BUMP TO BIRTH

Gatal saat Hamil, Ini Obat Gatal untuk Ibu Hamil yang Aman dan Efektif


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Kulit terasa gatal di perut, payudara, atau punggung saat hamil? Ini adalah keluhan yang sangat umum di kalangan ibu hamil, terutama saat perut mulai membesar dan kulit meregang lebih cepat dari biasanya. Namun, tidak semua obat gatal aman untuk dikonsumsi atau dioleskan selama kehamilan. Moms perlu tahu obat gatal untuk ibu hamil yang aman dan efektif.

Beberapa bahan aktif dalam obat bebas bisa berisiko bagi janin, terutama di trimester pertama. Itulah sebabnya penting untuk tahu mana yang boleh, mana yang harus dihindari, dan kapan saatnya langsung ke dokter.

Kenali penyebab gatal sebelum memilih obat

Sebelum mencari obat, penting untuk memahami dulu apa yang menyebabkan rasa gatal tersebut. Penyebabnya bisa sangat berbeda-beda, dan pilihan penanganannya pun tidak sama.

Penyebab umum gatal saat hamil antara lain:

  • Kulit meregang: Perut yang tumbuh cepat menyebabkan kulit meregang dan terasa kering, terutama di area perut, payudara, dan paha.
  • Perubahan hormon: Lonjakan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan bisa membuat kulit lebih sensitif dan reaktif.
  • Dermatitis atau eksim: Ibu hamil yang sebelumnya memiliki kulit sensitif cenderung mengalami kekambuhan kondisi ini.
  • PUPPP (Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy): Ruam gatal yang muncul di area perut, biasanya pada trimester ketiga, dan bisa menyebar ke paha atau bokong.
  • Kolestasis kehamilan: Kondisi yang berkaitan dengan gangguan fungsi hati dan perlu penanganan medis segera.

Mengetahui penyebabnya bisa membantu Anda memilih solusi yang tepat, bukan sekadar meredakan gejala sementara.

Baca juga: 4 Penyebab Warna Kulit Leher Lebih Hitam saat Tengah Hamil

Pilihan awal: pelembap, kompres dingin, dan losion calamine

Sebelum menggunakan obat apa pun, ada beberapa langkah pertama yang aman, mudah dilakukan di rumah, dan tidak memerlukan resep dokter.

Pelembap

Kulit kering adalah penyebab utama gatal selama kehamilan. Menggunakan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi, bisa sangat membantu. Pilih pelembap yang:

  • Bebas pewangi dan alkohol
  • Mengandung bahan alami seperti shea butter, oat koloid, atau aloe vera
  • Tidak mengandung retinol atau bahan aktif keras lainnya.

Oleskan setelah mandi selagi kulit masih sedikit lembap, agar kandungannya lebih mudah menyerap.

Kompres dingin

Kompres menggunakan kain bersih yang dibasahi air dingin bisa memberikan rasa lega sementara pada area yang gatal. Suhu dingin membantu meredakan peradangan ringan dan mengurangi sensasi gatal tanpa risiko apa pun untuk kehamilan.

Losion calamine

Losion calamine adalah salah satu salep gatal yang aman untuk ibu hamil dan sudah lama digunakan untuk meredakan gatal akibat iritasi ringan, gigitan serangga, atau ruam. Kandungan zinc oxide di dalamnya bersifat menenangkan dan umumnya dianggap aman selama kehamilan jika digunakan sesuai anjuran.

Meski begitu, tetap konsultasikan penggunaannya dengan bidan atau dokter kandungan Anda, terutama jika digunakan dalam jangka panjang atau pada area kulit yang luas.

Baca juga: Rahasia Merawat Stretch Marks dengan Perawatan Kulit yang Tepat

Antihistamin dan kortikosteroid topikal: kapan boleh digunakan?

Jika langkah awal tidak cukup membantu, dokter mungkin akan mempertimbangkan penggunaan antihistamin atau kortikosteroid topikal. Namun, ini bukan keputusan yang bisa diambil sendiri.

