Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Hormon memainkan peran besar dalam sistem reproduksi wanita. Salah satu hormon yang sangat berpengaruh terhadap siklus menstruasi adalah progesteron. Hormon ini sering kali terlupakan dibandingkan estrogen, padahal punya peran vital dalam mengatur siklus haid, mempersiapkan rahim untuk kehamilan, hingga mendukung perkembangan janin jika terjadi pembuahan.
Bagi Moms yang sedang merencanakan kehamilan atau mengalami gangguan haid, memahami bagaimana progesteron bekerja bisa membantu membaca kondisi tubuh dengan lebih baik.
Kali ini M&B akan mengulas tentang pengaruh progesteron terhadap siklus haid, mulai dari pengertian, fungsi, hingga bagaimana kadar hormon ini berubah, tergantung pada ada tidaknya kehamilan.
Apa itu hormon progesteron?
Progesteron adalah hormon reproduksi yang secara alami diproduksi tubuh, khususnya oleh korpus luteum yang terbentuk setelah ovulasi. Kadar progesteron dalam tubuh wanita tidak konstan, tapi berubah mengikuti fase dalam siklus menstruasi dan masa kehamilan.
Untuk mengetahui kadarnya secara pasti, Moms bisa melakukan pemeriksaan darah, biasanya direkomendasikan pada waktu tertentu dalam siklus menstruasi agar hasilnya lebih akurat.
Berikut ini gambaran umum kadar progesteron pada wanita.
- Sebelum ovulasi (fase folikular): < 0,89 ng/mL
- Selama ovulasi: hingga 12 ng/mL
- Setelah ovulasi (fase luteal): 1,8-24 ng/mL
- Kehamilan trimester pertama: 11-44 ng/mL
- Trimester kedua: 25-83 ng/mL
- Trimester ketiga: 58-214 ng/mL.
Sedangkan pada pria, progesteron hanya terdapat dalam jumlah sangat kecil dan biasanya tidak diperiksa, kecuali ada kecurigaan gangguan adrenal. Kadar normal progesteron pada pria berada di bawah 0,20 ng/mL.
Fungsi hormon progesteron pada wanita
Berikut ini beberapa fungsi utama hormon progesteron bagi tubuh wanita.
- Menyiapkan dinding rahim (endometrium) untuk implantasi embrio
- Mengatur siklus haid dan mendukung keseimbangan hormon estrogen
- Mempertahankan kehamilan pada trimester awal
- Mengentalkan lendir serviks untuk mencegah infeksi dan masuknya sperma berlebih
- Merangsang pertumbuhan kelenjar payudara sebagai persiapan menyusui.
Baca juga: Moms, Ini Peran Progesteron dalam Menjaga Kehamilan
Bagaimana pengaruh progesteron terhadap siklus haid?
Kadar progesteron mulai meningkat setelah ovulasi terjadi, menandai dimulainya fase luteal dalam siklus haid. Pada masa ini, korpus luteum terbentuk dan memproduksi progesteron untuk menebalkan lapisan endometrium, agar siap menerima embrio jika pembuahan berhasil.
Jika tidak terjadi kehamilan. Setelah ovulasi, lonjakan luteinizing hormone (LH) memicu pelepasan sel telur. Pada kondisi ini, korpus luteum akan menghasilkan progesteron, tapi jika tidak terjadi pembuahan, produksinya akan menurun pada minggu keempat siklus. Penurunan ini menyebabkan peluruhan dinding rahim (endometrium), yang kemudian keluar sebagai darah menstruasi. Selain itu, progesteron juga menyebabkan pembesaran kelenjar payudara menjelang haid.
Jika terjadi kehamilan. Bila pembuahan berhasil dan embrio menempel di rahim, korpus luteum terus memproduksi progesteron hingga sekitar minggu ke-10 kehamilan. Progesteron membantu memperkuat lapisan rahim, menjaga nutrisi dan suplai darah bagi embrio, serta menekan kontraksi otot rahim. Setelah plasenta terbentuk, fungsi produksi hormon progesteron akan diambil alih melalui proses luteo-placental shift, dan kadar hormon ini akan tetap tinggi hingga akhir kehamilan.
Baca juga: Kenali Fase-Fase dalam Siklus Menstruasi dan Hormon yang Berperan Penting
Selain menjaga rahim tetap stabil, progesteron saat hamil berperan dalam pembentukan kelenjar penghasil ASI, serta mencegah ovulasi baru selama kehamilan berlangsung. Menurut Cleveland Clinic, progesteron adalah hormon kunci yang menjembatani antara siklus menstruasi dan kehamilan sehat.
Nah, itulah pengaruh progesteron terhadap siklus haid. Faktanya, fluktuasi hormon ini bukan hanya bagian dari siklus bulanan, tapi juga menjadi indikator penting dalam kesehatan reproduksi.
Baca juga: 7 Tips Mengelola Perubahan Hormon Pasca Melahirkan
Jika Moms mengalami siklus haid yang tidak teratur atau sulit hamil, memeriksa kadar progesteron bisa menjadi langkah awal yang bijak. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah tubuh Anda memproduksi hormon ini dalam kadar yang cukup dan seimbang. (M&B/Ayu/SW/Foto: Freepik)
