Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

Cara Mengatasi Keputihan Berwarna Kuning yang Tepat

Cara Mengatasi Keputihan Berwarna Kuning yang Tepat

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Keputihan adalah kondisi yang dialami hampir semua perempuan, baik yang sudah menikah maupun belum. Namun, ketika warnanya berubah menjadi kuning, Moms mungkin langsung bertanya-tanya, apakah ini masih normal atau tanda infeksi? Untuk itu, Anda perlu tahu cara mengatasi keputihan berwarna kuning.

Keputihan berwarna kuning bisa muncul dalam beberapa kondisi, mulai dari perubahan hormon alami menjelang menstruasi, infeksi bakteri, hingga penyakit menular seksual. Tidak semua keputihan kuning berbahaya, tetapi perubahan warna, bau, dan tekstur sebaiknya tidak diabaikan. Apalagi jika keluhan disertai nyeri, gatal, atau ketidaknyamanan saat beraktivitas.

Cara mengatasi keputihan berwarna kuning tentu bergantung pada penyebabnya, sehingga memahami perubahan yang terjadi pada tubuh sangat penting. Yuk, cari tahu lebih jauh mengenai penyebab keputihan kuning hingga cara mengatasi keputihan berwarna kuning yang aman dan efektif.

Penyebab keputihan berwarna kuning

Keputihan kuning bisa memiliki arti yang berbeda tergantung tekstur, bau, dan gejala yang menyertainya. Berikut ini beberapa penyebab yang paling umum.

1. Perubahan hormon menjelang menstruasi

Menjelang datang bulan, tubuh menghasilkan lebih banyak lendir serviks. Cairan ini bisa tampak kuning pucat karena bercampur dengan sedikit darah atau oksidasi udara. Selama tidak berbau tajam dan tidak menimbulkan gatal, kondisi ini masih tergolong normal.

2. Infeksi bakteri (bacterial vaginosis)

Bacterial vaginosis (BV) terjadi ketika bakteri jahat tumbuh berlebihan di vagina. Keputihan biasanya berwarna kuning atau keabu-abuan dengan bau amis khas. BV merupakan salah satu penyebab keputihan abnormal paling umum pada wanita usia reproduktif.

3. Infeksi jamur

Meski infeksi jamur umumnya menghasilkan keputihan putih, beberapa perempuan melaporkan keputihan kuning kental akibat peradangan berlebih. Gejala lain seperti gatal dan sensasi terbakar dapat menyertai.

4. Penyakit menular seksual

Keputihan kuning pekat, berbau tajam, sering disertai nyeri atau perdarahan setelah hubungan intim, bisa menjadi tanda infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia. Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa PMS adalah salah satu penyebab paling sering dari keputihan berwarna kuning-hijau yang perlu segera ditangani.

5. Alergi atau iritasi

Penggunaan sabun kewanitaan berpewangi kuat, pantyliner berparfum, atau detergen pakaian tertentu dapat menyebabkan iritasi. Vagina kemudian menghasilkan lebih banyak cairan kuning sebagai respons terhadap inflamasi.

Baca juga: Keputihan Putih Susu, Kapan Harus Waspada?

Studi terkait keputihan pada wanita

Banyak penelitian medis yang membahas keputihan sebagai bagian dari kesehatan reproduksi perempuan. Journal Nature Reviews Microbiology menjelaskan bahwa flora vagina didominasi bakteri Lactobacillus. Ketika keseimbangan bakteri terganggu, pH meningkat dan menyebabkan pertumbuhan bakteri jahat, sehingga memicu keputihan abnormal berwarna kuning atau berbau.

Baca juga: Normalkah Keputihan saat Hamil? Ini Penjelasannya, Moms

Tips mencegah keputihan berwarna kuning

Moms dapat menerapkan beberapa kebiasaan berikut untuk mencegah keputihan kuning muncul kembali.

1. Jaga kebersihan area kewanitaan. Cuci area vulva dengan air bersih, tanpa sabun keras atau pewangi. Hindari douching karena bisa mengganggu pH vagina.

2. Gunakan pakaian dalam berbahan katun. Bahan katun lebih menyerap keringat dan mengurangi kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur maupun bakteri.

3. Ganti pembalut atau pantyliner secara rutin. Pantyliner yang dipakai terlalu lama dapat menyebabkan iritasi dan mengubah warna keputihan menjadi kuning.

4. Kelola stres dan pola hidup sehat. Stres memengaruhi hormon, yang akhirnya berdampak pada produksi keputihan. Pastikan tidur cukup, makan bergizi, dan rutin olahraga ringan.

5. Batasi penggunaan produk beraroma. Sabun, tisu basah, atau detergen berpewangi kuat sering memicu iritasi vagina.

6. Jaga kesehatan organ reproduksi. Gunakan kondom saat berhubungan dengan pasangan baru dan lakukan skrining PMS secara berkala jika perlu.

Cara mengatasi keputihan berwarna kuning

Bagian terpenting dalam memahami cara mengatasi keputihan berwarna kuning adalah menyesuaikan solusi dengan penyebabnya. Berikut ini beberapa cara mengatasi keputihan berwarna kuning.

1. Jika penyebabnya perubahan hormon: Anda tidak memerlukan obat khusus. Cukup jaga kebersihan, hindari celana dalam yang terlalu ketat, dan pantau perubahan keputihan. Warna kuning pucat biasanya hilang sendiri setelah menstruasi.

2. Jika disebabkan bacterial vaginosis: Dokter biasanya meresepkan antibiotik seperti metronidazole atau clindamycin. Penting untuk menyelesaikan seluruh resep antibiotik meskipun gejala sudah membaik.

3. Jika disebabkan infeksi jamur: Terapi antijamur, baik krim maupun obat oral, bisa membantu. Namun, hindari mengobati sendiri terus-menerus tanpa pemeriksaan dokter karena gejala jamur sering mirip dengan BV atau PMS.

4. Jika disebabkan penyakit menular seksual: Penanganan membutuhkan obat antibiotik khusus berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. CDC sangat menekankan pentingnya mengobati pasangan seksual untuk mencegah reinfeksi.

5. Jika disebabkan iritasi: Hentikan penggunaan produk penyebab iritasi. Ganti detergen, hindari sabun berpewangi, dan pilih celana dalam yang lebih lembut.

6. Jika keluhan disertai nyeri perut bawah, demam, atau perdarahan: Segera periksa ke dokter karena ini dapat mengindikasikan infeksi serius pada organ reproduksi bagian dalam.

Dengan mengetahui penyebabnya, Moms dapat memilih cara mengatasi keputihan berwarna kuning dengan lebih tepat dan aman.

Keputihan kuning tidak selalu berarti masalah serius, tetapi tetap perlu diperhatikan. Setiap perubahan warna, bau, atau tekstur merupakan sinyal penting dari tubuh. Dengan memahami penyebab, langkah pencegahan, hingga cara mengatasi keputihan berwarna kuning, Moms bisa lebih mudah menjaga kesehatan reproduksi. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)