Antihistamin

Beberapa antihistamin generasi pertama, seperti chlorpheniramine (CTM) atau diphenhydramine, kadang diresepkan untuk ibu hamil dalam dosis rendah dan dengan pengawasan ketat. Antihistamin generasi kedua seperti loratadin atau cetirizin umumnya dianggap lebih aman, tetapi tetap harus berdasarkan rekomendasi dokter.

Yang perlu diingat: antihistamin tidak boleh digunakan sembarangan, terutama di trimester pertama, karena data keamanannya masih terbatas.

Kortikosteroid topikal

Salep atau krim kortikosteroid dengan potensi rendah hingga sedang, seperti hidrokortison 1%, kadang direkomendasikan untuk kondisi seperti eksim atau PUPPP. Penggunaan pada area kecil untuk jangka pendek umumnya dianggap relatif aman.

Namun, kortikosteroid potensi tinggi harus dihindari, terutama pada area wajah, lipatan kulit, atau dalam jangka panjang. Selalu minta panduan dokter sebelum menggunakannya.

Intinya: Tidak ada obat yang sepenuhnya bebas risiko selama kehamilan. Selalu konsultasikan dengan dokter atau bidan sebelum menggunakan obat apa pun, termasuk obat bebas.

Gatal di telapak tangan dan kaki tanpa ruam: waspadai kolestasis

Jika Anda mengalami gatal di telapak tangan dan kaki saat hamil—terutama di malam hari, tanpa disertai ruam yang terlihat—jangan abaikan gejala ini. Kondisi ini bisa menjadi tanda kolestasis kehamilan (intrahepatic cholestasis of pregnancy/ICP).

Apa itu kolestasis kehamilan?

Kolestasis kehamilan adalah gangguan fungsi hati yang terjadi selama kehamilan, ditandai dengan penumpukan asam empedu dalam darah. Kondisi ini umumnya muncul pada trimester kedua atau ketiga.

Gejala utama kolestasis kehamilan:

  • Gatal intens di telapak tangan dan telapak kaki, terutama di malam hari
  • Tidak ada ruam, tetapi bisa ada bekas garukan
  • Urine berwarna gelap
  • Feses berwarna pucat
  • Rasa mual atau tidak nyaman di perut bagian kanan atas
  • Pada beberapa kasus, kulit atau mata tampak kekuningan (ikterus).

Risiko kolestasis kehamilan

Kolestasis kehamilan bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur, gawat janin, hingga lahir mati jika tidak ditangani. Diagnosis dilakukan melalui tes darah untuk mengukur kadar asam empedu dan fungsi hati.

Penanganan biasanya melibatkan obat seperti ursodeoxycholic acid (UDCA) dan pemantauan ketat oleh dokter kandungan.

Kapan gatal saat hamil harus diperiksa dokter?

Tidak semua gatal memerlukan kunjungan ke dokter segera. Namun, ada beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan. Segera periksakan diri jika:

  • Gatal terasa sangat intens dan tidak mereda dengan pelembap atau kompres dingin
  • Gatal muncul di telapak tangan dan telapak kaki, terutama di malam hari
  • Tidak ada ruam yang terlihat, tapi gatalnya sangat mengganggu
  • Muncul ruam yang menyebar luas atau tampak tidak biasa
  • Disertai gejala lain seperti urine gelap, feses pucat, atau kulit kekuningan
  • Gatal mulai memengaruhi kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari
  • Kondisi kulit memburuk meskipun sudah menggunakan losion atau pelembap.

Dokter akan membantu menentukan apakah gatal yang Anda alami adalah hal yang biasa selama kehamilan atau ada kondisi yang perlu ditangani lebih lanjut.

Itulah penjelasan mengenai obat gatal untuk ibu hamil. Gatal selama kehamilan memang melelahkan, tetapi banyak cara untuk mengatasinya, mulai dari langkah sederhana di rumah hingga penanganan medis jika diperlukan. Yang paling penting adalah tidak sembarangan menggunakan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Mulailah dengan pelembap yang lembut, hindari pemicu iritasi seperti sabun berbahan keras atau pakaian sintetis, dan perhatikan pola gejala yang muncul. Jika gatal semakin parah atau disertai tanda-tanda yang disebutkan di atas, segera hubungi dokter kandungan Anda ya, Moms. (MB/SW/RF/Foto: Freepik)