Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms mungkin sudah tak asing dengan istilah "masuk angin". Namun apakah gangguan kesehatan ini juga bisa dialami oleh bayi? Apa ciri-ciri bayi masuk angin?
Melihat Si Kecil rewel tanpa sebab yang jelas memang bisa membuat hati cemas, apalagi jika diikuti dengan kemunculan gejala lain, seperti perut kembung, sering buang angin, dan tidak tenang saat menyusu. Banyak ibu yang langsung menyimpulkan, bayinya masuk angin. Tapi apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh Si Kecil?
Apa yang sebenarnya dimaksud dengan "masuk angin" pada bayi?
Perlu Moms ketahui, "masuk angin" bukanlah diagnosis medis. Istilah ini populer di masyarakat untuk menggambarkan kondisi tubuh yang terasa tidak nyaman, biasanya berkaitan dengan perut kembung dan penumpukan gas.
Pada bayi, keluhan ini sangat sering muncul karena beberapa alasan. Saluran pencernaannya belum matang sepenuhnya. Selain itu, bayi cenderung menelan udara saat menyusu atau menangis. Udara yang tertelan inilah yang kemudian menumpuk di perut dan membuatnya terasa penuh atau kembung.
Jadi, ketika Moms mendengar istilah "bayi masuk angin", sebenarnya yang dimaksud adalah kumpulan gejala pencernaan yang umum dan biasanya tidak berbahaya. Memahami hal ini penting agar Anda tidak panik saat Si Kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut.
Baca juga: Selain Atasi Kembung, Ini Manfaat Pijat ILU "I Love You" untuk Bayi
Ciri-ciri masuk angin pada bayi
Ada beberapa tanda yang paling sering dikaitkan dengan "masuk angin" oleh para orang tua. Berikut ciri-ciri yang perlu Moms kenali:
1. Perut kembung
Perut Si Kecil terlihat lebih besar, terasa keras, atau menggembung. Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan gas di dalam saluran pencernaan. Bayi mungkin juga terlihat menarik kedua kakinya ke arah perut sebagai respons rasa tidak nyaman.
2. Sering kentut
Bayi yang kembung biasanya akan lebih sering kentut. Ini sebenarnya pertanda baik, karena artinya gas yang menumpuk sedang keluar dari tubuhnya. Frekuensi kentut yang meningkat menunjukkan tubuh Si Kecil sedang berusaha meredakan rasa penuh di perutnya.
3. Rewel dan sulit ditenangkan
Rasa tidak nyaman di perut membuat bayi menjadi rewel. Ia mungkin menangis lebih sering, terutama setelah menyusu, dan sulit ditenangkan meski sudah digendong atau diberi ASI.
4. Sulit menyusu
Ketika perutnya terasa penuh, bayi bisa menjadi enggan atau tidak nyaman saat menyusu. Ia mungkin menyusu sebentar lalu berhenti, atau terlihat gelisah di tengah sesi menyusu.
Jika Si Kecil menunjukkan gabungan tanda-tanda ini, kemungkinan besar ia sedang mengalami kembung atau penumpukan gas, kondisi yang umum dan bisa diredakan di rumah.
Masuk angin, kolik, atau pilek? Kenali perbedaannya
Kembung biasa
Gejala kembung biasa ditandai dengan perut menggembung, sering kentut, dan rewel yang mereda setelah bayi bersendawa atau buang gas. Kondisi ini datang dan pergi, dan Si Kecil masih bisa tenang di sela-sela rasa tidak nyamannya.
Kolik
Kolik memiliki pola yang lebih khas. Ciri utamanya adalah tangisan hebat yang berlangsung lebih dari tiga jam sehari, lebih dari tiga hari dalam seminggu, dan berlangsung setidaknya selama tiga minggu. Bayi kolik sering menangis di waktu yang sama setiap hari, biasanya sore atau malam hari, tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini umum terjadi dan biasanya membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi.
Pilek
Berbeda dengan dua kondisi di atas, pilek disertai gejala pada saluran pernapasan. Moms akan melihat hidung tersumbat atau berair, bersin, dan terkadang batuk. Jika bayi menunjukkan gejala-gejala ini, kemungkinan besar ia sedang pilek, bukan sekadar masuk angin.
Kunci untuk membedakannya terletak pada gejala penyerta. Perhatikan apakah keluhan Si Kecil hanya berkaitan dengan perut, atau disertai tanda lain seperti pola tangisan tertentu atau gangguan pernapasan.
Baca juga: 7 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui agar Bayi Tidak Kembung
Cara aman membantu bayi yang kembung dan banyak gas
Ada banyak cara yang bisa Moms lakukan di rumah untuk membantu Si Kecil merasa lebih nyaman saat "masuk angin". Berikut beberapa langkah yang aman:
- Sendawakan bayi setelah menyusu. Gendong Si Kecil dalam posisi tegak dan tepuk-tepuk punggungnya dengan lembut. Ini membantu mengeluarkan udara yang tertelan saat menyusu.
- Lakukan pijatan lembut di perut. Pijat perut bayi dengan gerakan memutar searah jarum jam menggunakan ujung jari. Gerakan ini membantu gas bergerak keluar.
- Gerakan kaki seperti mengayuh sepeda. Baringkan bayi telentang, lalu gerakkan kedua kakinya perlahan seperti sedang mengayuh sepeda. Cara ini efektif membantu melepaskan gas yang terperangkap
- Perhatikan posisi menyusu. Pastikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dari perutnya saat menyusu. Posisi yang tepat mengurangi jumlah udara yang tertelan.
- Tengkurapkan bayi dalam pengawasan. Waktu tengkurap (tummy time) yang diawasi bisa memberikan tekanan lembut pada perut dan membantu meredakan kembung.
Lakukan langkah-langkah ini dengan sabar dan penuh kasih sayang. Sentuhan lembut Moms tidak hanya meredakan rasa tidak nyaman, tapi juga memberi rasa aman pada Si Kecil.
Tanda bahaya yang tidak boleh dianggap sekadar masuk angin
Meski sebagian besar gejala kembung tidak berbahaya, ada beberapa tanda yang mengharuskan Moms waspada. Jika Si Kecil menunjukkan salah satu dari gejala berikut, segera bawa ke dokter:
- Demam tinggi, terutama pada bayi di bawah usia tiga bulan.
- Muntah terus-menerus atau muntah berwarna kehijauan.
- Tidak mau menyusu sama sekali dalam waktu yang cukup lama.
- Perut terlihat sangat keras dan membengkak disertai tangisan hebat.
- Diare atau tinja berdarah.
- Terlihat lemas, sulit dibangunkan, atau tidak responsif.
- Tangisan yang tidak biasa dan berlangsung terus-menerus tanpa bisa ditenangkan.
Moms, menghadapi bayi yang rewel karena kembung memang menguji kesabaran. Namun dengan mengetahui ciri-ciri bayi masuk angin, Moms bisa memberikan penanganan yang tepat untuk kondisi kesehatan Si Kecil. Pastinya, segera bawa Si Kecil ke dokter apabila kondisinya memburuk. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)