi terbaik adalah membuatnya sendiri di rumah. Cuci buah secara menyeluruh di bawah air mengalir sebelum diolah, dan segera konsumsi. Jika membeli jus kemasan, periksa label dengan teliti dan pilih produk yang telah melewati proses pasteurisasi untuk mematikan patogen berbahaya.

Baca juga: 8 Jus yang Bagus dan Menyehatkan untuk Ibu Hamil

5. Kafein dalam dosis tinggi

Kafein tidak sepenuhnya dilarang, tetapi dengan jumlah yang tidak berlebihan ya, Moms. Batas aman konsumsi kafein untuk bumil adalah di bawah 200 mg per hari (setara dengan satu cangkir kopi ukuran sedang).

Mengonsumsi kafein melebihi batas ini di trimester pertama berkaitan erat dengan peningkatan risiko keguguran. Kafein bersifat diuretik, yang dapat memicu dehidrasi dengan meningkatkan frekuensi buang air kecil. Selain itu, kafein menembus plasenta dan dapat memengaruhi detak jantung serta pola tidur janin.

Ingat, Moms, kafein tidak hanya terdapat pada kopi. Teh, cokelat, dan minuman bersoda juga mengandung kafein. Anda perlu menghitung akumulasi total kafein dari seluruh asupan harian Anda. Pertimbangkan untuk beralih ke kopi decaf jika Anda kesulitan mengontrol asupan harian.

6. Teh herbal tertentu

Teh herbal sering dipasarkan sebagai alternatif alami yang menenangkan. Namun, "alami" tidak selalu berarti "aman" untuk kehamilan. Beberapa jenis herbal mengandung senyawa aktif yang dapat menstimulasi rahim, memicu kontraksi dini, atau bahkan pendarahan.

Hindari teh yang mengandung bahan-bahan seperti:

Dong Quai: Dikenal sebagai stimulan rahim
Ginseng: Masih memerlukan penelitian lebih lanjut, tetapi disarankan untuk dihindari karena efek samping potensial pada perkembangan janin
Ephedra: Dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani jantung.

Baca juga: Ini Jenis Teh yang Aman Dikonsumsi oleh Ibu Hamil

Nah, itulah beberapa minuman yang tidak boleh diminum ibu hamil muda. Menjaga asupan minuman adalah salah satu bentuk cinta Anda untuk calon buah hati. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda ya, Moms. (MB/AY/GP/Foto: Freepik)