Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Setelah melahirkan, tentunya perempuan akan merasakan perubahan pada tubuhnya. Salah satunya adalah siklus menstruasi yang belum kembali. Kondisi ini sangat umum terjadi dan merupakan bagian dari proses pemulihan alami tubuh setelah melahirkan. Namun, buat ibu baru, rasa khawatir mungkin menghampiri saat haid tak kunjung datang. Pertanyaan seperti, "Apakah ini normal?" atau "Adakah efek samping tidak haid setelah melahirkan?" bisa kerap muncul.
Karena itu, memahami apa yang terjadi pada tubuh merupakan langkah pertama agar Anda bisa merasa lebih tenang, Moms. Nah, berikut ini beberapa hal yang perlu Moms tahu seputar tak kunjung haid setelah melahirkan dan apa efek samping tidak haid setelah melahirkan.
Bahayakah tidak haid setelah melahirkan?
Pada dasarnya, tidak haid setelah melahirkan, terutama jika Anda menyusui secara eksklusif, merupakan kondisi yang normal dan tidak berbahaya.
Saat menyusui, tubuh memproduksi hormon prolaktin dalam jumlah tinggi. Hormon inilah yang merangsang produksi ASI. Uniknya, prolaktin juga bekerja menekan pelepasan hormon yang memicu ovulasi (pelepasan sel telur). Tanpa ovulasi, menstruasi pun tidak akan terjadi. Ini adalah cara alami tubuh untuk mencegah kehamilan baru terlalu cepat, sehingga Moms bisa fokus memberikan energi dan nutrisi terbaik untuk bayi Anda.
Selain itu, setiap tubuh ibu berbeda. Beberapa mungkin mulai menstruasi kembali beberapa bulan setelah melahirkan, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama, terutama jika mereka menyusui secara eksklusif. Hal ini normal, dan tubuh memerlukan waktu untuk pulih dari kehamilan serta kelahiran.
Baca juga: Moms, Ini Tahapan Perubahan Hormon Selama Siklus Menstruasi
Berapa lama normalnya wanita tidak haid setelah melahirkan?
Durasi tidak haid setelah melahirkan sangat bervariasi bagi setiap wanita. Faktor utamanya adalah frekuensi dan intensitas menyusui.
Bagi Moms yang menyusui secara eksklusif (termasuk di malam hari), menstruasi mungkin tidak akan kembali hingga 6 bulan atau bahkan lebih lama, sering kali sampai Si Kecil mulai mengonsumsi MPASI atau frekuensi menyusu berkurang. Sementara bagi ibu yang tidak menyusui atau memberi susu formula, menstruasi biasanya akan kembali lebih cepat, umumnya dalam rentang waktu 6-12 minggu setelah melahirkan.
Efek samping tidak haid setelah melahirkan
Meskipun normal, absennya menstruasi dapat disertai beberapa efek samping akibat fluktuasi hormon. Berikut ini beberapa hal yang mungkin Anda alami, Moms.
1. Vagina kering
Tingginya hormon prolaktin dan rendahnya estrogen dapat menyebabkan vagina menjadi lebih kering dari biasanya. Kondisi ini terkadang membuat hubungan intim terasa tidak nyaman atau sedikit sakit.
2. Penurunan gairah seksual
Selain vagina kering, perubahan hormon juga bisa menurunkan gairah seksual. Ditambah lagi dengan kelelahan mengurus bayi baru lahir, sangat wajar jika hasrat untuk berhubungan intim menurun sementara waktu.
3. Mood swing
Fluktuasi hormon pascapersalinan dapat memengaruhi keseimbangan kimia di otak, menyebabkan perubahan suasana hati yang cepat. Moms mungkin merasa lebih sensitif, mudah menangis, atau cepat marah.
4. Rambut rontok
Banyak wanita mengalami kerontokan rambut beberapa bulan setelah melahirkan. Ini bukan karena tidak haid, melainkan karena kadar estrogen yang menurun drastis dari levelnya yang sangat tinggi selama kehamilan.
Baca juga: 8 Bahan Alami untuk Lawan Rambut Rontok Usai Melahirkan
5. Nyeri payudara
Payudara mungkin terasa nyeri, bengkak, atau sangat sensitif. Hal ini bisa disebabkan oleh proses produksi ASI atau saluran susu yang tersumbat.
6. Sakit punggung
Menggendong dan menyusui bayi dalam posisi yang kurang tepat dapat memicu sakit punggung. Selain itu, hormon relaksin yang masih ada dalam tubuh membuat ligamen lebih longgar dan rentan cedera.
7. Kelelahan ekstrem
Merawat bayi baru lahir membutuhkan energi luar biasa, terutama dengan jadwal tidur yang tidak menentu. Kelelahan ini adalah salah satu efek samping paling umum yang dirasakan ibu baru melahirkan.
8. Munculnya jerawat
Perubahan hormon juga dapat merangsang produksi minyak berlebih pada kulit, sehingga memicu timbulnya jerawat di wajah, punggung, atau dada.
9. Sulit tidur
Meskipun tubuh sangat lelah, banyak ibu baru yang justru mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak. Hal ini bisa dipengaruhi oleh kecemasan, perubahan hormonal, atau jadwal tidur bayi yang belum teratur.
Cara mengatasi telat haid setelah melahirkan
Meskipun efek samping di atas adalah bagian dari proses adaptasi tubuh, ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk merasa lebih nyaman, yakni:
1. Gunakan pelumas. Untuk mengatasi vagina kering, gunakan pelumas berbahan dasar air saat berhubungan intim agar lebih nyaman.
2. Komunikasi dengan pasangan. Bicarakan secara terbuka dengan pasangan mengenai perubahan fisik dan emosional yang Anda alami, termasuk penurunan libido.
3. Konsumsi makanan bergizi. Pastikan asupan nutrisi seimbang untuk mendukung produksi ASI dan mempercepat pemulihan tubuh. Perbanyak konsumsi zat besi, kalsium, dan protein.
4. Istirahat yang cukup. Manfaatkan waktu saat Si Kecil tidur untuk ikut beristirahat. Jangan ragu juga untuk meminta bantuan suami atau keluarga untuk menjaga bayi sejenak.
5. Olahraga ringan. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau yoga pascapersalinan bisa membantu memperbaiki suasana hati, meningkatkan energi, dan mengurangi stres.
6. Kelola stres. Carilah cara untuk rileks, seperti mendengarkan musik, membaca buku, atau melakukan hobi sederhana demi menjaga kesehatan mental Anda.
Jika cara-cara di atas sudah Moms terapkan, tetapi Anda tetap merasa khawatir, kemudian menstruasi tidak kembali bahkan setelah berhenti menyusui, atau mengalami pendarahan yang sangat hebat saat haid pertama datang, segera berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi, ya. (MB/AY/VN/Foto: User18526052/Freepik)
