Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Memompa ASI Haruslah dalam Posisi Nyaman, Kini Bisa Sambil Bersandar

Memompa ASI Haruslah dalam Posisi Nyaman, Kini Bisa Sambil Bersandar

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Setelah melahirkan hingga kurang lebih 3 bulan pertama, seorang ibu memang perlu mengusahakan untuk menyusui secara langsung atau biasa disebut direct breast feeding (DBF). Namun, nyatanya ada beberapa kondisi yang menyebabkan Moms membutuhkan alat pumping atau breast pump agar proses menyusui bisa tetap berjalan.

Dita Febriyanti, konselor menyusui, mengatakan, “Misalnya, saat ibu dan bayi tidak bisa dirawat gabung karena kondisi tertentu sehingga menyebabkan ibu mengharuskan pumping untuk bisa tetap memberikan ASI perah kepada bayinya. Atau bisa juga ketika payudara terlalu penuh setelah bayi menyusui, ibu harus pumping untuk pengosongan. Kemudian ASI perahnya bisa dijadikan stok bila diperlukan sewaktu-waktu. Begitu juga working Moms bisa menggunakan breast pump pada bulan ke-2 setelah melahirkan untuk memulai menyetok ASI karena bisanya cuti melahirkan hanya 3 bulan. Jadi, manajemen ASI perah memang sebaiknya mulai rutin pumping di bulan ke-2.”

Memilih breast pump ada kalanya membingungkan, terutama bagi ibu baru. Namun, dikatakan Dita Febriyanti, banyak juga ibu yang menggunakan breast pump elektrik, karena kelebihan breast pump elektrik ini lebih efektif untuk pengosongan payudara dan dianggap lebih nyaman karena minim menimbulkan rasa sakit ketika memerah ASI.

“Selain itu bentuknya dipegang sehingga membuat rasa percaya diri ibu lebih tinggi karena bisa langsung melihat hasil pumping tidak seperti breast pump handsfree yang tertutup bra saat penggunaannya,” tambah Dita. Dita juga mengingatkan, melakukan pumping dapat membuat produksi ASI meningkat jika dilakukan secara konsisten.

“Sebab kunci dari pumping adalah konsisten, pumping sesuai jamnya dan dengan durasi lebih dari 15 menit per PD atau sampai merasa payudara sudah kosong. Jangan sampai jam pumping terlewat karena bisa memengaruhi menurunnya produksi ASI,” ujarnya.

Untuk membantu para ibu memompa ASI dengan lancar, GabaG resmi meluncurkan produk breast pump terbarunya: GabaG Kolibri X360, sebuah electric breast pump inovatif yang dirancang untuk memberikan kenyamanan ekstra dalam proses memompa ASI dengan berbagai macam posisi pumping yang lebih fleksibel.

Keunggulan utama produk Kolibri X360 ini terletak pada fitur support lying position yang memungkinkan ibu memompa ASI dalam posisi bersandar sampai semi tiduran, serta desain vacuum dan leak-free yang mencegah tumpahan dan memastikan pengalaman pumping yang lebih fleksibel dan bebas repot.

“Kolibri X360 hadir untuk menjawab keresahan ibu-ibu yang kesulitan memompa ASI karena posisi badan harus tegak yang cenderung membuat ibu kelelahan dan ini sangat berpengaruh kepada hasil perah ASI. Dengan pompa ASI ini, semoga para ibu akan lebih menikmati dan semangat dalam proses mengASIhi” ujar Gabriella R. Lengkong, Direktur GabaG Indonesia. (M&B/SW/Foto: Dok. GabaG)