BUMP TO BIRTH

Posisi BAB Pasca Operasi Caesar yang Aman agar Jahitan Tidak Nyeri dan Pencernaan Lancar


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Melahirkan dengan operasi caesar membuat proses pemulihan sedikit berbeda dibandingkan persalinan normal, termasuk soal buang air besar (BAB). Banyak Moms khawatir, “Apakah posisi BAB bisa memengaruhi jahitan?”, “Bagaimana kalau BAB terasa nyeri?”, atau “Posisi apa yang paling aman supaya tidak menekan bekas operasi?”. Yuk, ketahui secara ilmiah posisi BAB pasca operasi caesar agar tetap aman, nyaman, dan efisien.

Setelah menjalani operasi caesar, ibu melahirkan memang perlu memperhatikan aktivitas sehari-hari untuk mengoptimalkan proses pemulihan dan penyembuhan luka operasi. Namun, bagaimana dengan posisi BAB pascaoperasi caesar? Berikut ini penjelasannya, Moms.

Amankah BAB jongkok setelah operasi caesar?

Posisi jongkok penuh tidak selalu disarankan pada minggu-minggu pertama pascaoperasi caesar. Secara fisiologis, posisi jongkok penuh adalah posisi paling alami dan efisien untuk BAB, karena meluruskan saluran rektum dan mengurangi tekanan pada otot dasar panggul. Studi menunjukkan bahwa sudut anorektal menjadi lebih terbuka dalam posisi jongkok, sehingga feses dapat keluar lebih mudah.

Walaupun demikian, di beberapa minggu pertama setelah operasi caesar Moms mungkin tidak disarankan BAB jongkok, karena:

  • Jongkok ekstrem menempatkan tekanan tambahan pada dinding perut bagian bawah dan area luka.
  • Jika keseimbangan tubuh belum pulih atau otot perut masih lemah, risiko nyeri atau jatuh meningkat.
  • Dalam kasus sayatan horizontal rendah (bikini line incision), tekanan dari posisi jongkok bisa memicu rasa tertarik di sekitar luka.

Tips agar BAB pascaoperasi caesar lancar

Menstimulasi gerakan usus dengan minum air hangat dan mengonsumsi makanan tinggi serat adalah contoh hal yang bisa dilakukan agar BAB pascaoperasi caesar lancar. Agar proses BAB tidak perlu mengejan berlebih hingga menekan luka, Moms juga bisa coba beberapa cara di bawah ini.

1. Minum cukup air. Dehidrasi membuat tinja mengeras dan memperlambat proses pencernaan.

2. Konsumsi makanan berserat. Tambahkan buah, sayuran, dan biji-bijian secara bertahap agar usus tidak kaget. Contoh makanan tinggi serat adalah pepaya, pir, atau oatmeal.

3. Mulai bergerak perlahan. Jalan kaki pendek beberapa kali sehari bisa membantu mengaktifkan usus.

4. Gunakan bantal atau tisu bersih untuk menyangga luka. Saat duduk di toilet, tekan perlahan di atas luka agar terasa lebih aman dan stabil.

5. Hindari menunda BAB atau menahan dorongan BAB karena akan membuat tinja makin mengeras.

6. Tanyakan dokter mengenai rekomendasi stool softener yang aman untuk kondisi tubuh Anda.

7. Menurut NHS UK, rutinitas kecil seperti hidrasi cukup dan jadwal toilet yang konsisten terbukti membantu mencegah sembelit pascaoperasi.

Baca juga: Buah-buahan yang Baik untuk Melancarkan Buang Air Besar

Posisi BAB pascaoperasi caesar

Posisi ideal BAB pascaoperasi caesar adalah duduk tegak tetapi tetap santai, punggung condong ke depan, kedua kaki ditopang bangku kecil, napas teratur, otot tubuh rileks. Posisi ini menciptakan sudut panggul yang lebih terbuka dan membantu meluruskan saluran rektum (mirip dengan manfaat posisi jongkok) sehingga feses bisa keluar lebih mudah tanpa perlu mengejan keras.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Digestive Diseases and Sciences, posisi jongkok secara signifikan menurunkan kebutuhan mengejan dan mempercepat proses buang air besar dibandingkan posisi duduk biasa. Dengan menambahkan bangku kecil di bawah kaki, Moms bisa mendapatkan efek serupa, tetapi tetap aman untuk area sayatan perut.

Hindari membungkuk terlalu dalam atau menekan perut, karena hal ini dapat meningkatkan tekanan intra-abdomen dan memberi beban tambahan pada luka jahitan. Gerakan kecil dan posisi yang tepat tidak hanya membuat proses buang air besar lebih mudah, tetapi juga mempercepat pemulihan sistem pencernaan Anda setelah operasi.

Jika rasa nyeri atau tegang muncul di sekitar perut, Moms bisa menopang perut bagian bawah dengan bantal kecil atau kain bersih saat duduk di toilet untuk menambah rasa nyaman dan stabilitas. Selain itu, pastikan tubuh benar-benar rileks, hindari menahan napas saat mengejan, dan fokuslah pada pernapasan perlahan agar otot dasar panggul bisa melemas secara alami. Menurut panduan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), menjaga posisi tubuh yang stabil dan tenang selama BAB sangat penting untuk melindungi area luka dan mencegah rasa nyeri berlebihan.

Baca juga: Tips Pemulihan Pasca Operasi Caesar yang Efektif untuk Ibu Baru

Kenapa BAB sering susah setelah operasi caesar?

Berikut ini beberapa penyebab umum sembelit atau susah BAB pascaoperasi caesar.

  • Obat pereda nyeri (opioid) yang menurunkan gerak usus
  • Tubuh kurang bergerak setelah operasi, sedangkan pergerakan menstimulasi usus untuk bekerja lebih lancar
  • Kurangnya asupan cairan dan serat saat rawat inap setelah melahirkan
  • Sering menunda BAB karena mungkin takut memberi tekanan pada jahitan perut, yang tentu memperparah sembelit.

Proses pemulihan setelah operasi caesar memang membutuhkan kesabaran, termasuk saat menghadapi tantangan sederhana seperti buang air besar. Dengan posisi yang tepat, asupan serat dan cairan cukup, serta rutinitas yang lembut pada tubuh, Moms bisa melewati fase ini dengan nyaman tanpa khawatir jahitan terbebani.

Ingat, tubuh butuh waktu untuk menyesuaikan diri setelah melahirkan, jadi tidak perlu terburu-buru ya, Moms. Dengarkan sinyal tubuh, lakukan dengan tenang, dan jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga medis bila ada keluhan yang tidak biasa. (MB/AY/TW/Foto: Canva)