Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Mungkin ada rasa cemas saat ibu menggendong Si Kecil yang baru lahir. Wajar Moms, karena tubuh bayi baru lahir terasa begitu halus dan lehernya juga belum kuat. Faktanya, cara gendong bayi baru lahir memang berbeda dan harus dilakukan dengan lebih lembut.
Menggendong bayi baru lahir adalah keterampilan yang bisa dipelajari. Dengan sedikit latihan dan beberapa prinsip dasar, Moms akan segera merasa lebih percaya diri saat mengangkat, memeluk, dan menenangkan Si Kecil.
Cara mengangkat bayi dari tempat tidur dengan aman
Momen mengangkat bayi dari tempat tidur adalah langkah pertama yang penting. Karena otot leher bayi baru lahir belum kuat, kepalanya perlu dukungan penuh setiap saat.
Ikuti langkah sederhana ini:
- Dekatkan tubuh Anda ke arah bayi supaya tidak perlu mengangkatnya terlalu jauh.
- Selipkan satu tangan di bawah kepala dan leher bayi dengan lembut.
- Letakkan tangan lainnya di bawah bokongnya untuk menopang tubuh bagian bawah.
- Angkat perlahan sambil menjaga kepala tetap sejajar atau sedikit lebih tinggi dari tubuh.
- Dekatkan bayi ke dada Anda agar ia merasa hangat dan aman.
Kuncinya ada pada dua titik tumpuan, kepala-leher dan bokong. Selama kedua bagian ini tertopang, Moms sudah melakukan langkah paling penting dengan benar.
Baca juga: 6 Jenis Gendongan Bayi Baru Lahir yang Aman dan Nyaman
Cradle hold dan shoulder hold: Dua posisi dasar untuk orang tua baru
Setelah bayi berada di gendongan, Moms bisa memindahkannya ke posisi yang lebih nyaman. Dua posisi ini paling mudah dipelajari dan cocok untuk kegiatan sehari-hari.
1. Cradle hold (posisi menimang)
Cradle hold adalah posisi klasik yang mungkin sering Moms lihat. Baringkan kepala bayi di lekukan siku Anda, lalu gunakan lengan yang sama untuk menopang punggung dan bokongnya. Tangan satunya bisa membantu menstabilkan tubuh bayi. Posisi ini pas untuk menimang, menyusui, atau sekadar menatap wajah Si Kecil.
2. Shoulder hold (posisi di bahu)
Pada shoulder hold, sandarkan tubuh bayi di dada dengan kepalanya bertumpu di bahu Anda. Satu tangan menopang kepala dan leher, sementara tangan lainnya menahan bokongnya. Posisi ini nyaman untuk menenangkan bayi dan sering membantu mengeluarkan angin setelah menyusu.
Cobalah kedua posisi ini secara bergantian. Seiring waktu, Anda akan tahu posisi mana yang paling disukai Si Kecil di situasi tertentu.
Cara menggendong skin-to-skin sambil menjaga jalan napas bayi tetap terbuka
Kontak kulit ke kulit atau skin-to-skin memberi banyak manfaat. Sentuhan langsung ini membantu menstabilkan suhu tubuh bayi, menenangkan detak jantungnya, dan mempererat ikatan antara Moms dan Si Kecil.
Untuk melakukannya, baringkan bayi yang hanya memakai popok di dada Anda yang terbuka, lalu selimuti punggungnya dengan kain hangat. Posisikan bayi tegak agak miring, dengan kepala menoleh ke samping.
Yang paling penting selama skin-to-skin: jaga jalan napas bayi tetap terbuka. Pastikan wajahnya selalu terlihat dan tidak tertutup kain atau tubuh Anda. Dagunya jangan sampai menempel ke dadanya sendiri, karena posisi ini bisa mempersempit saluran napas. Aturannya sederhana, Moms harus bisa melihat hidung dan mulut bayi setiap saat.
Baca juga: Gendongan Bayi Hipseat: Panduan Lengkap dan Aman
Prinsip T.I.C.K.S. untuk keamanan sling dan carrier
Sling atau carrier sangat membantu ketika Anda ingin tangan tetap bebas. Namun, penggunaan yang keliru bisa berisiko bagi pernapasan bayi. Untuk itu, ikuti prinsip T.I.C.K.S. yang mudah diingat:
- T – Tight (Kencang): Gendongan harus pas dan kencang agar bayi menempel nyaman di tubuh Anda, bukan menggantung longgar.
- I – In view at all times (Selalu terlihat): Wajah bayi harus selalu terlihat tanpa perlu menyingkap kain.
- C – Close enough to kiss (Cukup dekat untuk dicium): Posisi kepala bayi harus cukup tinggi sehingga mudah Anda cium.
- K – Keep chin off the chest (Dagu tidak menempel dada): Sisakan ruang minimal selebar dua jari di bawah dagu bayi agar jalan napas terbuka.
- S – Supported back (Punggung tertopang): Punggung bayi harus tersangga dengan posisi alami, perut dan dada menempel ke tubuh Anda.
Sempatkan mengecek kelima poin ini setiap kali menggendong dengan sling. Kebiasaan kecil ini menjaga bayi tetap aman sepanjang hari.
Kesalahan umum yang perlu dihindari
Belajar dari kesalahan yang sering terjadi bisa membantu Anda menggendong dengan lebih tenang. Berikut beberapa hal yang perlu diwaspadai:
- Tidak menopang kepala dan leher. Otot leher bayi baru lahir belum kuat, jadi kepala harus selalu ditopang saat mengangkat atau memindahkannya.
- Dagu menempel ke dada. Posisi ini mempersempit jalan napas. Selalu sisakan ruang di bawah dagu bayi.
- Wajah tertutup kain atau tubuh. Baik saat skin-to-skin maupun memakai carrier, wajah bayi harus selalu terlihat jelas.
- Mengguncang bayi. Jangan pernah mengguncang bayi, bahkan saat bercanda. Guncangan bisa menyebabkan cedera otak serius yang dikenal sebagai shaken baby syndrome. Jika ingin menenangkan bayi, lakukan dengan ayunan lembut, bukan guncangan.
Menggendong bayi baru lahir memang butuh sedikit latihan, tapi Moms pasti bisa. Ingat prinsip utamanya, topang kepala, leher, dan bokong, jaga wajah tetap terlihat, dan pastikan jalan napasnya selalu terbuka. Moms pasti akan bisa menggendong Si Kecil dengan aman dan nyaman secara alami seiring waktu.
Cobalah satu posisi baru setiap hari sampai Moms menemukan yang paling nyaman untuk Anda dan Si Kecil. Jika Moms ragu dan membutuhkan bantuan, jangan segan untuk meminta bantuan ke ahlinya, seperti dokter atau bidan. (MB/WR/RF/Foto: Freepik)