Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menjelang Hari Perkiraan Lahir (HPL), rasanya tidak sabar untuk segera bertemu Si Kecil ya, Moms? Bahkan, tidak sedikit calon ibu yang mencari cara untuk memicu kontraksi dan mempercepat pembukaan. Namun, Moms perlu berhati-hati jika ingin memicu kontraksi, karena tidak semua cara aman dilakukan.
Worry no more, Moms, karena MB sudah merangkum beragam metode alami agar cepat kontraksi dan pembukaan serviks. Meskipun begitu, wajib dipahami bahwa semua metode alami yang disebutkan berikut ini hanya boleh dicoba setelah usia kehamilan mencapai 37 minggu atau lebih dan setelah berkonsultasi serta mendapatkan izin dari dokter Anda.
Apa yang harus dilakukan agar kontraksi datang?
Pada dasarnya, kontraksi dipicu oleh pelepasan hormon oksitosin (hormon cinta) dan prostaglandin yang membantu mematangkan leher rahim (serviks). Biasanya kedua hormon ini secara alami dilepas ketika bayi sudah siap lahir. Walau begitu, ada kalanya jumlah kedua hormon ini tidak lekas cukup untuk mendorong terjadinya persalinan di usia cukup bulan. Untungnya ada beberapa aktivitas yang dapat membantu merangsang pelepasan hormon-hormon ini, yaitu:
1. Berhubungan intim
Berhubungan intim adalah salah satu cara induksi alami yang paling sering direkomendasikan. Pasalnya, orgasme dapat mendukung pelepasan hormon oksitosin dalam tubuh bumil. Selain itu, air mani mengandung prostaglandin dalam jumlah tinggi, sehingga diyakini dapat membantu mempersiapkan leher rahim untuk pembukaan. Yang perlu diingat, hindari metode ini jika air ketuban sudah pecah atau jika Anda memiliki komplikasi kehamilan tertentu.
2. Stimulasi puting
Stimulasi puting, baik secara manual dengan tangan atau menggunakan pompa ASI, adalah cara yang sangat efektif untuk memicu tubuh melepaskan hormon oksitosin, karena selain mendorong kontraksi rahim, hormon oksitosin dapat memicu refleks let-down ASI yang Moms butuhkan kelak.
3. Jalan kaki dan aktivitas ringan
Berjalan santai adalah metode yang sederhana tetapi efektif. Pasalnya, dorongan gravitasi saat berjalan membantu kepala bayi turun lebih dalam ke panggul (terutama jika kepala bayi sudah berada di posisi yang tepat), sehingga dapat memberikan tekanan langsung pada serviks. Selain itu, gerakan saat berjalan kaki, naik turun tangga, atau melakukan gerakan ayunan pinggul pada birth ball bisa membantu memosisikan kepala bayi lebih baik, yang akan memicu serviks untuk berdilatasi (pembukaan) lebih cepat.
Bagaimana cara mempercepat bukaan pintu rahim?
Dilatasi serviks adalah proses bertahap, yakni dari 0 hingga 10 cm. Durasi proses ini disebabkan oleh banyak faktor, sehingga bisa sangat bervariasi pada setiap ibu hamil. Jika Moms ingin mempercepat pembukaan, maka perlu dipahami bahwa proses dilatasi erat kaitannya dengan tekanan yang diberikan kepala bayi ke serviks serta kesiapan serviks.
Baca juga:Mengenal Proses Induksi Persalinan untuk Mempercepat Kelahiran
Berikut ini beberapa cara alami yang dapat membantu mempercepat bukaan pintu rahim.
1. Tetap aktif dan ubah posisi
Hindari berbaring telentang atau bersandar pada punggung saat kontraksi dimulai. Untuk itu, Moms bisa coba bergerak sederhana dengan duduk di birthing ball, berdiri dan bersandar di tembok, atau mengganti posisi menjadi jongkok.
