Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms, melihat bayi kesulitan buang air besar (BAB) tentu bisa membuat Anda khawatir dan cemas. Apalagi jika Si Kecil tampak mengejan, menangis, atau perutnya terasa keras. Sembelit pada bayi usia 1 tahun memang umum terjadi, terutama ketika ia sedang beradaptasi dengan makanan padat atau pola makan baru.
Sembelit pada bayi ditandai dengan frekuensi BAB yang jarang (kurang dari tiga kali seminggu), tinja yang keras dan kering, serta rasa tidak nyaman saat mengejan. Meski biasanya bukan kondisi serius, sembelit bisa mengganggu pertumbuhan dan kenyamanan bayi jika tidak ditangani dengan tepat, Moms. Untuk itu, simak 5 cara mengatasi sembelit pada bayi 1 tahun yang aman dan efektif berikut ini!
Cara mengatasi sembelit pada bayi 1 tahun
1. Perbanyak asupan cairan
Salah satu penyebab utama sembelit pada bayi adalah kurangnya cairan dalam tubuh. Pastikan Si Kecil mendapat cukup air putih setiap harinya, terutama jika ia sudah mulai mengonsumsi makanan padat. Air membantu melunakkan feses dan memperlancar proses BAB. Mengutip WebMD, bayi usia 1 tahun sudah bisa minum air putih secara teratur dalam jumlah kecil, sekitar 120-240 ml per hari tergantung kebutuhan tubuh dan pola makannya.
Baca juga: Begini Cara Mengatasi Bayi yang Sulit Minum ASI
2. Berikan buah dan sayuran berserat
Serat adalah kunci utama untuk menjaga pencernaan tetap sehat. Beberapa buah yang tinggi serat dan aman dikonsumsi bayi usia 1 tahun adalah pir, apel (tanpa kulit), dan pepaya. Moms bisa menyajikan buah dalam bentuk potongan kecil atau dijadikan puree agar mudah dikonsumsi Si Kecil.
Sayuran tinggi kandungan serat, seperti brokoli, bayam, dan wortel juga bisa ditambahkan ke dalam menu makanan bayi. Serat membantu menambah volume tinja dan mempercepat pergerakan usus, sehingga mencegah sembelit dan Si Kecil bisa BAB dengan mudah.
3. Lakukan pijatan perut dan gerakan kaki
Pijatan lembut pada perut bayi bisa membantu merangsang kerja usus. Moms bisa memijat perut Si Kecil dengan gerakan memutar searah jarum jam, terutama di sekitar pusar. Selain itu, lakukan gerakan “mengayuh sepeda” dengan kaki bayi untuk membantu mendorong gas dan feses keluar lebih mudah.
Stimulasi fisik ini tidak hanya menenangkan, tapi juga memperlancar sistem pencernaan bayi. Teknik ini sangat dianjurkan oleh banyak dokter anak sebagai langkah awal non-obat untuk mengatasi sembelit ringan.
4. Perhatikan pola makan dan frekuensi MPASI
Kadang, sembelit muncul karena pola makan yang tidak teratur atau terlalu cepat meningkatkan porsi makanan padat. Cobalah untuk memberi makan dalam porsi kecil tapi sering, serta kombinasikan karbohidrat, sayur, dan protein secara seimbang.
Hindari makanan penyebab sembelit seperti nasi putih dalam jumlah besar, pisang mentah, keju, atau produk susu berlebihan. Jika Moms baru mengenalkan makanan baru, lakukan secara bertahap sambil memantau reaksi pencernaan bayi Anda.
Baca juga: 9 Makanan Penyebab Sembelit pada Bayi
5. Konsultasikan dengan dokter jika tidak membaik
Jika setelah melakukan berbagai cara, bayi Anda masih sulit BAB lebih dari 3 hari, atau fesesnya sangat keras hingga menyebabkan luka pada anus, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen serat atau pencahar ringan yang aman untuk bayi, sesuai dengan kondisi medisnya.
Dalam jurnal Pediatrics in Review disebutkan bahwa pengobatan sembelit kronis pada bayi sebaiknya dilakukan dengan pendekatan bertahap dan tetap fokus pada perubahan gaya hidup serta kebiasaan makan yang sehat.
Baca juga: Moms, Ini Penyebab Bayi Tidak BAB Seminggu Tapi Kentut Terus
Nah, Moms, sembelit pada bayi usia 1 tahun memang sering bikin khawatir. Namun, dengan penanganan yang tepat, biasanya masalah ini akan membaik dalam beberapa hari. Fokuslah pada asupan cairan, makanan berserat, pijatan lembut, serta pemantauan rutin terhadap pola BAB bayi Anda. (M&B/AY/SW/Foto: Pvproductions/Freepik)
