Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Tekanan darah rendah atau hipotensi menjadi masalah kesehatan yang sering dialami wanita, tapi sering kali diabaikan karena dianggap tidak berbahaya. Padahal, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup secara signifikan lho, Moms. Untuk itu, Anda perlu tahu penyebab darah rendah pada wanita.
Ya, ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab tekanan darah rendah pada wanita Dengan mengetahui penyebab tekanan darah rendah pada wanita, Anda dapat mencegah dan mengambil tindakan yang tepat, Moms.
Klasifikasi tekanan darah rendah
Darah rendah terjadi ketika tekanan darah sistolik berada di bawah 90 mmHg atau tekanan diastolik di bawah 60 mmHg. Pada wanita, kondisi ini memiliki prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan pria karena berbagai faktor biologis dan hormonal.
Sistem kardiovaskular wanita mengalami fluktuasi signifikan sepanjang siklus hidup, mulai dari masa menstruasi, kehamilan, hingga menopause. Setiap fase membawa tantangan yang dapat memengaruhi stabilitas tekanan darah. Tekanan darah rendah diklasifikasikan sebagai berikut.
1. Hipotensi ortostatik: Penurunan tekanan darah saat berdiri dari posisi duduk atau berbaring, menyebabkan pusing dan kehilangan keseimbangan.
2. Hipotensi postprandial: Penurunan tekanan darah setelah makan, terutama setelah konsumsi makanan berat atau tinggi karbohidrat.
3. Hipotensi neurally mediated: Gangguan komunikasi antara jantung dan otak yang menyebabkan penurunan tekanan darah mendadak.
Penyebab tekanan darah rendah pada wanita
1. Ketidakstabilan hormon
Ketidakstabilan hormon menjadi faktor utama penyebab darah rendah pada wanita. Hormon estrogen dan progesteron memiliki efek pelebaran pada pembuluh darah, hal ini dapat menurunkan tekanan darah secara alami.
Tak hanya itu, menstruasi juga menjadi penyebab tekanan darah rendah pada wanita. Ini karena volume darah yang hilang selama menstruasi, terutama pada wanita dengan menstruasi berat, bisa menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Kondisi ini dapat memicu penurunan tekanan darah sementara yang bisa berlangsung beberapa hari. Gangguan hormon seperti penyakit tiroid atau masalah pada kelenjar adrenal juga bisa memengaruhi tekanan darah.
Baca juga: Perlu Tahu, Ini Batas Normal Tekanan Darah Berdasarkan Usia
2. Kehamilan
Di masa kehamilan, perubahan hormonal dan peningkatan volume darah dapat menyebabkan tekanan darah menurun, terutama pada trimester pertama dan kedua. Selama kehamilan, pembuluh darah melebar untuk mendukung janin, sehingga sistem peredaran darah berkembang cepat dan bisa menyebabkan penurunan tekanan darah. Tekanan darah yang rendah di masa kehamilan akan mengurangi aliran darah ke plasenta, sehingga berpotensi memengaruhi pertumbuhan janin.
3. Dehidrasi
Kekurangan cairan tubuh, baik karena kurang minum, muntah, atau diare, dapat menurunkan volume darah Anda sehingga tekanan darah pun menurun.
4. Kondisi medis yang memengaruhi tekanan darah
Beberapa kondisi medis memiliki hubungan erat dengan kondisi darah rendah pada wanita. Gangguan tiroid, terutama hipotiroidisme, bisa menyebabkan penurunan kerja jantung, pernapasan, dan mengganggu pengaturan energi dalam tubuh. Sindrom ovarium polikistik (PCOS) yang sering dialami wanita usia reproduktif juga bisa memengaruhi tekanan darah menjadi rendah, bahkan bisa berujung anemia.
5. Efek obat-obatan
Beberapa jenis obat, seperti obat tekanan darah tinggi, obat jantung, obat depresi, dan obat disfungsi ereksi, dapat menurunkan tekanan darah Anda. Penggunaan kontrasepsi hormonal juga bisa memengaruhi tekanan darah pada wanita. Pil KB kombinasi, contohnya, umumnya meningkatkan tekanan darah. Namun, pada sebagian wanita dapat terjadi efek terbalik berupa hipotensi.
6. Masalah pada jantung
Kondisi medis seperti gagal jantung, serangan jantung, atau gangguan irama jantung bisa memengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah secara efektif. Hal ini bisa menyebabkan tekanan darah rendah pada penderitanya.
7. Kurangnya nutrisi
Nutrisi juga memengaruhi tekanan darah, Moms. Kurangnya vitamin B12, folat, dan zat besi dapat menghambat produksi sel darah merah, sehingga bisa menyebabkan tekanan darah rendah dan anemia. Karena itu, menjaga asupan nutrisi sangat penting dalam mencegah tekanan darah rendah.
Baca juga: 5 Makanan Penambah Darah untuk Mencegah Anemia
8. Reaksi alergi berat
Reaksi alergi yang parah atau akut bisa menyebabkan syok anafilaktik, yaitu reaksi alergi yang paling parah dan mengancam jiwa, di mana tubuh mengalami penurunan tekanan darah yang drastis dan penyempitan saluran napas. Pada kondisi ini, penderita memerlukan penanganan medis darurat.
Gejala tekanan darah rendah pada wanita
Tekanan darah rendah pada wanita dapat memunculkan gejala yang bervariasi, mulai dari yang ringan hingga menganggu aktivitas sehari-hari, seperti:
- Pusing dan lemas
- Kelelahan
- Pandangan kabur
- Napas pendek dan cepat
- Kulit pucat dan dingin
- Kesulitan konsentrasi
- Pingsan.
Kapan perlu konsultasi ke dokter?
Tekanan darah rendah yang disertai dengan gejala seperti dehidrasi, sesak napas, atau kehilangan kesadaran, memerlukan penanganan medis segera. Kondisi ini bisa menandakan komplikasi serius. Anda juga harus berkonsultasi dengan dokter jika tekanan darah rendah terjadi terus-menerus, Moms.
Itulah beberapa penyebab darah rendah pada wanita. Penanganan secara tepat akan mengurangi komplikasi di kemudian hari. Selain itu, Moms tetap harus menerapkan gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko faktor penyebab darah rendah. (M&B/AY/GP/Foto: Prostooleh/Freepik)
