Type Keyword(s) to Search
KID

Biar Tidak Senewen, Ini Cara Mengajar Anak yang Susah Mengingat

Biar Tidak Senewen, Ini Cara Mengajar Anak yang Susah Mengingat

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Moms, suka geregetan enggak sih, saat Si Kecil susah menghafal pelajaran atau sering lupa perintah orang tuanya? Sesungguhnya, ada lho cara mengajar anak yang susah mengingat.

Pada dasarnya, setiap anak memiliki cara belajar yang unik. Ketika anak terlihat susah mengingat, sering kali ini bukan masalah kemampuan, melainkan cara penyampaian yang belum tepat. Dengan memahami gaya belajar anak dan menerapkan strategi yang sesuai, Moms bisa membantu Si Kecil meningkatkan daya ingatnya secara signifikan.

Penyebab anak susah mengingat

1. Faktor perkembangan otak

Otak anak masih dalam tahap perkembangan, terutama bagian yang bertanggung jawab untuk memori jangka panjang. Korteks prefrontal, area yang mengatur fungsi eksekutif termasuk memori kerja, baru akan matang sepenuhnya ketika anak memasuki usia dewasa awal. Hal ini menjelaskan mengapa anak-anak secara alami memiliki rentang perhatian yang lebih pendek dan kesulitan mengingat informasi kompleks.

Baca juga: Kenali Manfaat DHA untuk Perkembangan Otak Anak Sejak Dini

2. Gaya belajar yang tidak sesuai

Setiap anak memiliki preferensi belajar yang berbeda. Ada yang lebih mudah menyerap informasi melalui visual (melihat), auditori (mendengar), atau kinestetik (bergerak dan menyentuh). Ketika metode pengajaran tidak sesuai dengan gaya belajar anak, informasi akan lebih sulit tersimpan dalam memori jangka panjang.

3. Kurangnya minat dan motivasi

Anak cenderung mengingat hal-hal yang menarik buatnya. Jika materi pelajaran disampaikan dengan cara yang membosankan atau tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari, anak akan kesulitan mempertahankan fokus dan mengingat informasi tersebut.

4. Kelelahan dan stres

Kondisi fisik dan emosional anak sangat memengaruhi kemampuan mengingat. Anak yang kelelahan, stres, atau cemas akan mengalami penurunan fungsi kognitif, termasuk kemampuan untuk menyerap dan mengingat informasi baru.

Cara efektif mengajar anak yang susah mengingat

1. Gunakan metode visual

Anak-anak umumnya lebih mudah mengingat informasi yang disajikan secara visual. Karena itu, Moms bisa memanfaatkan gambar, diagram, peta konsep, dan warna guna membantu anak memahami dan mengingat pelajaran. Anda bisa membuat flashcard dengan gambar untuk kosakata baru atau menggunakan mind map untuk menjelaskan konsep yang kompleks.

Buatlah asosiasi visual yang kuat dengan menghubungkan informasi baru dengan sesuatu yang sudah familiar bagi anak. Misalnya, ketika mengajarkan angka, gunakan objek konkret seperti buah-buahan atau mainan kesukaan anak.

Baca juga: Macam-Macam Gaya Belajar Anak, Kenali Ciri-Cirinya!

2. Terapkan pengulangan dengan variasi

Pengulangan memang penting untuk memperkuat memori, tapi jangan melakukannya dengan cara monoton. Variasikan metode pengulangan agar anak tidak bosan. Hari ini bisa menggunakan lagu, besok dengan permainan, dan lusa dengan cerita. Pengulangan yang bervariasi akan membuat proses belajar lebih menyenangkan sekaligus memperkuat jejak memori di otak anak.

3. Pecah informasi menjadi bagian kecil

Teknik "chunking" atau memecah informasi menjadi bagian-bagian kecil sangat efektif untuk anak yang susah mengingat. Alih-alih memberikan banyak informasi sekaligus, berikan satu konsep dalam satu waktu. Pastikan anak benar-benar memahami dan mengingat bagian pertama sebelum melanjutkan ke bagian berikutnya.

4. Libatkan berbagai indra

Pendekatan multisensori melibatkan penglihatan, pendengaran, sentuhan, dan gerakan secara bersamaan. Ketika anak belajar huruf, biarkan ia melihat bentuknya, mendengar bunyinya, menulis di udara, dan merasakan teksturnya di pasir atau playdough. Makin banyak indra yang terlibat, makin kuat jejak memori yang terbentuk.

Teknik khusus untuk meningkatkan daya ingat

1. Teknik storytelling

Anak-anak memiliki kemampuan alami untuk mengingat cerita. Manfaatkan hal ini dengan mengubah materi pelajaran menjadi cerita yang menarik. Misalnya, ketika mengajarkan sejarah, ceritakan seperti petualangan seru. Untuk matematika, ciptakan karakter angka dengan kepribadian unik yang terlibat dalam berbagai situasi.

2. Permainan edukatif

Bermain adalah cara alami anak untuk belajar. Integrasikan materi pelajaran ke dalam permainan yang menyenangkan. Gunakan board game, puzzle, atau aplikasi edukatif yang sesuai dengan usia anak. Permainan membuat proses belajar menjadi lebih rileks dan enjoyable, sehingga informasi lebih mudah diserap.

Baca juga: 7 Kegiatan Belajar Sambil Bermain untuk Anak

3. Teknik mnemonik

Ajarkan anak teknik mnemonik sederhana yang sesuai dengan usianya. Untuk anak yang lebih besar, Moms bisa mengajarkan akronim atau asosiasi kata. Untuk anak yang lebih kecil, gunakan lagu atau rima sederhana. Misalnya, untuk mengingat warna pelangi: "Mejikuhibiniu" (merah, jingga, kuning, hjau, biru, nila, ungu).

4. Pembelajaran kontekstual

Hubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari anak. Ketika mengajarkan matematika, gunakan contoh-contoh nyata, seperti menghitung kelereng, membagi kue, atau berbelanja di pasar. Pembelajaran yang relevan dengan pengalaman anak akan lebih mudah diingat karena memiliki makna personal.

Itulah beberapa cara mengajar anak yang susah mengingat. Meski begitu, Moms tetap perlu memperhatikan bahwa kemampuan belajar anak berbeda. Karena itu, Anda disarankan untuk mengetahui karakter anak dan menyesuaikan gaya belajarnya. (M&B/AY/WR/Foto: Freepik)