Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Sakit Perut Bawah dan Pinggang Belakang pada Wanita, Ini Penyebabnya

Sakit Perut Bawah dan Pinggang Belakang pada Wanita, Ini Penyebabnya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Sakit perut bagian bawah yang menjalar hingga ke pinggang belakang sering kali membuat khawatir dan tidak nyaman. Keluhan ini cukup umum terjadi pada wanita dan bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari masalah ringan yang bisa sembuh sendiri hingga kondisi medis yang memerlukan perhatian lebih, Moms.

Karena itu, penting untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya. Dengan begitu, Anda bisa lebih waspada dan tahu kapan harus segera berkonsultasi dengan dokter. Simak penjelasan berbagai penyebab sakit perut bagian bawah dan pinggang belakang pada wanita serta gejala lain yang perlu diperhatikan berikut ini, Moms!

Penyebab sakit perut bawah dan pinggang belakang

Nyeri yang terasa di perut bagian bawah dan pinggang bisa saling berhubungan karena banyak organ di area panggul yang posisinya berdekatan dan memiliki persarafan yang sama. Berikut ini beberapa kondisi yang sering menjadi penyebabnya.

1. Masalah ginekologi

Sistem reproduksi wanita adalah salah satu sumber paling umum dari nyeri di area ini.

Menstruasi (dismenore): Ini adalah penyebab paling umum. Saat menstruasi, rahim berkontraksi untuk meluruhkan lapisannya. Kontraksi ini bisa menyebabkan kram di perut bagian bawah yang sering kali menjalar hingga ke punggung bawah dan paha bagian dalam.

Ovulasi: Beberapa wanita mengalami nyeri ringan di satu sisi perut bagian bawah saat ovarium melepaskan sel telur. Nyeri ini dikenal sebagai mittelschmerz dan biasanya hanya berlangsung beberapa jam hingga satu hari.

Penyakit radang panggul (PID): Ini adalah infeksi pada organ reproduksi wanita, seperti rahim, tuba falopi, atau ovarium. PID biasanya disebabkan oleh bakteri dari infeksi menular seksual. Gejalanya meliputi nyeri panggul dan perut bawah, demam, keputihan abnormal, dan nyeri saat berhubungan seks atau buang air kecil.

Endometriosis: Kondisi ini terjadi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Jaringan ini bisa menempel pada ovarium, usus, atau area lain di panggul. Gejala utamanya adalah nyeri panggul kronis yang hebat, terutama saat menstruasi.

Kista ovarium: Kantong berisi cairan yang terbentuk di ovarium ini sering kali tidak berbahaya. Namun, jika kista berukuran besar, pecah, atau terpuntir, hal tersebut bisa menyebabkan nyeri tajam dan tiba-tiba di perut bagian bawah.

Miom (fibroid rahim): Miom adalah tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim. Tergantung pada ukuran dan lokasinya, miom bisa menyebabkan tekanan pada panggul, nyeri punggung bawah, menstruasi yang berat, dan sering buang air kecil.

2. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi Saluran Kemih terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih. Wanita lebih rentan mengalami ISK karena memiliki uretra (saluran kencing) yang lebih pendek.

Selain nyeri di perut bagian bawah dan panggul, gejala ISK yang khas adalah sensasi terbakar saat buang air kecil, frekuensi buang air kecil yang meningkat, dan urine yang tampak keruh atau berbau menyengat. Jika infeksi sudah menyebar ke ginjal, nyeri pinggang belakang akan terasa lebih intens disertai demam dan mual.

3. Masalah pencernaan

Organ pencernaan juga terletak di area perut dan bisa menyebabkan nyeri yang menjalar.

Sembelit (konstipasi): Penumpukan feses di usus besar dapat memberikan tekanan pada area perut bawah dan punggung, menyebabkan rasa tidak nyaman dan kembung.

Irritable Bowel Syndrome (IBS): IBS adalah gangguan kronis pada usus besar yang gejalanya meliputi kram perut, kembung, gas, diare, atau sembelit. Nyeri akibat IBS sering kali terasa di perut bagian bawah.

4. Masalah otot dan tulang

Terkadang, nyeri bukan berasal dari organ dalam, melainkan dari otot dan tulang. Aktivitas fisik yang berlebihan, mengangkat beban berat dengan posisi yang salah, atau postur tubuh yang buruk bisa menyebabkan ketegangan pada otot perut atau punggung bawah, yang menimbulkan nyeri.

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Sakit Pinggang yang Efektif dan Ampuh

Cara mengatasi sakit perut bawah dan pinggang belakang

Untuk mengatasi sakit perut bawah dan pinggang belakang, Anda bisa mengompres area yang sakit dengan air hangat, istirahat cukup, minum air putih yang banyak, dan mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol jika diperlukan.

Hindari aktivitas berat, makanan pedas atau berlemak, serta kebiasaan menahan buang air besar atau kecil. Namun, jika nyeri berlanjut atau makin parah, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

Kapan harus menemui dokter?

Meskipun banyak kasus nyeri perut bawah dan pinggang tidak berbahaya, ada beberapa tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan. Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami:

  • Nyeri yang sangat parah, tiba-tiba, dan tak tertahankan
  • Disertai demam tinggi, mual, dan muntah
  • Pendarahan vagina yang hebat di luar siklus menstruasi
  • Kesulitan bernapas atau pingsan
  • Nyeri saat hamil.

Baca juga: Sakit Pinggang pada Ibu Hamil, Apakah Pertanda Akan Melahirkan?

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin merekomendasikan tes lebih lanjut seperti tes urine, tes darah, atau USG untuk menentukan penyebab pasti dari keluhan Anda.

Itulah penjelasan mengenai sakit perut bawah dan pinggang belakang. Jika Anda mengalaminya, jangan ragu untuk mencatat gejala yang Anda rasakan, termasuk kapan nyeri muncul. Informasi ini penting saat Anda berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan nantinya, Moms. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)