Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Memberikan ASI eksklusif merupakan langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. ASI tidak hanya menjadi sumber nutrisi utama, tetapi juga memberikan antibodi alami yang melindungi Si Kecil dari berbagai penyakit. Namun, mungkin Moms bertanya-tanya, bagaimana cara menghitung kebutuhan ASI bayi setiap harinya agar tumbuh kembangnya tetap terjaga?
Faktanya, kebutuhan ASI pada bayi tidaklah selalu sama. Jumlah yang dibutuhkan bisa berbeda-beda tergantung usia, berat badan, hingga kondisi kesehatan bayi. Kebutuhan cairan pada bayi dapat dihitung berdasarkan berat badan, tetapi pola menyusu juga harus diperhatikan. Artinya, menghitung kebutuhan ASI bayi bukan semata soal angka, tetapi juga melibatkan pemahaman tanda lapar dan kenyang dari Si Kecil.
Berapa banyak kebutuhan ASI bayi baru lahir?
Kebutuhan ASI bayi baru lahir dimulai dari 5-7 ml per sesi pada hari pertama, yang jumlahnya akan bertambah pada hari ke-3, dan berkembang secara bertahap setiap minggunya. Setelah minggu pertama, jumlahnya bisa mencapai 60-80 ml per kali menyusu, dengan frekuensi menyusui yang bisa sering, sekitar setiap 1,5 hingga 3 jam, sesuai sinyal lapar bayi.
Estimasi jumlah ASI berdasarkan hari-hari pertama:
Hari 1: Sekitar 5-7 ml setiap kali menyusu.
Hari 2-3: Bertambah menjadi sekitar 10-27 ml setiap kali menyusu.
Hari 4-7: Kebutuhan akan meningkat menjadi sekitar 22-60 ml setiap kali menyusu.
Hari 8-10: Kebutuhan bisa mencapai 60-80 ml per kali menyusu.
Baca juga: Moms, Ini Jadwal dan Durasi Menyusui Bayi Baru Lahir
Manfaat mengetahui kebutuhan ASI sesuai usia
Mengetahui kebutuhan ASI sesuai usia bayi penting untuk memastikan bayi mendapatkan gizi yang cukup untuk tumbuh kembang optimal, mencegah stunting dan penyakit, meningkatkan imunitas, serta mendukung perkembangan kognitif bayi.
Selain itu, mengetahui kebutuhan ASI sesuai usia bayi penting untuk menghindari pemberian ASI berlebihan atau kekurangan dan sebagai panduan kapan MPASI dapat diperkenalkan pada Si Kecil, Moms.
Bagaimana cara mengetahui bahwa bayi mendapatkan ASI yang cukup?
Tanda-tanda bayi cukup ASI
1. Berat badan naik dan terus bertambah: Berat badan bayi akan turun sedikit di beberapa hari pertama, tetapi akan kembali ke berat lahir sekitar hari ke-10 dan terus bertambah secara bertahap.
2. Terlihat kenyang dan tenang: Setelah menyusu, bayi tampak puas, tidak lagi rewel, dan sering kali tertidur pulas.
3. Frekuensi buang air kecil (BAK): Bayi yang cukup ASI akan buang air kecil setidaknya 6-8 kali dalam sehari, dengan urine yang relatif bening.
4. Frekuensi buang air besar (BAB): Frekuensi BAB bayi akan menjadi lebih teratur dan warna fesesnya akan berubah dari hitam kehijauan menjadi kuning encer.
5. Bayi terlihat sehat dan aktif: Bayi menunjukkan tanda pertumbuhan yang baik dan aktif bergerak.
6. Bayi melepaskan payudara sendiri: Bayi akan melepaskan puting payudara secara alami setelah merasa kenyang.
Cara menghitung kebutuhan ASI bayi
Nah, agar Moms lebih mudah memantau asupan nutrisi Si Kecil, simak cara menghitung kebutuhan ASI bayi beserta tips yang bisa diterapkan sehari-hari.
1. Berdasarkan usia bayi
Usia merupakan faktor penting dalam menentukan kebutuhan ASI. Berikut ini cara menghitung kebutuhan ASI bayi berdasarkan usia:
Pada bayi baru lahir (0-1 bulan), rata-rata kebutuhan ASI sekitar 60-90 ml per kali menyusu setiap 2-3 jam sekali. Memasuki usia 2-6 bulan, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 90-120 ml per kali menyusu. Sedangkan bayi usia 6 bulan ke atas (sebelum MPASI dimulai), membutuhkan hingga 120-180 ml per kali menyusu.
Moms perlu ingat bahwa kebutuhan ini bersifat rata-rata. Beberapa bayi mungkin menyusu lebih sedikit tetapi lebih sering, atau sebaliknya.
2. Berdasarkan berat badan
Menurut pedoman dari American Academy of Pediatrics (AAP), kebutuhan ASI bayi dapat dihitung sekitar 150 ml per kilogram berat badan per hari. Misalnya, jika bayi memiliki berat badan 5 kg, maka kebutuhan hariannya sekitar 750 ml ASI.
Perhitungan ini membantu Moms memperkirakan jumlah ASI yang harus tersedia, terutama saat Moms sedang memompa dan menyimpannya.
3. Memperhatikan frekuensi menyusu
Selain jumlah, frekuensi menyusu juga menjadi kunci. Bayi umumnya menyusu 8-12 kali per hari pada 1 bulan pertama kehidupannya. Frekuensi ini bisa menurun menjadi 6-8 kali per hari setelah usia 3 bulan. Jika bayi lebih sering menyusu, artinya ia mungkin membutuhkan volume lebih sedikit setiap kali, tetapi total harian tetap mencukupi.
4. Mengenali tanda lapar dan kenyang bayi
Menghitung kebutuhan ASI bayi tidak bisa hanya mengandalkan angka. Moms juga harus peka terhadap tanda lapar dan kenyang Si Kecil. Tanda lapar biasanya ditunjukkan dengan gerakan mencari puting, memasukkan tangan ke mulut, atau rewel. Adapun tanda kenyang terlihat ketika bayi melepaskan payudara sendiri, tampak tenang, atau tertidur.
Baca juga: Begini Posisi Tidur yang Benar untuk Bayi Setelah Menyusu
Dengan mengenali tanda-tanda ini, Moms bisa menyesuaikan jumlah pemberian ASI agar lebih sesuai dengan kebutuhan bayi.
5. Menilai dari perkembangan bayi
Perkembangan bayi juga menjadi indikator apakah kebutuhan ASI tercukupi. Jika berat badan bayi naik sesuai grafik pertumbuhan WHO, frekuensi buang air kecil teratur (sekitar 6-8 kali sehari), dan bayi tampak aktif, maka bisa dipastikan kebutuhan ASI-nya sudah terpenuhi. Sebaliknya, bila berat badan tidak naik atau bayi terlihat lemas, Moms perlu berkonsultasi dengan dokter anak.
Itulah penjelasan mengenai cara menghitung kebutuhan ASI bayi yang bisa Moms jadikan panduan. Meskipun ada perhitungan berdasarkan usia dan berat badan, setiap bayi memiliki kebutuhan yang unik. Karena itu, penting bagi Moms untuk selalu memperhatikan tanda lapar dan kenyang, serta memantau tumbuh kembang Si Kecil secara berkala.
Jika Moms merasa ragu atau menemukan tanda bahwa bayi tidak mendapatkan cukup ASI, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau konselor laktasi. Dengan perhitungan yang tepat dan dukungan medis, kebutuhan gizi Si Kecil dapat terpenuhi secara optimal. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)