Mengayun atau menggoyangkan pinggul perlahan di atas birthing ball sangat dianjurkan, karena bisa membantu mengurangi nyeri punggung dan mendorong bayi untuk bergerak ke posisi optimal. Berdiri atau bersandar pada pasangan atau dinding sambil menggoyangkan pinggul bisa membuat tubuh menjadi lebih rileks, sehingga dapat mendorong dilatasi. Sedangkan memosisikan tubuh untuk jongkok selama sebentar dapat membuka panggul dan meningkatkan tekanan pada serviks.
2. Akupresur dan akupunktur
Beberapa titik tertentu pada tubuh diyakini dapat menstimulasi pelepasan hormon atau meningkatkan aliran darah ke rahim. Namun, metode ini harus dilakukan oleh terapis akupresur bersertifikat dan tidak boleh dicoba sendiri. Pastikan juga Moms berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum mencoba cara ini.
3. Relaksasi dan manajemen stres
Prapersalinan memang menjadi salah satu masa yang paling mencemaskan. Sayangnya, kecemasan bisa memicu pelepasan hormon stres (adrenalin), yang justru dapat menghambat pelepasan oksitosin. Untuk itu, Moms bisa lakukan latihan pernapasan untuk membuat tubuh lebih rileks. Jika perlu, Anda bisa mandi air hangat atau mendengarkan musik favorit untuk membantu pikiran menjadi lebih santai dan nyaman, sehingga mendorong tubuh melepaskan oksitosin secara alami.
Makanan agar cepat kontraksi
Beberapa makanan dipercaya dapat memicu kontraksi melalui efeknya pada tubuh. Karena itu, tidak ada salahnya jika Moms mengonsumsi beberapa makanan di bawah ini guna mendorong kontraksi alami.
Baca juga: Kontraksi 5 Menit Sekali Pembukaan Berapa? Ini Penjelasannya
1. Kurma
Kurma mengandung beragam nutrisi yang diyakini dapat meningkatkan sensitivitas rahim terhadap oksitosin dan membantu pematangan serviks. Studi yang dimuat di Journal of Obstetrics and Gynaecology menunjukkan bahwa mengonsumsi 6 butir kurma per hari pada minggu-minggu akhir kehamilan dapat memperpendek durasi persalinan.
2. Nanas
Buah tropis ini mengandung enzim bromelain yang dipercaya dapat membantu melunakkan serviks, sehingga siap untuk menghadapi proses persalinan. Namun, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi nanas ya, Moms.
3. Teh daun raspberrry
Daun raspberry yang diseduh dan diminum sebagai teh dipercaya dapat menguatkan otot rahim, sehingga meningkatkan efektivitas kontraksi. Moms bisa coba konsumsi teh daun raspberry sejak trimester ketiga atau beberapa minggu sebelum hari perkiraan persalinan, untuk hasil yang optimal.
4. Makanan pedas
Sensasi pedas pada makanan tidak hanya memengaruhi indra perasa, tetapi juga seluruh tubuh bumil, lho. Makanan pedas dipercaya dapat mengiritasi usus, yang secara refleks dapat memicu kontraksi rahim. Meskipun begitu, Anda tetap perlu berhati-hati mengonsumsi makanan pedas saat hamil, karena bisa meningkatkan risiko heartburn atau sakit perut berlebih.
Baca juga:Pembukaan saat Persalinan Berjalan Lama, Ini Penyebabnya
Yang perlu diingat, selalu jadikan keamanan sebagai prioritas utama ya, Moms. Intervensi medis (induksi dengan obat-obatan, membrane stripping, atau pemecahan ketuban) akan dilakukan oleh dokter jika diperlukan. Jangan pernah melakukan induksi sendiri menggunakan metode yang berisiko. Induksi alami hanya berfungsi jika tubuh Anda sudah siap untuk melahirkan. Selamat mencoba, Moms! Semoga proses persalinan Anda lancar, ya! (MB/AY/GA/Foto: gpointstudios/Freepik)