Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms pasti tahu bahwa salah satu bagian penting dari perawatan bayi baru lahir adalah menjaga pusarnya hingga benar-benar kering dan lepas dengan aman. Selain menjaga kebersihan area pusar dari luar, asupan nutrisi Moms yang tersalurkan melalui ASI juga berperan penting dalam mendukung proses penyembuhan. Untuk itu, ada sejumlah makanan ibu menyusui yang bisa membantu membuat pusar bayi cepat kering.
ASI merupakan sumber utama nutrisi bayi. Kualitasnya dipengaruhi oleh makanan yang Moms konsumsi sehari-hari. Nantinya, semua nutrisi yang Anda konsumsi juga turut memengaruhi imunitas, pertumbuhan jaringan, hingga proses penyembuhan pada bayi. Artinya, dengan mengonsumsi makanan bernutrisi, Moms bisa mendukung proses pengeringan pusar bayi lebih cepat.
Proses penyembuhan pusar bayi setelah persalinan
Proses penyembuhan pusar bayi berlangsung sekitar 5-15 hari hingga tali pusar kering, menghitam, dan terlepas, diikuti sekitar 7-10 hari lagi untuk penyembuhan total area pusar. Kunci perawatannya adalah menjaga area tersebut tetap bersih dan kering, dengan membiarkannya terkena udara, tidak menutupinya dengan popok atau kain, dan memandikan bayi dengan metode basuh, bukan rendam. Hindari pemakaian alkohol, bedak, atau salep, karena tidak dianjurkan dan justru bisa menyebabkan iritasi atau komplikasi, kecuali atas saran dokter.
Baca juga: Cara Memandikan Bayi Baru Lahir yang Belum Puput Pusar
Tahapan proses penyembuhan pusar bayi
1. Pengeringan dan perubahan warna: Setelah lahir, sisa tali pusar akan mengering, menyusut, dan berubah warna menjadi lebih gelap (cokelat atau hitam).
2. Pelepasan: Sisa tali pusar akan terlepas dengan sendirinya.
3. Penyembuhan sempurna: Setelah tali pusar terlepas, area tersebut membutuhkan waktu sekitar 7-10 hari lagi untuk benar-benar kering dan sembuh.
Mitos makanan ibu menyusui agar pusar bayi cepat kering
Ada beberapa kepercayaan mengenai makanan ibu menyusui agar pusar bayi cepat kering. Salah satunya adalah bahwa ibu menyusui harus menghindari makanan tertentu, seperti ikan, telur, atau makanan pedas, agar pusar bayi tidak basah atau bernanah.
Mitos ini tidak benar ya, Moms. Makanan ibu menyusui tidak berdampak langsung pada tali pusar bayi. Selama masa menyusui, Moms justru dianjurkan untuk makan makanan bergizi seimbang guna mendukung pemulihan setelah melahirkan dan produksi ASI yang optimal.
Baca juga: Pusar Bayi Infeksi, Ini Penyebab dan Tandanya yang perlu di Waspadai
Makanan ibu menyusui agar pusar bayi cepat kering
Sebenarnya, tidak ada bukti ilmiah bahwa makanan tertentu pada ibu menyusui dapat membuat pusar bayi cepat kering. Agar pusar bayi cepat kering, kunci utamanya adalah perawatan yang tepat dengan menjaga agar tali pusar tetap bersih dan kering. Namun, makanan yang Anda konsumsi bisa membantu mempercepat proses tersebut.
1. Ikan salmon
Ikan salmon dikenal kaya protein, asam lemak omega-3, dan vitamin D. Protein berperan penting dalam mempercepat regenerasi jaringan, sedangkan omega-3 membantu mendukung sistem imun bayi melalui ASI. Menurut Journal of Perinatal Medicine, konsumsi ikan berlemak pada ibu menyusui dapat meningkatkan kualitas ASI, yang pada gilirannya membantu proses penyembuhan luka, termasuk pengeringan pusar bayi.
2. Telur
Telur adalah sumber protein hewani yang mudah dicerna serta kaya vitamin A, D, E, dan B12. Kandungan nutrisi tersebut tidak hanya mendukung pertumbuhan sel dan jaringan baru, tetapi juga membantu mempercepat proses pengeringan jaringan bekas tali pusar bayi.
3. Sayuran hijau
Bayam, brokoli, dan kale mengandung zat besi, kalsium, serta vitamin C. Vitamin C berfungsi meningkatkan produksi kolagen, yang sangat penting untuk mempercepat penyembuhan luka. Tak hanya itu, sayuran hijau juga membantu memperkuat sistem imun bayi melalui ASI. Dengan imunitas yang kuat, risiko infeksi pada pusar bisa berkurang sehingga proses keringnya lebih cepat.
4. Kacang-kacangan dan biji-bijian
Almond, kacang mete, chia seed, hingga biji rami kaya protein nabati, zat besi, dan vitamin E. American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa konsumsi kacang-kacangan oleh ibu menyusui meningkatkan kadar mikronutrien dalam ASI, yang mendukung penyembuhan luka dan pertumbuhan sel. Selain itu, vitamin E membantu melindungi kulit bayi dari iritasi saat pusar dalam proses pengeringan.
5. Buah-buahan kaya vitamin C
Jeruk, strawberry, kiwi, dan pepaya adalah contoh buah dengan kandungan vitamin C tinggi, Moms. Vitamin C tidak hanya meningkatkan imunitas, tetapi juga mempercepat pembentukan jaringan baru. Bayi yang mendapatkan cukup vitamin C dari ASI, lebih cepat pulih dari luka kecil dan lebih tahan terhadap infeksi. Hal ini tentu mendukung proses keringnya pusar dengan optimal.
Nah, Moms, itulah 5 makanan ibu menyusui agar pusar bayi cepat kering. Seperti dijelaskan di atas, tidak ada makanan khusus yang dapat membuat tali pusar bayi cepat kering. Namun, mengonsumsi makanan-makanan tersebut bisa membantu proses pengeringan pusar bayi.
Dengan dukungan nutrisi tepat dan perawatan yang baik, proses keringnya pusar bayi bisa berlangsung lebih cepat dan aman. Namun, jika pusar bayi tampak merah, berbau, atau keluar cairan, segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan tidak ada infeksi. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)
