Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Mengalami infeksi saluran kemih (ISK) tentu bukan hal yang menyenangkan. Rasa ingin buang air besar yang terus-menerus (anyang-anyangan), sensasi perih saat berkemih, hingga nyeri pada area panggul sering kali memuncak di malam hari.
Buat Anda yang sedang berjuang melawan infeksi ini, malam hari bisa menjadi waktu yang sangat melelahkan karena sulitnya menemukan posisi tidur yang nyaman tanpa merasa tertekan pada area kandung kemih.
Gangguan tidur akibat ISK tidak hanya membuat tubuh terasa lemas keesokan harinya, tetapi juga dapat menghambat proses pemulihan. Ketika kita tidur, tubuh bekerja ekstra untuk memperbaiki jaringan dan melawan infeksi.
Karena itu, mendapatkan kualitas tidur yang baik adalah bagian dari pengobatan itu sendiri. Namun, bagaimana caranya bisa tidur nyenyak jika setiap beberapa menit sekali Anda harus bolak-balik ke kamar mandi?
Salah satu kunci untuk mengurangi tekanan pada saluran kemih dan meredakan nyeri adalah dengan mengatur posisi tidur yang tepat. Simak selengkapnya artikel berikut mengenai posisi tidur saat infeksi saluran kemih, agar Anda bisa beristirahat dengan lebih maksimal.
Posisi tidur saat infeksi saluran kemih
1. Posisi tidur miring dengan bantal di antara kaki
Posisi tidur miring (kanan atau kiri) umumnya dianggap sebagai posisi yang paling nyaman saat seseorang mengalami masalah pada area panggul atau saluran kemih. Mengapa demikian? karena posisi ini membantu mengurangi tekanan langsung pada kandung kemih dibandingkan posisi tengkurap.
Agar lebih optimal, Anda bisa menempatkan bantal kecil atau bantal guling di antara kedua lutut. Menaruh bantal di antara kaki membantu menjaga panggul tetap sejajar dan mengurangi tekanan pada otot-otot di sekitar saluran kemih.
Posisi ini juga membantu meredakan nyeri punggung bawah yang sering kali menyertai infeksi saluran kemih bagian atas (ginjal). Dengan panggul yang lebih rileks, sensasi "tertekan" pada kandung kemih bisa sedikit berkurang, sehingga keinginan untuk buang air kecil yang palsu tidak muncul sesering biasanya.
2. Posisi telentang dengan penyangga di bawah lutut
Jika Anda lebih terbiasa tidur telentang, posisi ini juga bisa dimodifikasi agar ramah bagi penderita ISK. Hindari tidur telentang dengan kaki lurus sempurna, karena hal ini dapat membuat otot perut dan area panggul menjadi tegang, yang justru akan menekan kandung kemih.
Cobalah untuk tidur telentang dengan meletakkan satu atau dua bantal di bawah lutut. Cara ini akan membuat lutut sedikit tertekuk secara alami. Posisi ini efektif untuk mengendurkan otot-otot panggul dan mendistribusikan berat badan secara merata tanpa membebani area perut bawah.
Dengan area panggul yang lebih santai, Anda mungkin akan merasakan nyeri sedikit mereda dan frekuensi keinginan berkemih lebih terkontrol.
Baca juga: Jangan Bercinta Jika Punya Infeksi Saluran Kemih, Ini Alasannya
Tips tambahan untuk meningkatkan kenyamanan tubuh saat mengalami ISK
Berikut ini beberapa tips tambahan untuk meningkatkan kenyamanan tubuh saat mengalami infeksi saluran kemih (ISK).
1. Kompres hangat: Letakkan bantal pemanas atau botol berisi air hangat di area perut bawah selama 15 menit sebelum tidur. Suhu hangat dapat membantu mengendurkan otot-otot kandung kemih yang kaku dan mengurangi sensasi nyeri akibat peradangan.
2. Atur waktu minum: Sangat penting untuk minum banyak air putih guna membilas bakteri keluar. Namun, untuk menghindari terbangun berkali-kali di malam hari, cukupi asupan air di pagi hingga sore hari, dan mulailah kurangi minum 2 jam sebelum waktu tidur.
3. Hindari minuman atau makanan pemicu: Sebelum tidur, pastikan Anda tidak mengonsumsi kafein (kopi/teh), alkohol, atau makanan pedas. Zat-zat ini bersifat iritan yang dapat memperparah rasa perih dan urgensi pada saluran kemih.
Baca juga: 7 Jenis Makanan yang Bisa Merusak Kualitas Tidur Anda
Kapan harus segera menghubungi dokter?
Meskipun posisi tidur dapat membantu kenyamanan, ISK tetaplah infeksi bakteri yang sering kali memerlukan penanganan medis berupa antibiotik. Anda perlu waspada jika gangguan tidur disertai dengan gejala berikut:
- Demam tinggi atau menggigil
- Nyeri hebat di punggung bawah atau pinggang (area ginjal)
- Urine berwarna keruh, berbau menyengat, atau bercampur darah.
- Mual dan muntah.
Ingatlah bahwa kenyamanan saat tidur adalah langkah awal menuju pemulihan yang lebih cepat. Jangan ragu untuk bereksperimen dengan tumpukan bantal hingga menemukan titik paling nyaman bagi tubuh Anda.
Tetaplah konsumsi obat sesuai anjuran tenaga medis dan berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat total. Semoga informasi ini bermanfaat dan Anda bisa segera pulih kembali serta beraktivitas dengan nyaman, Moms & Dads! (MB/AY/SW/Foto: Benzoix/Freepik)
