Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Bayi memberikan sinyal lapar jauh sebelum menangis. Tanda awal meliputi gerakan mengisap, memutar kepala, dan mengepalkan tangan. Mengenali tanda bayi lapar ini lebih cepat membantu orang tua merespons kebutuhan bayi dengan lebih efektif dan mendukung proses menyusui yang optimal.
Menangis bukan satu-satunya cara bayi mengungkapkan rasa lapar dan sebenarnya, tangisan adalah sinyal terakhir yang diberikan. Sebelum sampai ke tahap itu, bayi sudah "berbicara" melalui gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan berbagai isyarat halus lainnya.
Bagi orang tua baru, memahami bahasa tubuh bayi bisa terasa membingungkan. Apakah ia lapar, mengantuk, atau sekadar ingin dipeluk? Pertanyaan ini muncul berkali-kali setiap hari—terutama di minggu-minggu pertama kehidupan Si Kecil.
Yuk, pahami tanda lapar pada bayi secara lebih akurat, membedakannya dari kebutuhan lain, serta memahami prinsip responsive feeding yang mendukung tumbuh kembang optimal bayi.
Tanda lapar awal sebelum bayi menangis
Tanda lapar paling awal pada bayi disebut early hunger cues. Ini adalah momen terbaik untuk segera menawarkan ASI atau susu, karena bayi masih dalam kondisi tenang dan siap menyusu.
Beberapa tanda lapar awal yang perlu diperhatikan:
- Gerakan mengisap: Bayi menggerakkan bibirnya seolah sedang mengisap sesuatu, bahkan saat tidak ada yang masuk ke mulutnya.
- Menjulurkan lidah: Lidah bayi bergerak ke depan atau terlihat bergerak-gerak di dalam mulut.
- Memutar kepala ke kiri dan kanan: Gerakan ini disebut rooting reflex—bayi mencari puting atau sumber makanan.
- Membuka mulut: Bayi membuka mulut berulang kali, terutama saat pipinya disentuh.
- Mengepalkan tangan: Kepalan tangan yang rapat ke dada sering menjadi tanda ketegangan awal akibat lapar.
- Mengisap tangan atau jari: Ini salah satu sinyal paling mudah dikenali, bayi berusaha memenuhi kebutuhan mengisapnya sendiri.
Mengenali tanda-tanda ini dan segera merespons akan membuat proses menyusu jauh lebih mudah bagi bayi maupun orang tua.
Tanda lapar aktif dan tanda bayi sudah sangat lapar
Jika tanda awal terlewat, bayi akan memberikan sinyal yang lebih kuat. Ini disebut active hunger cues, dan kondisinya sudah sedikit lebih menantang karena bayi mulai gelisah.
Tanda lapar aktif meliputi:
- Tubuh bergerak-gerak lebih aktif, terutama menggeliat ke arah payudara
- Suara rengekan atau erangan kecil (belum sampai menangis penuh)
- Kepala bergerak lebih agresif ke berbagai arah mencari puting
Tanda bayi sudah sangat lapar:
Ketika tanda-tanda di atas juga terlewat, bayi akan mulai menangis. Tangisan adalah sinyal lapar tahap akhir (late hunger cue). Pada titik ini, bayi biasanya sudah frustrasi sehingga lebih sulit untuk ditenangkan dan langsung menyusu. Kulit wajahnya bisa memerah, tubuhnya menegang, dan tangisannya semakin keras.
Jika bayi sudah sampai di tahap ini, tenangkan dulu sebelum menawarkan susu. Gendong dan ayun perlahan sebentar hingga ia cukup tenang untuk menyusu dengan baik.
Bagaimana membedakan lapar, mengantuk, tidak nyaman, atau ingin mengisap?
Ini adalah pertanyaan yang hampir setiap orang tua tanyakan. Gejalanya memang bisa tampak mirip, tetapi ada perbedaan penting yang bisa membantu.
Lapar vs. mengantuk
Bayi yang mengantuk biasanya menunjukkan tanda seperti menggosok mata, kelopak mata terasa berat, atau tatapan yang mulai kabur dan tidak fokus. Gerakannya melambat. Sebaliknya, bayi lapar cenderung lebih aktif dan mencari-cari sesuatu untuk diisap.
Lapar vs. tidak nyaman
Ketidaknyamanan, misalnya karena popok basah, gas di perut, atau kepanasan biasanya disertai postur tubuh yang tegang, menekuk kaki ke perut, atau wajah yang memerah secara tiba-tiba. Bayi yang tidak nyaman seringkali tidak mau menyusu meski ditawarkan, sementara bayi lapar akan langsung merespons dengan antusias.
Lapar vs. kebutuhan mengisap (Non-nutritive sucking)
Bayi memiliki kebutuhan alami untuk mengisap di luar waktu makan, ini bersifat menenangkan. Jika bayi mengisap tetapi tidak menelan secara aktif, kemungkinan besar ia sedang memenuhi kebutuhan mengisap, bukan lapar. Perhatikan pola menelannya, bayi yang benar-benar lapar akan menelan dengan ritme yang teratur.
Tanda bayi kenyang dan prinsip responsive feeding
Mengenali tanda kenyang sama pentingnya dengan mengenali tanda lapar. Memberi makan terlalu banyak juga bisa menimbulkan masalah, seperti gumoh berlebihan atau ketidaknyamanan di perut.
Tanda bayi kenyang:
- Melepaskan puting atau botol dengan sendirinya
- Tubuh rileks, kepalan tangan terbuka
- Ekspresi wajah puas, kadang tertidur
- Tidak lagi tertarik meski puting atau botol ditawarkan kembali
Apa itu responsive feeding dan mengapa penting?
Responsive feeding adalah pendekatan pemberian makan yang berpusat pada sinyal bayi, bukan jadwal yang kaku. Orang tua atau pengasuh merespons tanda lapar dan kenyang secara konsisten dan hangat.
Pendekatan ini didukung oleh WHO dan UNICEF sebagai praktik terbaik dalam pemberian makan bayi, karena:
- Membangun kepercayaan antara bayi dan pengasuh.
- Membantu bayi mengembangkan kemampuan mengatur rasa lapar dan kenyang secara alami.
- Mendukung produksi ASI yang optimal melalui stimulasi yang cukup.
Prinsip utamanya sederhana: tawarkan saat bayi memberi sinyal lapar, berhenti saat bayi menunjukkan tanda kenyang.
Itulah beberapa informasi terkait tanda bayi lapar yang perlu Moms perhatikan. Saat kebutuhan bayi terpenuhi, maka bayi akan lebih tenang sehingga tumbuh kembangnya juga berjalan dengan lebih optimal.(MB/RA/RF/Foto: Freepik)